
Bola.net - Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali harus puas menjadi runner up di Djarum Indonesia Open Super Series Premier (DIOSSP) 2012, Istora Senayan, Jakarta, Minggu (17/6).
Alhasil, raihan tersebut persis yang mereka ukir seperti di tahun 2011 silam. Namun sebelumnya, Tontowi/Liliyana harus menyerah di tangan ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan 22-20, 14-21 dan 9-21.
Tapi kali ini, mereka dipaksa mengakui keunggulan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dari Thailand.
Bermain di hadapan ribuan penonton yang hadir di Istora, mereka mendapat dukungan penuh. Namun sepertinya mereka tak bisa lepas dari tekanan. Tontowi/Liliyana menyerah 17-21, 21-17 dan 13-21.
“Kami mencoba untuk bermain sebaik mungkin. Karena, mungkin mereka berada di bawah tekanan, dan sepertinya mereka pun banyak melakukan kesalahan. Kami malah sama sekali tidak merasakan tekanan apa-apa,” ujar Udom Luangpethcharaporn, pelatih ganda campuran Thailand kepada Bola.net.
Pertemuan ini, merupakan keempat bagi mereka di seri kejuaraan yang digelar oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Dari tiga pertemuan awal, Tontowi/Liliyana selalu berhasil mengalahkan ganda yang kini di peringkat sembilan dunia tersebut. Meski menang, mereka berujar bahwa pertandingan ini menjadi pertandingan paling berat yang mereka alami.
“Ini menjadi salah satu pertandingan terberat kami. Karena, pemain Indonesia jauh lebih sulit di kalahkan dibanding pemain China. Pemain Indonesia memiliki skill yang bagus, sedangkan pemain China hanya kuat dan cepat saja. Setelah ini kami akan fokus untuk mempersiapkan diri ke Olimpiade, sehingga kami tidak akan bermain di Singapura,” ujar Sudket.
Sementara itu, Tontowi dan Liliyana mengakui bahwa mereka bermain di bawah performa. Sekaligus keduanya mengakui bahwa pasangan Thailand tengah berada di performa terbaik mereka.
“Kami sudah berusaha sebaik mungkin, penonton pun memberikan semangat yang sangat baik. Tetapi, hasilnya memang kami harus kalah. Kami malah terbawa permainan lawan,” ujar Liliyana.
Kekalahan ini pun sekaligus menjadi bahan introspeksi pasangan Indonesia ini untuk menghadapi Olimpiade London.
“Ini mungkin menjadi bahan introspeksi kami. Karena, sebelumnya kami berhasil menang di tiga turnamen berturut-turut,” katanya.
Dengan hasil ini, gelar DIOSSP 2012 berhasil diraih oleh atlet dari lima negara. China berhasil menjadi juara melalui Wang Xiaoli/Yu Yang yang menang 17-21, 21-9 dan 21-16 dari Zhao Yunlei/Tian Qing.
Korea meraih gelar juara melalui Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang unggul 23-21, 19-21 dan 21-11. India melalui Saina Nehwal yang mengalahkan Li Xuerui dari China, 13-21, 22-20 dan 21-19. Thailand melalui Sudket Prakamol/Saralee Thoungthongkam, dan Indonesia melalui Simon Santoso yang menang atas Du Pengyu 21-18, 13-21 dan 21-11. (esa/kny)
Alhasil, raihan tersebut persis yang mereka ukir seperti di tahun 2011 silam. Namun sebelumnya, Tontowi/Liliyana harus menyerah di tangan ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan 22-20, 14-21 dan 9-21.
Tapi kali ini, mereka dipaksa mengakui keunggulan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dari Thailand.
Bermain di hadapan ribuan penonton yang hadir di Istora, mereka mendapat dukungan penuh. Namun sepertinya mereka tak bisa lepas dari tekanan. Tontowi/Liliyana menyerah 17-21, 21-17 dan 13-21.
“Kami mencoba untuk bermain sebaik mungkin. Karena, mungkin mereka berada di bawah tekanan, dan sepertinya mereka pun banyak melakukan kesalahan. Kami malah sama sekali tidak merasakan tekanan apa-apa,” ujar Udom Luangpethcharaporn, pelatih ganda campuran Thailand kepada Bola.net.
Pertemuan ini, merupakan keempat bagi mereka di seri kejuaraan yang digelar oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Dari tiga pertemuan awal, Tontowi/Liliyana selalu berhasil mengalahkan ganda yang kini di peringkat sembilan dunia tersebut. Meski menang, mereka berujar bahwa pertandingan ini menjadi pertandingan paling berat yang mereka alami.
“Ini menjadi salah satu pertandingan terberat kami. Karena, pemain Indonesia jauh lebih sulit di kalahkan dibanding pemain China. Pemain Indonesia memiliki skill yang bagus, sedangkan pemain China hanya kuat dan cepat saja. Setelah ini kami akan fokus untuk mempersiapkan diri ke Olimpiade, sehingga kami tidak akan bermain di Singapura,” ujar Sudket.
Sementara itu, Tontowi dan Liliyana mengakui bahwa mereka bermain di bawah performa. Sekaligus keduanya mengakui bahwa pasangan Thailand tengah berada di performa terbaik mereka.
“Kami sudah berusaha sebaik mungkin, penonton pun memberikan semangat yang sangat baik. Tetapi, hasilnya memang kami harus kalah. Kami malah terbawa permainan lawan,” ujar Liliyana.
Kekalahan ini pun sekaligus menjadi bahan introspeksi pasangan Indonesia ini untuk menghadapi Olimpiade London.
“Ini mungkin menjadi bahan introspeksi kami. Karena, sebelumnya kami berhasil menang di tiga turnamen berturut-turut,” katanya.
Dengan hasil ini, gelar DIOSSP 2012 berhasil diraih oleh atlet dari lima negara. China berhasil menjadi juara melalui Wang Xiaoli/Yu Yang yang menang 17-21, 21-9 dan 21-16 dari Zhao Yunlei/Tian Qing.
Korea meraih gelar juara melalui Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang unggul 23-21, 19-21 dan 21-11. India melalui Saina Nehwal yang mengalahkan Li Xuerui dari China, 13-21, 22-20 dan 21-19. Thailand melalui Sudket Prakamol/Saralee Thoungthongkam, dan Indonesia melalui Simon Santoso yang menang atas Du Pengyu 21-18, 13-21 dan 21-11. (esa/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bulu Tangkis 9 Juni 2026 14:41Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 10 Juni 2026 04:57Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
BERITA LAINNYA
-
bulutangkis 9 Juni 2026 14:41Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
SOROT
-
Liputan6 10 Juni 2026 08:04Fee Proyek yang Banyak Menjerat Kepala Daerah
-
Liputan6 10 Juni 2026 07:56Wamenlu: Penyerahan Surat Kepercayaan Dubes Tradisi Diplomatik
-
Liputan6 10 Juni 2026 06:51Unggahan Viral Buka Jalan Pengungkapan Kasus Anak di Sukabumi
-
Liputan6 10 Juni 2026 06:30Top 3: Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 10 Juni 2026 06:17
Kasus Badal Haji Fiktif Terbongkar, Mukimin Ditahan Saudi
MOST VIEWED
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Nonton Live Streaming Pertandingan Babak Semifinal Indonesia Open 2026 Hari Ini, 6 Juni 2026
Gelar Juara Indonesia Open 2026 Lepas dari Genggaman, Raymond/Joaquin Dapat Pelajaran Berharga
Nonton Live Streaming Pertandingan Babak Final Indonesia Open 2026 Hari Ini, 7 Juni 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8147298/original/058961000_1781000251-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8194599/original/076894700_1781052604-Presiden_Prabowo_Terima_Surat_Kepercayaan_dari_9_Duta_Besar_Negara_Sahabat1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)

