Kolarov Masih Dihantui Memori Peperangan

Kolarov Masih Dihantui Memori Peperangan
Aleksandar Kolarov (c)getty
- Pemain Manchester City, Aleksandar Kolarov, masih teringat-ingat dengan pengalaman buruk yang dia alami saat terjadi peperangan di Serbia, negara asalnya.

"Pemain dari Serbia sangat lapar untuk bekerja," katanya pada Manc, majalah resmi dari Manchester City. "Kami semua ingin mencapai sesuatu karena setiap orang dari kami memiliki beberapa kisah dalam hidup mereka."

Kenangan yang paling diingatnya adalah pada tahun 1999. Saat itu dia masih berusia 14 tahun dan masih berlatih bersama klub Red Star Belgrade, waktu NATO melakukan serangan selama 3 bulan pada "target-target strategis" yang juga menyebabkan jatuhnya korban sipil.

"Saya tidak bermimpi buruk tentang itu tapi saya ingat semuanya," katanya.

"Anda hanya ingin bermain sepak bola, tetapi tidak bisa karena ada bom di kota."

"Beberapa hari pertama, Anda akan merasa takut untuk melakukan sesuatu. Setiap hari kemudian juga sama."

"Bom jatuh di dekat rumah saya. Jendela-jendela hancur berantakan. Ada sebuah bandara militer di dekat rumah saya, dan itu menjadi target serangan."

"Mereka membom jembatan, semuanya. Waktu itu ada konser di jembatan. Tapi saya tidak ke sana karena saya sedang bermain sepak bola," kenangnya. (afp/cax)

Berita Terkait