5 Hal Yang Membuat Italia Menang Atas Irlandia

19-06-2012 15:30

 | Antonio Cassano

Bola.net - Oleh: Gregorius Prasfanisetia

Italia patut berbangga karena pada akhirnya lolos dari Grup C.

Laga final Grup C Euro 2012 semalam diwarnai perjuangan keras. Italia membuktikan kelasnya dengan membungkam Republik Irlandia 2-0. Hasil raihan ini membawa tim Azzurri melenggang ke perempat final, bersama dengan Spanyol yang juga berhasil menang atas Kroasia.

Selisih dua gol yang diraih membuat tim asuhan Cesare Prandelli berada dalam posisi aman. Namun, sebelum peluit akhir berbunyi dalam laga Spanyol melawan Kroasia, Italia masih belum memastikan lolos di grup.

Gol Antonio Cassano dan Mario Balotelli sangat brilian. Penampilan Andrea Pirlo di lini tengah pun juga sangat memukau. Berikut ini adalah 5 faktor penting yang membuat Italia mampu mengalahkan Irlandia.

1. Formasi Italia Sangat Fleksibel
Andrea Barzagli, Ignazio Abate, dan Federico Balzaretti adalah wajah baru di lini belakang yang diturunkan Prandelli. Sementara itu, Danielle De Rossi dikembalikan ke lini tengah dan Thiago Motta menempati posisi gelandang serang bersama dengan Andrea Pirlo sebagai pengatur serangan.

Strategi formasi 4-3-1-2 atau 4-1-3-2 merupakan ciri khas Italia. Formasi ini mengandalkan pertahanan yang kuat dan striker yang bisa bermain di posisi-posisi penting.

Andrea Pirlo masih tetap menjadi kunci tim Italia di lapangan dalam mengatur serangan.

Formasi tersebut menurut pelatih Cesare Prandelli merupakan strategi yang efisien, taktis dan fleksibel untuk menghadapi lawan. Hal inilah yang membuat Italia menang atas Irlandia.


2. Banyaknya Pilihan di Lini Depan
Italia memiliki banyak pilihan striker bertalenta sebagai starter. Ini yang membuat formasi Italia menjadi teka teki bagi lawan-lawannya.

Antonio Cassano membuka gol Italia lewat sundulan jarak dekat ke arah gawang Shay Given. Sepuluh menit sebelumnya, Cassano berhasil mengacak-acak pertahanan Irlandia. Sementara itu Mario Balotelli menambah gol kedua dengan sangat brilian lewat tendangan voli menjelang berakhirnya pertandingan.

Siapapun akan beranggapan bahwa pelatih Cesare Prandelli merasa nyaman dengan stok striker-strikernya.


3. Banyaknya Pilihan di Lini Belakang
Andrea Barzagli, Ignazio Abate, dan Federico Balzaretti yang diturunkan pertama kali melawan Irlandia, merupakan tiga bek yang bisa bermain dengan baik.

Giorgio Chiellini yang diganti Leonardo Bonucci di babak kedua karena cedera juga membawa kemudahan bagi tim dalam berkoordinasi.

Sementara itu Daniele De Rossi geser ke lini tengah. Sebelumnya Rossi bermain sangat bagus di bagian pertahanan.

Mereka menampilkan bentuk pertahanan yang solid bagi Italia. Dan sekali lagi, Cesare Prandelli merasa nyaman dengan pemain-pemainnya.

4. Faktor Buffon
Kiper Italia Gianluigi Buffon tidaklah terlalu sibuk di laga tadi malam. Tetapi kiper 34 tahun ini membuktikan dirinya masih bisa menahan serangan Irlandia ke arahnya.

Beberapa pemain Irlandia mencoba menjebloskan bola ke arahnya. Sebut saja tembakan membelok Keith Andrews di menit 79 dan sontekan tumit Damien Duff lewat tendangan bebas di luar kotak penalti.

Tak diragukan lagi, pengalaman dan jam terbang Buffon memainkan peran penting bagi Italia untuk lolos dari fase grup.


5. Jantung Timnas Italia
Pemain tengah Andrea Pirlo mungkin satu-satunya pemain yang bisa menyaingi Gianluigi Buffon di tim Italia.

Pemain tengah berusia 33 tahun ini membawa Juventus ke puncak scudetto di musim lalu. Dengan menyandang titel Bianconeri, tidak serta merta mengecilkan perannya dalam skuad Azzurri. Semalam, dia menyumbang dua assist dan keduanya merupakan tendangan pojok. Dia selalu mengambil peranan dalam setiap gol Italia di turnamen ini.

Di usia 33, dia tidaklah sama dengan pemain-pemain yang seusianya, tetapi umpan-umpannya, visi bermain dan distribusi bola membuatnya sebagai pemain berkelas dunia. Pirlo, pemain tengah Azzurri yang sangat penting yang pernah dimiliki.


Irlandia Benar-Benar Kewalahan

Irlandia sejatinya menunjukkan kehebatannya di ajang Euro 2012 tadi malam. Tapi bagaimanapun juga, kekalahan melawan Italia tetap membuat mereka harus pulang.

Di 20 menit menjelang pertandingan berakhir, Irlandia mengumpulkan sembilan tembakan yang kesemuanya dapat diatasi Buffon dengan baik. Sebaliknya, Italia membombardir Shay Given dengan 26 tembakan.

Statistik Irlandia pada Euro 2012 kali ini agak menyedihkan. Tercatat satu gol berbanding sembilan kali kebobolan mengantar mereka pada tiga kekalahan beruntun. Tanpa kemenangan dan tanpa poin.

Walaupun begitu ada berita menarik untuk Irlandia, pendukungnya merupakan fans terbaik selama turnamen. Mereka bisa menenggelamkan suporter lawan dan membuat merinding para pendukung dengan menyanyi penuh semangat. (kpl/bola)


ANTONIO CASSANO: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA