5 Hal Yang Harus Dibenahi Tim Spanyol

19-06-2012 12:18

 | Jesus Navas

Bola.net - Oleh: Dimas Ardi


Sang juara bertahan Euro, Spanyol, seperti yang diperkirakan sebelumnya, akhirnya lolos menuju babak perempat final setelah mengalahkan Kroasia dengan skor tipis 1-0. Namun, kemenangan itu harus didapat dengan susah payah. Spanyol bermain kurang meyakinkan.

Gol dari winger Sevilla Jesus Navas dua menit sebelum pertandingan berakhir mengunci kemenangan bagi timnya. Namun sebelum gol itu datang, Spanyol cukup kesulitan menghadapi serbuan sang lawan. Kroasia mampu beberapa kali mengancam gawang mereka.

Pertandingan itu cukup genting bagi kroasia, mengingat satu gol saja dapat membawa mereka lolos ke babak selanjutnya. Sementara Spanyol hanya membutuhkan 1 poin untuk lolos ke babak selanjutnya. Itulah yang menyebabkan Spanyol hanya fokus memainkan ball possession dan mereduksi serangan-serangan Kroasia.

Tetapi, kurangnya agresifitas mereka di area pertahanan lawan dan hilangnya konsentrasi saat bertahan suatu saat akan membawa tim ini merasakan akibatnya. Terutama jika mereka nanti berhadapan dengan lawan macam Jerman, Italia atau Prancis.

Inilah 5 hal yang harus segera dibenahi oleh tim Spanyol sebelum memainkan pertandingan mereka di babak perempat final melawan salah satu diantara tim Prancis, Inggris atau Ukraina.

1. Lebih Agresif
Spanyol benar-benar terlalu pede sebelum menghadapi Kroasia. Tim ini perlu mengubah sikapnya di pertandingan selanjutnya jika mereka ingin mempertahankan titel juaranya. Serangan yang dibangun tim ini kurang agresif, dan para pemain bermain layaknya partai ini adalah partai yang biasa-biasa saja. Mereka sepertinya cukup puas dengan hanya bermain umpan kesana-kemari dan hanya mengandalkan kelengahan lawan untuk mendapatkan kesempatan menyerang.

Hal ini benar-benar mampu dimanfaatkan oleh Kroasia yang memiliki kesempatan untuk mengorganisir pertahanannya. Mereka mampu meredam serangan-serangan yang dilancarkan tim Spanyol. Hal itu juga memberi beberapa kesempatan pada Kroasia untuk melancarkan serangan balik yang membahayakan dan memberi mendikte tempo permainan ketika mereka menguasai bola.

Saat babak perempat final nanti, Vicente Del Bosque harus membuat para pemainnya lebih agresif namun tetap waspada pada serangan balik lawan.

2. Tempo Permainan
Satu hal yang tak dapat dilakukan Spanyol ketika melawan Kroasia adalah meningkatkan irama tempo permainan.

Setiap kali mereka mencoba menyerang, tim ini selalu bergantung pada pergerakan satu pemain saja, walaupun banyak rekan satu tim yang juga berada di daerah pertahan lawan. Tentu saja Kroasia dengan mudah mampu menangkalnya. Barisan pertahanan Kroasia memiliki kesempatan untuk mengatur posisi mereka, dan segera menutup semua ruang gerak barisan depan tim Matador.

Jika suatu saat Spanyol bertemu dengan tim yang menerapkan sistim bertahan yang berlapis-lapis, mereka harus lebih meningkatkan kemampuan mereka untuk menaikkan tempo pertandingan dan menyerang lawan sebelum mereka sempat mengorganisir pertahanannya kembali.

3. Shooting
Spanyol harus lebih sering melepaskan tembakan ke gawang lawan. Jika tidak, mereka mungkin akan sedikit saja mendapatkan kesempatan mencetak gol. Saat melawan Kroasia, mereka hanya menunggu untuk mendapatkan kesempatan yang benar-benar pas untuk menembak. Contohnya Sergio Busquets yang mendapatkan ruang tembak yang cukup bagus namun ia justru tak menggunakan kesempatan tersebut.

Jika nantinya Spanyol mendapatkan kesempatan menembak di dalam kotak penalti lawan, mereka harus segera memaksimalkannya. Jika saat berlaga di Gdansk nanti mereka urung melakukannya, masalah besar akan datang menghampiri mereka.

4. Bertahan
Dari permainan yang diterapkan tim Spanyol ini, kelemahan yang ada pada penempatan posisi para pemain bertahan dan seringnya mereka kehilangan konsentrasi dapat mengakhiri kiprah mereka di Euro kali ini. Para bek kanan dan kiri seringkali naik terlalu jauh meninggalkan area pertahanan mereka sendiri. Hal ini tentunya segera dimanfaatkan para lawan-lawannya. Mario Mandzukic, Ivan Rakitic, Luka Modric dan Ivan Parisic acapkali menembus barisan benteng Matador melalui area kanan dan kiri ini.

Ruang yang diberikan para pemain bertahan Spanyol terhadap para pemain Kroasia cukup lebar. Hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Kroasia, seperti momen kala Modric memberi umpan manis ke dalam kotak penalti yang disambut dengan sundulan Ivan Rakitic. Beruntung sundulan itu belum mampu menemukan sasarannya.

Para bek sentral Spanyol harus berhenti melihat ke arah bola. Jika tidak mereka akan kecolongan oleh aksi para pemain depan lawan. Terutama jika nanti menghadapi tim yang barisan depannya lebih hebat dari barisan depan Kroasia. Tendangan voli dari Perisic adalah salah satu contoh kelengahan para bek tengah yang cukup fatal. Hal ini tidak boleh terjadi lagi.

5. Taktik
Vicente Del Bosque mungkin berpikir bahwa jika timnya bermain tanpa seorang striker maka serangan-serangan yang dilancarkan timnya akan semakin mudah mengalir. Serbuan para gelandang dari lini tengah akan membuat serangan tim Matador semakin susah diprediksi. Jika pola 4-6-0 ini adalah pola yang akan terus dipakainya, maka pola ini harus dimatangkan lebih dulu melalui latihan-latihan yang ekstensif. Jika tidak, maka tim ini harus bermain dengan seorang striker di lini depan.

Intinya adalah, tim Spanyol harus membenahi taktik mereka jika mereka ingin terus melaju hingga partai final dan mempertahankan gelar juara mereka. (bola/bola)

Tag euro 2012

JESUS NAVAS: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA