Adebayor, Public Enemy Baru Premiership
15-09-2009 22:00

Emmanuel Adebayor (kanan) saat kakinya menendang wajah Van Persie. (c)Dailymail
Emmanuel Adebayor (kanan) saat kakinya menendang wajah Van Persie. (c)Dailymail

Bola.net -
Oleh: Zulfikar Aleksandri

Liga Inggris baru memainkan pekan ke empat, publik sepak bola Inggris sudah memiliki dua public enemy, yakni Eduardo da Silva dan Emmanuel Adebayor.

Eduardo memang tidak melakukan kesalahan di pentas Premiership. Aksi diving dilakukannya pada play off kualifikasi Liga Champions menghadapi sesama tim Britania, Glasgow Celtic.

Meski banding yang diajukan Arsenal diterima UEFA, tidak serta merta menghapus Eduardo sebagai public enemy di Inggris. Sungguh kontras ketika semua orang bersimpati kepadanya saat tekel horor Martin Taylor (Birmingham City) hampir mematahkan kaki dan mengakhiri karir bermain striker kelahiran Brasil itu.

Public enemy terbaru di Inggris adalah mantan rekan Eduardo di Arsenal yang kini berkostum Manchester City, Emmanuel Adebayor.

Striker asal Togo itu melakukan dua hal memalukan saat menghadapi bekas klubnya di City of Manchester Stadium akhir pekan lalu. Pertama adalah tendangannya yang mencederai wajah Robin van Persie hingga meninggalkan bekas luka dan berdarah, serta selebrasi kontroversialnya di hadapan pendukung Arsenal.

Usai pertandingan, Robin van Persie mengaku Adebayor sengaja mencederainya dengan menyebut apa yang dilakukan mantan rekan satu timnya itu sebagai "bodoh dan jahat" yang bila meleset sedikit mengenai matanya, bisa mengakibatkan kebutaan.

Ini bukan pertama kali Adebayor bermasalah dengan pemain Arsenal. Musim lalu Adebayor hampir berkelahi dengan rekan satu timnya, Nicklas Bendtner, pada pertandingan Piala Carling.

Mantan wasit papan atas Inggris, Graham Poll, mengatakan meski Mark Clattenburg tidak memberi kartu pada Adebayor atas insiden itu, bukti rekaman video akan menjadi pertimbangan FA untuk menghukum pemain berusia 25 tahun itu. Bila Clattenburg jeli, Adebayor bisa menerima straight red card atas insiden itu.

Sembilan menit berselang, Adebayor mencetak gol ketiga Manchester City ke gawang Arsenal. Bukannya merayakan gol dengan rekan-rekan setimnya atau memeluk Micah Richards yang memberi umpan matang, Adebayor justru melakukan selebrasi konyol dengan berlari sejauh 90 meter menyisir sisi lapangan menuju tribun pendukung Arsenal di belakang gawang Shay Given.

Apa yang dilakukan Adebayor itu kontan memancing emosi suporter Arsenal yang melemparinya dengan kertas, koin, hingga kursi plastik. Bila tidak dikendalikan match stewards, bisa jadi kejadian pitch invasion di Upton Park beberapa pekan lalu bakal terulang.

Meski ada seorang petugas yang terluka, kepolisian Great Manchester mengklaim Adebayor-lah orang yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu, karena pemain tersebut dinilai sebagai pemicu emosi pendukung Arsenal.

Menurut Graham Poll, bila Adebayor seharusnya menerima kartu merah dan skorsing tiga pertandingan pada insiden pertama (mencederai Van Persie) maka FA bisa memberikan skorsing pertandingan sebanyak mungkin atas aksi selebrasi konyol pemain seharga 25 juta pounds itu.

"Apa yang dilakukan Adebayor sangat tidak baik untuk kompetisi. Insiden ini tidak menggambarkan kesan yang ingin ditampilkan oleh liga atau sepak bola secara keseluruhan," tegas direktur eksekutif Liga Primer Inggris, Richard Scudamore, yang dilansir Dailymail.

Hal senada disampaikan juru bicara suporter Arsenal, Mark Brindle, yang menyebut tindakan Adebayor sebagai sesuatu yang "memalukan".

"Dia berbuat terlalu jauh. Kami semua tahu bagaimana dia ingin pergi ke Barcelona atau AC Milan setahun lalu dan kemudian bertahan di Arsenal hanya untuk uang. Satu-satunya alasan dia meninggalkan Arsenal adalah karena uang,"

"Apa yang dilakukannya (selebrasi provokatif) sangat memalukan dan meski telah meminta maaf, saya yakin dia disuruh oleh Manchester City untuk melakukannya,"

Bila palu skorsing FA benar-benar telah diketok pekan ini, maka Adebayor bakal absen pada laga derby Manchester pekan depan di Old Trafford. Sebuah kerugian besar bagi City karena sebelumnya Robinho dan Carlos Tevez juga dipastikan absen karena cedera. (bola/zul)


Artikel Terkait


Artikel Lain