
Bola.net - Tunggal pertama Simon Santoso gagal menyumbang angka pertama bagi Indonesia pada pertandingan terakhir penyisihan Grup A Piala Thomas setelah menyerah dua game langsung 10-21, 17-21 kepada andalan tuan rumah China, Lin Dan di di Wuhan Sport Complex Gymnasium, Selasa.
Hasil tersebut membuat Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari China yang difavoritkan mempertahankan gelar juara untuk kelima kalinya secara beruntun.
Lin Dan yang mendapat dukungan penuh sekitar 10.000 penonton di stadion berkapasitas 13.000 orang itu langsung unggul 5-1.
Tanpa banyak menemui kesulitan, juara Olimpiade Beijing 2008 itu semakin melaju 11-3 dan 16-7 dan meski Simon berhasil menambah angka, perolehan tersebut lebih banyak akibat kesalahan lawan.
Perlahan tapi pasti, Lin Dan kemudian menutup game pertama dengan skor 21-10 ketika bola net Simon melebar di sisi kanan lapangan.
Pada game kedua, Simon mulai bermain lebih tenang dan mampu memberikan perlawanan sengit meski akhirnya kemudian menyerah dengan skor akhir 17-21, setelah gagal saat mencoba permainan net.
Usai pertandingan, Simon yang sekarang menempati peringkat sembilan dunia dan merupakan peringkat tertinggi yang dimiliki Indonesia, mengakui bahwa Lin Dan tampil lebih baik dan siapa pun akan sulit mengalahkan peringkat dua dunia itu.
"Tapi saya berharap pada pertandingan perempat final, siapa pun lawan yang akan dihadapi, saya bisa tampil lebih baik lagi," kata Simon yang memiliki rekor menang-kalah 3-11 menghadapi Lin Dan.
Kondisi angin di stadion megah itu menurut Simon juga ikut mempengaruhi permainannya sehingga ia kalah dengan selisih cukup jauh pada game pertama.
"Saya belum bisa langsung beradaptasi dengan hembusan angin di stadion sehingga kalah cukup jauh, tapi pada game kedua saya mulai bisa menyesuaikan diri," katanya menambahkan. (ant/kny)
Hasil tersebut membuat Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari China yang difavoritkan mempertahankan gelar juara untuk kelima kalinya secara beruntun.
Lin Dan yang mendapat dukungan penuh sekitar 10.000 penonton di stadion berkapasitas 13.000 orang itu langsung unggul 5-1.
Tanpa banyak menemui kesulitan, juara Olimpiade Beijing 2008 itu semakin melaju 11-3 dan 16-7 dan meski Simon berhasil menambah angka, perolehan tersebut lebih banyak akibat kesalahan lawan.
Perlahan tapi pasti, Lin Dan kemudian menutup game pertama dengan skor 21-10 ketika bola net Simon melebar di sisi kanan lapangan.
Pada game kedua, Simon mulai bermain lebih tenang dan mampu memberikan perlawanan sengit meski akhirnya kemudian menyerah dengan skor akhir 17-21, setelah gagal saat mencoba permainan net.
Usai pertandingan, Simon yang sekarang menempati peringkat sembilan dunia dan merupakan peringkat tertinggi yang dimiliki Indonesia, mengakui bahwa Lin Dan tampil lebih baik dan siapa pun akan sulit mengalahkan peringkat dua dunia itu.
"Tapi saya berharap pada pertandingan perempat final, siapa pun lawan yang akan dihadapi, saya bisa tampil lebih baik lagi," kata Simon yang memiliki rekor menang-kalah 3-11 menghadapi Lin Dan.
Kondisi angin di stadion megah itu menurut Simon juga ikut mempengaruhi permainannya sehingga ia kalah dengan selisih cukup jauh pada game pertama.
"Saya belum bisa langsung beradaptasi dengan hembusan angin di stadion sehingga kalah cukup jauh, tapi pada game kedua saya mulai bisa menyesuaikan diri," katanya menambahkan. (ant/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bulu Tangkis 5 Mei 2026 13:47Update Ranking BWF 2026 Setelah Thomas Cup dan Uber Cup 2026
-
Bulu Tangkis 3 Mei 2026 12:12Hasil Lengkap Thomas Cup dan Uber Cup 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 11:57Ketika Ceko Tampilkan Gol 'Ala Pratama Arhan' di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
bulutangkis 9 Juni 2026 14:41Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 11:04Titik Demo BEM UI Hari ini, Hindari Bundaran HI dan Gedung DPR
-
Liputan6 12 Juni 2026 10:42Demo BEM UI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa
-
Liputan6 12 Juni 2026 08:05Mendikdasmen: MBG dan Papan Digital Dorong Motivasi Belajar
-
Liputan6 12 Juni 2026 07:52Surat dari Timur Indonesia yang Menghangatkan Istana
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257324/original/051052400_1781235764-20260612_102220.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257322/original/009538700_1781235764-20260612_102129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257141/original/061790500_1781226326-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_07.31.30__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257137/original/063160900_1781225524-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_07.31.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257133/original/086715000_1781224722-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_07.31.30__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4932591/original/073798700_1725012868-Ketua_DPR_RI_Puan_Maharani.jpg)
