6 Titik Lemah Inggris Yang Harus Dibenahi Opa Roy

15-06-2012 20:01

 | Steven Gerrard

Bola.net -



Sentuhan sang Opa di pertandingan pembuka Inggris melawan Prancis sangat kental terlihat. Tim Inggris tampil terorganisir menjadi satu tim yang kompak yang mampu menahan tim lawan dan akhirnya mendapatkan hasil yang bisa dikatakan krusial bagi tim Inggris.

Hasil imbang 1-1 tersebut merupakan hasil dari perjuangan yang gigih. Gaya bermain yang disiplin, menyatu sebagai tim dan penuh dengan antusiasme jelas terlihat malam itu. Hal itu pula yang membuat Hodgson menerima banyak pujian dari berbagai pihak, terutama dari para fans Inggris.



Tapi di lain sisi, tidak semua pihak memuji penampilan Inggris. Michael Ballack salah satunya. Ballack sama sekali tidak terkesan dengan penampilan Inggris malam itu. Namun, apapun yang terjadi, hasil akhirnyalah yang terpenting.



Menjelang laga melawan Swedia, tugas yang akan dihadapi Roy Hodgson akan semakin kompleks. Kemenangan melawan Swedia akan sangat vital. Namun, ada hal yang lebih memerlukan perhatian sekarang, yaitu mengenai performa tim Inggis itu sendiri.



Melawan Swedia dengan pertahanan yang terorganisir, apakah Inggris memiliki daya kreatifitas yang dibutuhkan untuk mencetak gol dari skema permainan terbuka, tanpa harus meninggalkan lubang di sisi pertahanan mereka sendiri?



Berikut ini 6 hal yang harus diperbaiki oleh opa Roy Hodgson:
 


  1. Temukan Cara Untuk Memaksimalkan Ashley Young





Dalam skema permainan 4-4-2 atau 4-4-1-1, Ashley Young memegang peranan penting. Tanpa pressing ketat, Inggris dapat memainkan skemanya sesuai dengan yang mereka inginkan. Maksud dari taktik itu sendiri sebenarnya adalah untuk mengimbangi skema lawan, menguasai bola sebanyak mungkin, dan memaksimalkan kecepatan para pelari-pelari cepat mereka, termasuk Ashley Young saat melakukan counter-attack.



Kecepatan dan pergerakannya yang sukar ditebak membuatnya sangat cocok dalam skema permainan ini. Tapi yang terjadi di pertandingan sebelumnya adalah, Young tak dapat berkutik melawan lini tengah Prancis. Alou Diarra dengan sukses mampu meredamnya. Young bahkan hanya mampu mengirim 12 umpan yang tepat sasaran sepanjang pertandingan tersebut.



Jika skema ini hendak dimainkan lagi oleh tim Inggris, maka tim ini justru akan menuai kesulitan. Namun, jika Hodgson ingin strategi ini sukses, maka dia harus menemukan cara untuk memaksimalkan Ashley Young.




  1. Pastikan Duet Welbeck & Young Menyatu





Salah satu komponen yang tak kalah pentingnya bagi skema Roy Hodgson adalah duet antara Ashley Young dan Danny Welbeck. Saat melawan Prancis, keduanya tak mampu menyatu. Kerjasama diantara mereka sepanjang pertandingan bahkan hanya sukses satu kali!



Bandingkan dengan kerjasama antara Samir Nasri dan Benzema yang mampu sukses sebanyak 21 kali! Pun antara Nasri dengan Ribery sebanyak 20 kali. Dengan lini depan yang tidak kompak, kans Inggris untuk memenangkan pertandingan akan sangat berat.




  1. Lebih Bijaksana Saat menguasai Bola



Hanya Italia yang persentase penguasaan bolanya lebih rendah dari Inggris saat dimulainya turnamen ini. Anak asuh opa Roy hanya mampu menguasai bola sebanyak 35% dan mengumpan sebanyak 345 kali. Bandingkan dengan Prancis yang mengumpan sebanyak 654 kali!. Tim Inggris juga merupakan tim yang jumlah umpannya di daerah pertahanan lawan paling sedikit dari semua kontestan Euro ini.



Terlalu banyak bola yang hilang secara sia-sia akibat umpan-umpan jauh ke depan, atau saat bola diumpankan kepada rekan satu tim yang sebenarnya sedang dijaga oleh bek lawan. Jka Hodgson ingin agar strategi serangan baliknya sukses, maka sebaiknya ketika tim sedang menguasai bola, para pemain harus lebih protektif dan lebih berhati-hati agar tak mudah kehilangan bola tersebut




  1. Perkuat Pertahanan di Sisi Kanan



Prancis beberapa kali mampu menyulitkan Inggris. Mereka mampu menusuk barisan pertahanan Inggris, utamanya dari sisi Kanan. Gol Prancis juga terjadi dari sisi tersebut.



Glen Johnson adalah seorang bek sayap yang bertipe menyerang, dan salah satu alasan Hodgson memasang James Milner di tepat di depan Glenjo adalah untuk membantu tim dalam bertahan. Secara teori, taktik ini cukup cerdik, walaupun ada beberapa momen dimana keduanya terlalu naik dari garis pertahanan sehingga memudahkan Prancis menyerang dari sisi kanan.



Milner sebenarnya tampil sebagai pemain dengan jumlah tekel paling banyak diatara rekan-rekan setimnya, namun, kedepannya harus ada komunikasi dan pengertian yang lebih baik diantara Milner dan Johnson. Roy Hodgson harus terus memoles kedua pemain ini agar menjadi lebih baik.




  1. Shoot!



Untuk mengalahkan Swedia, Inggris harus menghilangkan beberapa catatan statistik yang mengkhawatirkan yang muncul setelah pertandingan pertama mereka. Melawan Prancis, anak asuh opa Roy hanya mampu melepaskan tendangan on target ke gawang lawan satu kali saja! Total tendangan yang dilepas Inggris malam itu hanya 5 kali. Miris! Catatan itu adalah catatan terendah dari semua tim yang bertanding di Euro ini. Terakhir kali Inggris mencatat rekor buruk seperti itu adalah di tahun 1980.



Tapi, statistik bisa saja menipu. Belanda mencetak gol pertama mereka setelah mencoba lebih dari 40 kali tembakan ke gawang. Inggris harus berusaha lebih keras lagi agar setidaknya dapat mengancam gawang Swedia.



Jika menilik performa Swedia saat melawan Ukraina, dan menilik pertandingan-pertandingan mereka saat sebelum mengikuti turnamen Euro kali ini, nampaknya barisan pertahanan mereka mempunyai sedikit celah untuk ditembus. Semoga Inggris dapat memanfaatkan celah ini.




  1. Maksimalkan Juga Steven Gerrard!





Salah satu kelemahan skema yang diterapkan Hodgson ini adalah, skema tersebut membatasi kreativitas sang kapten, Steven Gerrard. Tim Inggris hanya mampu menghasilkan 5 peluang kala menghadapi Prancis. Tiga diantaranya adalah hasil kreasi Gerrad dari set-piece.



Walaupun level permainannya sudah menurun, kapten Liverpool tersebut masih mampu merusak pertahanan lawan dengan umpan-umpan terobosannya. Inggris tak dapat berbuat banyak menghadapi lini belakang Prancis karena Gerrard terpaksa turun ke lini pertahanan demi membantu rekan-rekannya.



Jika saja Gerrard diberikan tugas untuk lebih menyerang, bahu-membahu bersama Danny Welbeck dan Ashley Young, Inggris akan mampu menyerang dengan lebih baik. Opsi Ini harus diperhitungkan sang pelatih agar Inggris mampu menang di laga selanjutnya.



Skema yang diterapkan dalam tim saat ini membuat Gerrard harus lebih berkonsentrasi membantu lini pertahanan, dan hal itu tentunya membatasi kebebasannya berkreasi saat menyerang. Jika saat pertandingan melawan Swedia nanti Inggris tak mampu berbuat banyak untuk mengatasi lini belakang lawan, maka opsi untuk menggeser James Milner lebih ke tengah untuk menemani Scott Parker harus dilakukan. Sementara posisi Ashley Young dipindah ke sisi sayap, dan sang kapten didorong lebih maju tepat dibelakang Danny Welbeck.

(kpl/bola)

STEVEN GERRARD: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA