6 Fakta Tentang Prancis Saat Melawan Swedia

20-06-2012 17:05

Bola.net - Kemenangan 2-0 Swedia Atas Prancis semalam cukup mengejutkan banyak pihak. Gol Zlatan Ibrahimovic dan Sebastian Larsson memang tak berpengaruh bagi Swedia karena tim ini sebelumnya memang dipastikan telah gugur dari ajang Euro 2012. Namun di sisi lain, hasil ini mengundang awan kelabu bagi Prancis. Kekalahan tersebut membuat Prancis menempati posisi runner-up grup D. Prancis pun terpaksa harus menghadapi Spanyol di fase knock-out!

Berikut beberapa fakta tentang Prancis dari pertandingan melawan Swedia dini hari tadi :


1. Blunder Taktik Laurent Blanc

Keputusan sang pelatih untuk menduetkan Yann M'Villa dan Alou Diarra di lapangan tengah dan memasukkan Hatem Ben Arfa di barisan depan Prancis terbukti gagal. Usahanya memainkan Florent Malouda pun juga sama gagalnya.

Duo M'Villa dan Diarra sama-sama bertipe bertahan, dan hanya menyisakan Samir Nasri yang bekerja sendirian mengkreasi permainan tim Les Bleus. Sementara Hatem Ben Arfa yang bersinar bersama Newcastle United malah tampil mengecewakan.

Keputusan Blanc untuk mengistirahatkan Yohan Cabaye yang cedera memang keputusan yang pintar, namun, pemilihan pemain penggantinya yang buruk berdampak negatif bagi tim. Blanc setidaknya bisa memasang Marvin Martin untuk menemani Samir Nasri ketimbang memilih Ben Arfa.

Prancis mungkin akan bermain lebih efektif jika Blanc memilih pemain-pemain tersebut. Dan tentunya akan menghindarkan Prancis dari pertemuan dengan tim kuat Spanyol.


2. Prancis Lebih Baik Tanpa Philippe Mexes

Mexes mendapatkan kartu kuning keduanya saat menghadapi Swedia. Itu berarti dia akan absen dalam laga selanjutnya melawan Spanyol. Dan hal ini memang sepertinya cukup bagus bagi Prancis. Mengapa? Karena dialah yang menjadi titik lemah dalam pertahanan tim Les Bleus. Masih ada Koscielny di bangku cadangan yang bisa menjadi pilihan yang lebih baik dari Mexes, dan Alou Diarra pun jika dibutuhkan dapat bermain lebih ke belakang sebagai bek tengah.

Koscielny menjalani musim lalu dengan sukses. Dia telah jauh berkembang di bawah arahan Arsene Wenger. Tekel-tekelnya solid dan penempatan posisinya bagus. Hal ini semakin ditunjang pula dengan kecepatan lari yang dimilikinya. Sementara Diarra telah menunjukkan penampilan yang kokoh dan stabil selama pergelaran Euro 2012 ini.


3. Hugo Lloris Harus Menjaga Performa Apiknya

Kiper ini melakukan beberapa penyelamatan gemilang saat melawan Swedia. Prancis bisa saja kebobolan lebih banyak gol jika bukan karena jasa pemain yang satu ini. Tugas berat akan menantinya di partai melawan Spanyol.

Tim Spanyol merupakan tim dengan daya serang yang luar biasa dan sangat mematikan. Mereka akan menjadi lawan yang akan sangat sulit dihadapi oleh barisan pertahanan tim Prancis. Spanyol tentu akan mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya demi mengalahkan Prancis, begitu pula di kubu Prancis. Hugo Lloris akan mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya demi menghalau setiap terjangan tim Matador.


4. Mainkan Jeremy Menez Sejak Awal
Sejauh ini, Laurent Blanc telah menurunkan 3 pemain yang berbeda untuk menemani Benzema dan Ribery di lini depan. Mereka adalah Florent Malouda, Jeremy Menez dan Hatem Ben Arfa. Hanya satu yang mampu tampil mengesankan yaitu Menez. Dia mencetak satu gol saat menghadapi Ukraina dan hampir saja mencetak gol keduanya saat diturunkan melawan Swedia semalam.

Penampilan Florent Malouda tak berdampak signifikan bagi tim Prancis. Dia bahkan terlalu mudah kehilangan bola saat melawan Swedia. Penampilan Ben Arfa juga sama buruknya. Dia beberapa kali mencoba tendangan jarak jauh, namun tak ada satupun yang menemui sasaran.

Menez jelas lebih baik dari keduanya. Dia akan mampu berbuat lebih banyak bagi tim Les Bleus ketika menghadapi tim Spanyol nanti.


5. Perbaiki Skema Counter Attack Prancis
Prancis terus berusaha menyerang gawang Swedia sepanjang pertandingan. Namun mereka selalu gagal menembus ketatnya pertahanan bek-bek Swedia. Bahkan ketika pertahanan Swedia sedikit longgar karena mereka terlalu fokus menyerang, Prancis masih saja gagal menembus pertahanan Swedia.

Prancis sangat lambat dalam melakukan serangan balik. Hal ini memudahkan barisan pertahanan Swedia mudah mematahkan serangan-serangan mereka. Prancis harus berusaha lebih keras lagi meningkatkan kualitas serangan balik mereka dan harus dapat memaksimalkan setiap peluang sekecil apapun yang mereka dapatkan.

Les Bleus memiliki kualitas untuk dapat menciptakan berbagai peluang mencetak gol yang mereka inginkan, namun hal itu harus ditunjang dengan keefektifitasan tim mereka dalam melakukan serangan balik.


6. Kiprah Prancis Bakal Terhenti di Perempat-final
Prancis memiliki banyak pekerjaan rumah untuk diselesaikan, terutama pada lini pertahanan dan lini serang mereka agar dapat menyaingi Spanyol. Namun pada akhirnya perjuangan Prancis akan sia-sia. Spanyol akan memulangkan Les Bleus balik ke kandangnya.

Barisan pertahanan Prancis mungkin dapat bertahan dari serbuan-serbuan tim Spanyol, tapi hal itu tidak akan berlangsung lama. Pada akhirnya gawang mereka akan dijebol juga oleh tim Matador. Prancis akan mempu memberikan perlawanan melalui serangan-serangan baliknya, tapi sayang, serangan-serangan ini tidak akan mampu menembus benteng pertahanan Spanyol. Ketidak-efektifan mereka dalam menyerang balik akan berakibat fatal.

Namun, segalanya masih bisa berbalik, jika Prancis segera berbenah dari sekarang. (kpl/bola)


ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA