Petenis Prancis Bela Anelka

Petenis Prancis Bela Anelka
Marion Bartoli (c)afp
- Mantan finalis Wimbledon Marion Bartoli mengatakan dia bisa mengerti mengapa Nicolas Anelka sambil berselisih dengan pelatih Prancis, Raymond Domenech, yang membuat striker itu dipulangkan.

Bartoli, petenis Prancis unggulan ke 11 di turnamen Wimbledon, merupakan penggemar berat dari Les Bleus dan ia menunjukkan simpatinya untuk Anelka.

"Saya rasa semua orang kadang-kadang bisa begitu saja marah dan mengatakan beberapa kata buruk. Tapi saya pikir Nicolas Anelka bukan orang yang jahat," kata Bartoli setelah menang di putaran pertama lawan petenis Jerman, Julia Goerges, pada hari Senin.

"Saya pikir itu hanya keadaan yang membuatnya begitu. Rasa frustrasi dan kesal dengan cara dia bermain."

Sebagai seorang pemain, Bartoli sudah tahu bagaimana besarnya tekanan yang ada di level tertinggi bisa mempengaruhi seorang pemain dan itu bisa jadi alasan di balik reaksi Anelka.

"Kadang-kadang itu bisa terjadi begitu saja. Anda tidak perlu menghakiminya. Saya juga seorang pemain dalam olahraga, jadi saya tahu apa yang mereka rasakan. Karena itu sangat sulit ketika Anda bermain untuk negara Anda dan Anda tidak bermain baik."

"Anda frustasi karena mengecewakan diri sendiri dan negara."

"Saya tahu saya kadang-kadang bisa ingin mengatakan beberapa hal-hal seperti itu. Selain itu, kadang-kadang ketika Anda sangat gugup atau ketika Anda menjadi sangat tertekan, Anda bisa saja mengeluarkan beberapa kata yang buruk."

Gael Monfils, petenis Prancis unggulan ke 21 di Wimbledon, mengakui perselisihan itu mempengaruhi Prancis.

"Saya pikir itu agak aneh. Sebenarnya kami sedih," katanya setelah kemenangannya atas Leonardo Mayer di putaran pertama Wimbledon.

"Mungkin beberapa hal ini masih sangat tidak jelas atau tidak terlalu baik Tapi saya berpikir seperti kata kapten Patrice Evra, jika mereka memiliki masalah, mereka harus tetap menjaganya tetap di dalam tim dan tidak membiarkan media terlibat di dalamnya karena nantinya akan jadi berantakan."

"Saya masih mendukung Prancis. Mungkin beberapa orang berpikir mereka membuat kesalahan atau melakukan hal-hal yang salah. Tapi saya akan selalu berada di belakang mereka karena saya pikir itu saat yang sulit bagi mereka." (afp/cax)

Berita Terkait