
Bola.net - Penambahan dua kontestan telah membuat Flexi NBL Indonesia lebih berbobot jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Jadwal yang panjang membuat tiap tim harus lebih pintar meracik strategi dan rotasi. Hasilnya, semakin banyak pertandingan yang berakhir dengan dramatis. Mulai seri pertama akhir tahun lalu sampai seri keenam yang berakhir Minggu lalu (8/4).
Babak penentuan juara nasional yang dikemas pada championship series pada 21-29 April di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bakal lebih seru lagi. Perubahan format dari single elimination menjadi double elimination akan membuat kontestan babak delapan besar itu harus melalui lebih banyak pertandingan untuk sampai di tangga juara.
Selain itu, format tersebut memungkinkan satu tim memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Sebab, seandainya terpeleset sehingga kalah dalam satu pertandingan, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu. Hal tersebut berlaku di semua ronde, kecuali grand final.
Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda menyatakan, format single elimination yang dipakai musim lalu sebenarnya sudah baik. Pertandingan-pertandingan yang seru dan menegangkan tercipta selama championship series. Dia yakin, format double elimination akan membuat championship series musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.
"Ada dua hal yang melatarbelakangi keputusan kami untuk menggunakan format double elimination. Pertama agar pertandingan-pertandingan seru dan menegangkan seperti musim lalu tetap tercipta. Kedua untuk memberikan show yang lebih banyak kepada para fans," jelas Azrul.
Secara terpisah, Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, Erwin Bella Harapan menyatakan perubahan format championship series telah mendapatkan persetujuan dari klub-klub kontestan NBL. "Kami memang mendapatkan masukan untuk mengubah format championship series. Setelah membahas setiap masukan dengan saksama, kami akhirnya memutuskan memakai sistem double elimination," katanya.
Menurut Ade Bella, panggilan akrab Erwin Bella Harapan, double elimination bakal membuat championship series "ramah" terhadap tim yang kalah di awal laga. Mereka masih memiliki kans untuk membalas pada pertandingan selanjutnya. Bahkan, kalau bisa terus menang pada laga berikutnya, tim yang pernah kalah itu bisa menjadi juara.
"Mungkin saja tim itu tidak siap pada pertandingan awal, jadi kalah. Nah, mereka bisa melakukan evaluasi untuk mempersiapkan laga selanjutnya," ucap Ade Bella. "Saya yakin akan muncul juara sejati musim ini. Saya sendiri tidak sabar karena pertandingannya akan berlangsung sangat menarik. Saya rasa akan lebih seru dan menarik dari yang terlihat sepanjang musim ini," imbuh komisaris Comfort Mobile BSC Jakarta tersebut.
Sejatinya, bagi Bella, format double elimination itu bukan barang baru. Beberapa cabang olahraga di Olimpiade sudah menggunakannya. Terbukti, pemenangnya sering di luar prediksi. Tim pecundang bisa saja menjadi pemenang di akhir kompetisi.
Kontestan championship series pun memberikan sambutan positif atas format baru itu. Pelatih Dell Aspac Jakarta, Tjetjep Firmansyah optimistis timnya bisa melaju ke babak final. Meski, di antara empat tim yang satu pool, Aspac kalah head-to-head 1-2 oleh PJ.
Menurut Tjetjep, pool timnya lebih mudah daripada pool yang berisi juara musim reguler Satria Muda Britama Jakarta, Garuda Speedy Bandung (peringkat keempat), CLS Knights Good Day Surabaya (peringkat kelima), dan Bimasakti Nikko Steel Malang (peringkat kedelapan).
"Memang kalau dilihat, jalannya tidak seterjal jika kami bergabung dengan Garuda dan CLS. Namun, tetap saja, championship series kondisinya akan lain. Semua tim berbahaya. Kekuatannya merata," tegasnya. (nbl/kny)
Babak penentuan juara nasional yang dikemas pada championship series pada 21-29 April di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bakal lebih seru lagi. Perubahan format dari single elimination menjadi double elimination akan membuat kontestan babak delapan besar itu harus melalui lebih banyak pertandingan untuk sampai di tangga juara.
Selain itu, format tersebut memungkinkan satu tim memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Sebab, seandainya terpeleset sehingga kalah dalam satu pertandingan, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu. Hal tersebut berlaku di semua ronde, kecuali grand final.
Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda menyatakan, format single elimination yang dipakai musim lalu sebenarnya sudah baik. Pertandingan-pertandingan yang seru dan menegangkan tercipta selama championship series. Dia yakin, format double elimination akan membuat championship series musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.
"Ada dua hal yang melatarbelakangi keputusan kami untuk menggunakan format double elimination. Pertama agar pertandingan-pertandingan seru dan menegangkan seperti musim lalu tetap tercipta. Kedua untuk memberikan show yang lebih banyak kepada para fans," jelas Azrul.
Secara terpisah, Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, Erwin Bella Harapan menyatakan perubahan format championship series telah mendapatkan persetujuan dari klub-klub kontestan NBL. "Kami memang mendapatkan masukan untuk mengubah format championship series. Setelah membahas setiap masukan dengan saksama, kami akhirnya memutuskan memakai sistem double elimination," katanya.
Menurut Ade Bella, panggilan akrab Erwin Bella Harapan, double elimination bakal membuat championship series "ramah" terhadap tim yang kalah di awal laga. Mereka masih memiliki kans untuk membalas pada pertandingan selanjutnya. Bahkan, kalau bisa terus menang pada laga berikutnya, tim yang pernah kalah itu bisa menjadi juara.
"Mungkin saja tim itu tidak siap pada pertandingan awal, jadi kalah. Nah, mereka bisa melakukan evaluasi untuk mempersiapkan laga selanjutnya," ucap Ade Bella. "Saya yakin akan muncul juara sejati musim ini. Saya sendiri tidak sabar karena pertandingannya akan berlangsung sangat menarik. Saya rasa akan lebih seru dan menarik dari yang terlihat sepanjang musim ini," imbuh komisaris Comfort Mobile BSC Jakarta tersebut.
Sejatinya, bagi Bella, format double elimination itu bukan barang baru. Beberapa cabang olahraga di Olimpiade sudah menggunakannya. Terbukti, pemenangnya sering di luar prediksi. Tim pecundang bisa saja menjadi pemenang di akhir kompetisi.
Kontestan championship series pun memberikan sambutan positif atas format baru itu. Pelatih Dell Aspac Jakarta, Tjetjep Firmansyah optimistis timnya bisa melaju ke babak final. Meski, di antara empat tim yang satu pool, Aspac kalah head-to-head 1-2 oleh PJ.
Menurut Tjetjep, pool timnya lebih mudah daripada pool yang berisi juara musim reguler Satria Muda Britama Jakarta, Garuda Speedy Bandung (peringkat keempat), CLS Knights Good Day Surabaya (peringkat kelima), dan Bimasakti Nikko Steel Malang (peringkat kedelapan).
"Memang kalau dilihat, jalannya tidak seterjal jika kami bergabung dengan Garuda dan CLS. Namun, tetap saja, championship series kondisinya akan lain. Semua tim berbahaya. Kekuatannya merata," tegasnya. (nbl/kny)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 9 Juni 2026 19:45Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 18:40Pembagian Grup Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
basket 23 Januari 2026 09:13Real Madrid Disebut Siap Gabung Proyek NBA Europe
-
basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
-
basket 6 Januari 2026 19:15IBL Indonesia 2026 Dimulai 10 Januari 2026, Total Gelar 137 Pertandingan
-
basket 19 Desember 2025 09:10Jadwal Lengkap Pertandingan Basket SEA Games 2025 Thailand, 13-19 Desember 2025
-
basket 12 Desember 2025 10:02Daftar Pemain Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2025 Thailand
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:15Bantuan Pangan Beras Diperpanjang Tiga Bulan
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:14KPK Bongkar Skema Penyamaran Uang Korupsi Bupati Muara Enim
-
Liputan6 9 Juni 2026 18:28Nadiem Heran Disebut Penjahat Kerah Putih oleh Jaksa
-
Liputan6 9 Juni 2026 18:18Dasco Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Luhut dan Chatib Basri
-
Liputan6 9 Juni 2026 18:13Jaksa Sebut Program Chromebook Nadiem Salah Sasaran, Ini Alasannya
-
Liputan6 9 Juni 2026 18:00Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri Dipanggil Prabowo
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556450/original/037805800_1776247114-1000290308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8153833/original/023177800_1781007731-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_19.01.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5772719/original/047625200_1778675573-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562060/original/009001600_1776775002-IMG_2194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763398/original/043311900_1778666345-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5123354/original/056083200_1738810137-ASY_9717.jpg)
