6 Negara Mantan Juara dan 2 yang Penasaran

20-06-2012 18:00

Bola.net -


Oleh: Indra Pramana


Selama 12 hari dan 24 pertandingan yang telah dilewati hingga akhirnya menuju babak perempat final dengan sistem knock out / gugur, akhirnya kita mengetahui negara-negara mana saja yang mampu lolos dari perjuangan berat di fase grup. Ada 8 negara yang akan melanjutkan perjuangan selanjutnya untuk selangkah lebih dekat menuju podium juara Euro 2012 di Polandia dan Ukraina, sementara 8 negara lainnya harus pulang dan duduk sebagai penonton sambil meratapi penyesalan.



Sedikit kembali membaca sejarah perhelatan Euro, perlu kita ketahui jika di babak ini juara bertahan Euro 2008 yaitu Spanyol juga akan bertemu dengan mantan-mantan juara Euro tahun-tahun sebelumnya, ada negara Yunani (2004); Prancis (2000); Jerman (1996); Republik Ceko (1976); dan Itali (1968). Untuk 2 negara peserta lainnya yaitu Portugal adalah Runner-up Euro 2004 dan Inggris yang pernah mencicipi peringkat ke-3 di tahun 1968.

Jika kita menilik sejarah juara dan yang hampir menjadi juara, maka dapat diperkirakan negara manakah yang paling penasaran untuk dapat meraih piala Henri Delaunay ini, negara Portugal hampir saja mendapatkan gelar juara terlebih lagi ketika perhelatan Euro diselenggarakan di negaranya, namun diluar dugaan Yunani dengan sepakbola pragmatisnya mampu merengkuh piala itu. Inggris lebih menderita lagi, meskipun pernah menjadi tuan rumah Euro di tahun 1996, gelar juara yang mereka idam-idamkan ternyata tak kunjung datang jua dan justru Jerman-lah yang berhasil menggelar pesta di negara mereka.



Stadion nasional Polandia (Warsaw) akan menggelar pertandingan pertama dimana Republik Ceko sebagai juara grup A berhadapan dengan Portugal sebagai runner-up grup B. Penampilan impresif yang ditunjukkan Ceko benar-benar diluar dugaan, setelah mengalami kekalahan telak di pertandingan awal oleh Rusia dengan skor 1-4 untuk selanjutnya negara ini bangkit dengan kemenangan 2-1 melawan Yunani dan 1-0 ketika menghancurkan harapan tuan rumah Polandia.

Hal serupa juga dialami oleh Portugal, dikalahkan oleh Jerman dipertemuan pertama 0-1, kemudian Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan bangkit untuk meraih 2 kemenangan berturut-turut atas Denmark 3-2 dan Belanda 2-1, kredit khusus bagi Portugal karena mereka yang dianggap under dog ternyata mampu membuat Belanda sebagai unggulan harus pulang dengan tangan hampa tanpa kemenangan.



Status negara Jerman sebagai unggulan juara semakin meningkat melihat catatan 100% kemenangan mereka di semua pertandingan grup B, dan Jerman adalah satu-satunya negara yang berhasil meraih poin sempurna 9 dibandingkan negara kontestan lainnya, dan ini juga berarti Jerman tidak terkalahkan sejak babak kualifikasi. Yunani sebagai lawan Jerman nanti bukannya tanpa perlawanan, meskipun sempat menuai hasil yang kurang meyakinkan, imbang di pertemuan pertama dengan Polandia kemudian kalah dari Republik Ceko, namun mereka bangkit dan berhak lolos sebagai peringkat ke-2 grup A setelah mengalahkan Rusia 1-0.

Di pertandingan terakhir itu dapat dilihat jika Yunani sepertinya ingin mengulang gaya permainan mereka ketika menjuarai Euro di tahun 2004, dengan melakukan pertahanan serapat mungkin namun efektif dalam penyelesaian ketika ada kesempatan melakukan serangan balik.


Di pertemuan terakhir Spanyol vs Prancis dalam even internasional, lebih tepatnya terjadi ketika Piala Dunia tahun 2006 dimana hasil akhir lebih berpihak kepada pasukan Les Blues-Prancis. Namun kali ini Spanyol sebagai juara bertahan lebih diunggulkan jika melihat hasil-hasil pertandingan mereka di babak penyisihan grup C, hasil imbang ketika berhadapan dengan Itali 1-1 dilanjutkan dengan kemenangan yang menyakinkan atas Republik Irlandia 4-0 dan 1-0 di pertemuan terakhir grup ketika berhadapan dengan Kroasia.

Sebenarnya Prancis juga merupakan salah satu favorit di Euro kali ini, namun setelah kekalahan 0-2 atas Swedia yang sudah pasti tidak dapat melanjutkan perjuangannya di Euro nampaknya masih banyak perbaikan yang harus dilakukan Laurent Blanc dan pasukan Ayam Jantan-nya terutama di sektor pertahanan.


Cukup sulit untuk memetakan peluang 2 negara yang akan bertemu di partai terakhir perempat-final ini, Inggris sebagai juara grup D akan berhadapan dengan Itali sebagai runner-up grup C. Penampilan yang kurang meyakinkan dari Inggris ketika berhadapan dengan Prancis sedikit banyak menjadi tolak ukur titik kelemahan mereka, ketika menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lawan, Inggris seperti tidak mampu berjuang naik untuk balik menekan, namun kemenangan atas Swedia dan Ukraina membuat catatan Inggris sedikit lebih baik daripada lawan mereka nanti.

Italy bermain di Euro kali ini dengan banyak kejutan, diperkirakan akan menjadi ajang latihan pasukan Matador ternyata mereka mampu mengimbangi permainan dan membuat Spanyol tidak dapat memonopoli penguasaan bola, hasil seri di pertandingan kedua sedikit mengecewakan pendukung Gli Azzurri karena di atas kertas mereka lebih diunggulkan, dan akhirnya kemenangan berhasil diperoleh ketika melawan negara yang sudah pasti angkat koper di grup C ini. (ip)


 

(kpl/bola)

ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA