
Bola.net - Chairman Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge rupanya masih dihantui kekalahan Bayern dari Chelsea di final Liga Champions. Rummenigge bahkan mengklaim bahwa rasa sakit Bayern kali ini lebih parah dari tahun 1999.
Laga final yang dihelat di stadion mereka sendiri Allianz Arena membuat Bayern diunggulkan jauh di atas Chelsea. Namun pertahanan The Blues yang tangguh membuat pertandingan berakhir imbang. Chelsea akhirnya merebut trofi setelah unggul di babak adu penalti.
Pertandingan itu sedikit banyak mirip dengan tahun 1999. Waktu itu, Bayern melawan wakil Inggris lainnya yaitu Manchester United. Bayern juga tampil dominan di laga itu namun akhirnya kalah oleh dua gol United di tambahan waktu babak kedua.
Rummenigge membandingkan dua kekalahan itu dan menyimpulkan bahwa kekalahan kali ini jauh lebih menyakitkan.
"Saat bangun tidur, pikiran pertama yang ada di kepala saya adalah tentang pertandingan itu," keluh Rummenigge. "Rasa sakit yang dialami klub kami begitu besar, lebih besar dari kekalahan saat melawan Manchester United di final 1999."
"Rasa-rasanya kekalahan ini akan menghantui kami untuk waktu yang lama. Namun saya kalah di dua final piala dunia pada 1982 serta 1986. Dari pengalaman saya, saya tahu bahwa waktu akan menyembuhkan luka kami." (espn/hsw)
Laga final yang dihelat di stadion mereka sendiri Allianz Arena membuat Bayern diunggulkan jauh di atas Chelsea. Namun pertahanan The Blues yang tangguh membuat pertandingan berakhir imbang. Chelsea akhirnya merebut trofi setelah unggul di babak adu penalti.
Pertandingan itu sedikit banyak mirip dengan tahun 1999. Waktu itu, Bayern melawan wakil Inggris lainnya yaitu Manchester United. Bayern juga tampil dominan di laga itu namun akhirnya kalah oleh dua gol United di tambahan waktu babak kedua.
Rummenigge membandingkan dua kekalahan itu dan menyimpulkan bahwa kekalahan kali ini jauh lebih menyakitkan.
"Saat bangun tidur, pikiran pertama yang ada di kepala saya adalah tentang pertandingan itu," keluh Rummenigge. "Rasa sakit yang dialami klub kami begitu besar, lebih besar dari kekalahan saat melawan Manchester United di final 1999."
"Rasa-rasanya kekalahan ini akan menghantui kami untuk waktu yang lama. Namun saya kalah di dua final piala dunia pada 1982 serta 1986. Dari pengalaman saya, saya tahu bahwa waktu akan menyembuhkan luka kami." (espn/hsw)
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 10 Juni 2026 04:57Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 10 Juni 2026 05:53Kisah Pilu Naura, Remaja Lampung yang Terlantar di Pati
-
Liputan6 10 Juni 2026 05:38Guru Besar UI Sampaikan Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim
-
Liputan6 9 Juni 2026 23:51Chatib Basri: Pelemahan Rupiah Dapat Picu Kenaikan Harga
-
Liputan6 9 Juni 2026 22:20Prabowo Dijadwalkan Bertolak ke Lampung Barat Besok
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8188280/original/015536600_1781045584-IMG_20260609_182448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5772719/original/047625200_1778675573-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8170070/original/040886200_1781025604-138792.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552735/original/089096600_1775823940-3771-2514-max.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8163339/original/069222900_1781018082-1000927478.jpg)
