
Bola.net - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) periode 2012-2016 dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB PBSI di Yogyakarta Plasa, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (21/9).
Dari 34 suara yang diperebutkan, Gita unggul dengan skor mencolok 31. Sedangkan pesaingnya, Icuk Sugiarto hanya meraih dua suara. Sedangkan satu sisa suara, merupakan abstain. Alhasil, dalam pemilihan yang berlangsung tertutup tersebut, Gita berhak melanjutkan tongkat estafet yang sebelumnya dipegang Joko Santoso.
Komposisi 34 suara tersebut, terdiri dari 33 suara yang berasal dari Pengurus Provinsi (Pengprov) dan satu lagi PB PBSI.
"Seolah-olah, Munas ini benar-benar dirancang untuk Pak Gita. Misalnya saja, tercermin dari waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan hari kelahirannya (21 September 1965)," ujar Icuk.
Selain itu, Icuk menyebutkan jika Yogyakarta merupakan Pengprov pengusung pencalonan pria berusia 47 tahun tersebut. Apalagi, Icuk menengarai adanya rekayasa yang mencolok. Dicontohkannya, penetapan lokasi Munas yang menyalahi keputusan Mukernas PBSI tahun lalu.
Selain itu, Icuk memandang jika Munas menyalahi aturan lantaran hampir bersamaan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. Dalam pandangannya, Munas bertentangan dengan ketentuan dalam AD/ART.
"Pada Mukernas PBSI 2011, Munas diagendakan berlangsung November 2012. Namun kenyataannya, malah dipercepat menjadi September. Itu jelas-jelas melanggar Surat Keputusan (SK). Bahkan, tim verifikasi dari PB PBSI juga sudah melampaui wewenang dengan menggugurkan pencalonan Marzuki Ali. Seharusnya, PB PBSI bisa lebih bijaksana," tutupnya. (esa/kny)
Dari 34 suara yang diperebutkan, Gita unggul dengan skor mencolok 31. Sedangkan pesaingnya, Icuk Sugiarto hanya meraih dua suara. Sedangkan satu sisa suara, merupakan abstain. Alhasil, dalam pemilihan yang berlangsung tertutup tersebut, Gita berhak melanjutkan tongkat estafet yang sebelumnya dipegang Joko Santoso.
Komposisi 34 suara tersebut, terdiri dari 33 suara yang berasal dari Pengurus Provinsi (Pengprov) dan satu lagi PB PBSI.
"Seolah-olah, Munas ini benar-benar dirancang untuk Pak Gita. Misalnya saja, tercermin dari waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan hari kelahirannya (21 September 1965)," ujar Icuk.
Selain itu, Icuk menyebutkan jika Yogyakarta merupakan Pengprov pengusung pencalonan pria berusia 47 tahun tersebut. Apalagi, Icuk menengarai adanya rekayasa yang mencolok. Dicontohkannya, penetapan lokasi Munas yang menyalahi keputusan Mukernas PBSI tahun lalu.
Selain itu, Icuk memandang jika Munas menyalahi aturan lantaran hampir bersamaan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau. Dalam pandangannya, Munas bertentangan dengan ketentuan dalam AD/ART.
"Pada Mukernas PBSI 2011, Munas diagendakan berlangsung November 2012. Namun kenyataannya, malah dipercepat menjadi September. Itu jelas-jelas melanggar Surat Keputusan (SK). Bahkan, tim verifikasi dari PB PBSI juga sudah melampaui wewenang dengan menggugurkan pencalonan Marzuki Ali. Seharusnya, PB PBSI bisa lebih bijaksana," tutupnya. (esa/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bulu Tangkis 14 Juni 2026 15:13Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
-
Bulu Tangkis 14 Juni 2026 11:48Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 Juli 2026 15:48Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
BERITA LAINNYA
-
bulutangkis 14 Juni 2026 15:13Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
-
bulutangkis 14 Juni 2026 11:48Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 1 Juli 2026 16:05Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Besok, Bisa Ditonton Live
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:50Momen Prabowo Lihat Teknologi Buatan Lokal di Pameran Bhayangkara
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:47Ledakan Besar Pabrik di Semarang, Getarannya Seperti Gempa
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:25Ledakan di Kawasan Industri Semarang, 1 Orang Tewas
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:55Ini Tarif Transjakarta Tanpa Subsidi Pemprov DKI
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:50Pemprov DKI Tanggung Subsidi Rp 9.000 Tiap Penumpang TransJakarta
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262754/original/060394700_1781846367-8677ccf5-a57b-4a33-8376-9a3312646325.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8783790/original/090714100_1782895626-IMG-20260701-WA0199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8785159/original/094446200_1782896146-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_15.36.06__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8783213/original/075395900_1782895348-IMG_20260701_132849.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
