Awal Buruk Atletico dan Villareal
25-09-2009 17:56
Cleber Santana (tengah) merayakan gol ke gawang Almeria bersama Maxi Rodriguez dan Jose Manuel Jurado. (c)AP
Cleber Santana (tengah) merayakan gol ke gawang Almeria bersama Maxi Rodriguez dan Jose Manuel Jurado. (c)AP

Bola.net -
Oleh: Zulfikar Aleksandri

La Liga musim 2009/10 baru memasuki pekan kelima, tiga tim yang belum sekali pun meraih kemenangan adalah Xerez, Atletico Madrid, dan Villareal. Bagi tim promosi seperti Xerez, mengawali start buruk mungkin sudah diprediksikan, namun berbeda bagi klub dengan reputasi sekelas Atletico Madrid dan Villareal.

Atletico Madrid dengan materi sekelas Simao Sabrosa, Maxi Rodriguez, Diego Forlan, hingga Sergio Aguero masih terbenam di dasar klasemen yang berbuntut tekanan besar pada pelatih Abel Resino dan presiden klub, Enrique Cerezo.

Cerezo yang musim panas ini dipuji setelah berhasil mempertahankan Maxi, Forlan, dan Sergio Aguero di Vicente Calderon, kini berbalik dituntut mundur karena dinilai gagal memberi prestasi kepada Los Colchoneros.

Atleti hanya meraih dua kali imbang di kandang sendiri, dua kali kalah ketika away, yakni dari Malaga pada laga pembuka musim 2009/10 dan kalah telak 5-2 dari Barcelona di pekan ketiga.

Parahnya lagi, prestasi buruk rival satu kota Real Madrid itu juga berimbas di Liga Champions ketika Diego Forlan dkk hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu tim non unggulan asal Siprus, APOEL.

Pada matchday kedua Liga Champions, Atletico bakal menghadapi tuan rumah FC Porto, sebelum menantang Chelsea pada matchday ketiga. Gagal meraih poin di salah satu pertandingan tersebut membuat langkah Atletico di ajang antar klub Eropa musim ini semakin berat.

Pertandingan berikutnya Atletico di kompetisi domestik adalah menghadapi tuan rumah Valencia yang sedang memburu kemenangan usai dua kali kehilangan poin penuh menghadapi Sporting Gijon dan Getafe. Bayang-bayang kekalahan dari Getafe dan Barcelona pada laga away pun kini tak bisa lepas dari skuad Atletico.

Menghadapi tekanan besar tersebut, Abel Resino mengaku tenang pada situasi ini dan tidak mengkhawatirkan posisinya sebagai entrenador Colchoneros. Demikian pula dengan Cerezo yang tak bergeming dengan menyatakan klub tidak memiliki rencana untuk memecat pelatih.

Sulitnya mengoleksi tiga angka juga dirasakan Villareal, mantan semi finalis Liga Champions dan kuda hitam yang konsisten mengejar posisi Liga Champions di klasemen dalam beberapa musim terakhir.

Musim ini adalah pertama kali dalam lima tahun The Yellow Submarines tanpa kepemimpinan Manuel Pellegrini yang hijrah ke Real Madrid. Ernesto Valverde yang menggantikan Pellegrini memiliki track record menjanjikan bersama Athletic Bilbao dan Espanyol. Athletic dibawa Valverde meraih tiket Piala UEFA, sedangkan Espanyol dibawanya ke partai puncak Piala UEFA meski akhirnya kalah dari Sevilla. Musim lalu pun Valverde membawa Olimpiakos menjadi juara Yunani.

Valverde tampaknya masih butuh adaptasi di El Madrigal, selain problem cedera pemain yang terus mengiringi Villareal dengan belum fitnya dua gelandang andalan, Marcos Senna dan Santi Cazorla.

Bila Marcos Senna dan Santi Cazorla fit, serta duo penyerang Nilmar dan Giuseppe Rossi telah menemukan bentuk permainan terbaik mereka, Villareal diprediksi bakal menapak ke papan atas sebelum Natal.

Meski mengawali musim dengan buruk, Atletico Madrid dan Villareal dengan materi pemain yang dimilikinya lebih difavoritkan untuk bangkit dibandingkan tim promosi Xerez yang baru musim ini bermain di kasta tertinggi sepak bola Spanyol. (bola/zul)


Artikel Terkait


Artikel Lain