10 Kejutan Terbesar Fase Grup Liga Champions 2012/13

10 Kejutan Terbesar Fase Grup Liga Champions 2012/13

Bola.net - - Di kompetisi seketat Liga Champions, membuat prediksi bukanlah sesuatu yang mudah. Kejutan hampir selalu ada, bahkan dimulai sejak putaran pertama. Musim ini pun tidak jauh berbeda dari musim-musim sebelumnya.

Banyak momen tidak terduga yang tersaji dari matchday perdana hingga matchday penutup babak awal.

Berikut ini 10 kejutan terbesar dari fase grup Liga Champions 2012/13.

Chelsea Tereliminasi

Chelsea Tereliminasi

AFP

Kejutan terbesar adalah tereliminasinya juara bertahan Chelsea dari kompetisi.

The Blues memiliki skuad yang berisikan sederet talenta papan atas, tapi mereka gagal mencetak gol dan bertahan dengan baik di saat-saat yang paling dibutuhkan.

Chelsea finis peringkat tiga setelah Juventus serta Shakhtar Donetsk di Grup E dan menjadi juara bertahan Liga Champions pertama yang kandas di babak awal.

Mengingat baru enam bulan lalu mereka mengangkat trofi di Munich, pencapaian ini sungguh jauh di luar dugaan.

Celtic Lolos ke 16 Besar

Celtic Lolos ke 16 Besar

AFP

Mengetahui Celtic mendapat satu tempat di babak 16 besar bahkan lebih sukar dipercaya dibandingkan melihat Dortmund menjuarai Grup D.

Setelah melewati rintangan di kualifikasi tiga dan babak playoff, Celtic lolos dari grup sulit, yang juga dihuni oleh raksasa Spanyol, Barcelona, dengan keberanian serta kepercayaan diri luar biasa.

Neil Lennon sampai menyebut kelolosan Celtic sebagai malam terbaik sepanjang kariernya sebagai manajer di klub Skotlandia tersebut.

Dortmund Juarai Grup D

Dortmund Juarai Grup D

AFP

Pada awalnya, bukan Borussia Dortmund yang difavoritkan untuk tempat pertama di Grup D, Group of Death yang berisikan empat kampiun dari empat liga top Eropa. Namun, sang jawara Bundesliga memutarbalikkan semua perkiraan dengan cara yang luar biasa.

Kemenangan 1-0 atas Ajax di kandang sendiri ternyata menjadi awal penegasan nama mereka sebagai ancaman yang sangat nyata di kompetisi ini.

Setelah menaklukkan Real Madrid dan Manchester City serta membukukan hasil imbang di markas kedua raksasa tersebut, tak ada lagi yang meragukan kapasitas Dortmund untuk berbicara banyak di Eropa.

Dortmund lolos dari 'neraka' dengan mengungguli para jawara.

Celtic Menaklukkan Barcelona

Celtic Menaklukkan Barcelona

AFP

Kemenangan Celtic atas Barcelona merupakan kesuksesan paling luar biasa yang dicatatkan oleh sebuah tim di fase grup Liga Champions musim ini. Bahkan, bisa dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah persepakbolaan Eropa.

Meski bermain di hadapan publik sendiri, Celtic tetap inferior di hadapan keperkasaan Blaugrana, yang datang dengan modal 23 kemenangan dari 27 laga terakhirnya di semua kompetisi serta tak terkalahkan di La Liga.

Berdasarkan data yang dirangkum WhoScored, Barcelona mendominasi semua unsur statistik yang ada, dari ball possession (84% : 16%), pass completion (91% : 61%), total shots (25 : 5), shots on target (8 : 3), hit woodwork (2 : 0), blocked shots (7 : 1) hingga attacking corners (7 : 2).

Namun, pasukan Tito Vilanova hanya kalah di satu poin, yaitu gol yang tercipta, dan Celtic Park pun berpesta.

City Tersingkir Tanpa Kemenangan

City Tersingkir Tanpa Kemenangan

AFP

Awalnya, kita semua tahu bahwa City, yang datang dengan mengusung status sebagai juara Inggris, bakal kesulitan ketika ditempatkan satu grup bersama tiga juara liga top Eropa lainnya. Namun, saat itu, pasukan Roberto Mancini tetap difavoritkan lolos ke babak 16 besar.

Real Madrid dan Borussia Dortmund memang kuat, tapi Ajax diyakini takkan membuat City kesulitan. Selain itu, City selalu bermain memuaskan di Etihad dan kekuatan mereka telah meningkat sejak memenangi Premier League musim sebelumnya.

Satu tiket knockout diyakini bakal jadi milik City - hingga akhirnya mereka turun ke arena.

City menelan kekalahan di semua partai away-nya, tak sekali pun menang hingga matchday 6, dan finis di bawah Ajax, di dasar grup neraka.

Malaga Melenggang Tanpa Kekalahan

Malaga Melenggang Tanpa Kekalahan

AFP

Malaga dipandang sebagai tim yang berpotensi merusak duopoli Barcelona dan Real Madrid di La Liga musim ini, tapi ada sedikit keraguan terhadap Malaga di pentas Eropa, apalagi ada AC Milan dalam grup mereka.

Malaga memang sudah kehilangan playmaker Santi Cazorla, yang hijrah ke Arsenal, tetapi barisan tengah Malaga ternyata tetap kuat dengan dihuni sejumlah talenta berbakat.

Malaga melalui keenam partai di fase grup tanpa terkalahkan meski mengistirahatkan beberapa pemain kuncinya di dua fixture pamungkas melawan Zenit dan Anderlecht.

Malaga menyabet posisi juara grup dan termasuk satu dari empat tim yang lolos ke babak 16 besar dengan status undefeated. Tidak ada yang memperkirakan bahwa sepak terjang Malaga bakal sehebat ini sebelum turnamen digelar.

Zenit Jatuh Dengan Spektakuler

Zenit Jatuh Dengan Spektakuler

AFP

Zenit menebar ancaman ketika menggelontorkan 64 juta Poundsterling untuk menggaet Hulk dan Axel Witsel di bursa transfer musim panas.

Zenit berharap kedua amunisi baru itu dapat meningkatkan kekuatan lini depan mereka agar bisa bersaing di Eropa sekaligus mendongkrak kredibilitas persepakbolaan Rusia.

Namun, kenyataan tak seindah harapan.

Zenit jatuh di fase grup dan terlempar ke Liga Europa. Seolah belum cukup mengenaskan, kini salah satu amunisi baru mereka, Hulk, bahkan mengutarakan niatnya untuk hengkang.

Shakhtar Donetsk Ternyata Berbahaya

Shakhtar Donetsk Ternyata Berbahaya

AFP

Seperti halnya PSG, Shakhtar Donetsk juga termasuk tim yang tidak mudah diruntuhkan, kuat dalam serangan balik, dan memiliki sejumlah pemain muda bertalenta hebat.

Tidak banyak yang memperkirakan bahwa Shakhtar cukup kuat untuk menyingkirkan juara bertahan Chelsea dari persaingan sekaligus menjejakkan kaki di babak 16 besar.

Namun, itulah yang terjadi.

Sang jawara Ukraina memang gagal finis sebagai juara grup setelah ditaklukkan Juventus di matchday pamungkas, tapi ada satu hal yang tak bisa dibantah. Kini, Eropa harus mengakui bahwa Shakhtar adalah tim yang sangat berbahaya, yang sanggup menyerang lawan dari setiap penjuru lapangan.

PSG Lolos Tanpa Masalah

PSG Lolos Tanpa Masalah

AFP

Meski sudah belanja besar di bursa transfer musim panas, PSG mengawali kompetisi domestik dengan cara yang kurang mengesankan. PSG winless di tiga partai awal Ligue 1 dan membuat orang bertanya-tanya apakah mereka benar-benar bisa berbicara banyak di Liga Champions musim ini.

Skuad PSG berkualitas dan dihuni sejumlah pemain kaya pengalaman serta bermental juara. Hanya saja, ada kekahawatiran performa lambat PSG di ajang lokal menular ke pentas Eropa.

Namun, ternyata PSG menunjukkan wajah yang berbeda. Mereka memenangi lima dari enam pertandingan di fase grup dan finis sebagai juara Grup A.

BATE Borisov Meruntuhkan Bayern Munich

BATE Borisov Meruntuhkan Bayern Munich

AFP

Sang wakil Belarusia dinilai takkan bisa berbuat banyak di Liga Champions 2012/13, terutama setelah mereka bersusah payah hanya untuk masuk ke fase grup.

BATE harus terlebih dahulu melewati kualifikasi kedua dan ketiga serta playoff untuk mencapai putaran utama. Mereka memainkan enam pertandingan sebelum masuk ke arena yang sama dengan Bayern Munich dan Valencia.

Menjamu sang raksasa Bavaria, BATE sama sekali tidak diunggulkan. Namun, BATE mengejutkan Eropa. Mereka menang 3-1 dan menciptakan salah satu momen paling tidak terduga di turnamen ini.

BATE memang akhirnya gagal melangkah ke babak 16 besar, tapi kemenangan atas Bayern sudah tercatat dengan indah di dalam buku sejarah mereka.

Berita Terkait