Azzurri Memang Pantas Menang Dari Inggris

25-06-2012 16:00

 | Gianluigi Buffon

Bola.net - Oleh: Bayu Yulianto

Inggris kembali bersedih. Kekalahan atas Italia dini hari tadi adalah kekalahan lewat adu penalti yang ke-6 kalinya yang harus mereka rasakan.

Duo Ashley - Young dan Cole - menjadi tokoh antagonis kali ini. Kedua pemain tersebut gagal menyarangkan bola ke gawang Gianluigi Buffon. Tendangan Young deras menghantam tiang atas gawang, sedangkan bola Ashley Cole dengan mudah bisa didekap Buffon. Inggris pun harus rela kalah 4-2 atas Azzurri.

Kalah adu penalti di babak perempat-final menjadi catatan tersendiri bagi TheThree Lions. Dalam 10 tahun terakhir, empat kali Inggris harus tersakiti dengan cara yang tragis ini. Hanya dua kali Inggris menundukkan kepala di babak semifinal, yaitu pada Piala Dunia 1990 dan Euro 1996.

Kekalahan Inggris pada pertandingan tersebut bukan berarti mereka tampil apik sebelum adu penalti. Inggris kalah kelas dari Italia. Mereka malah beruntung karena bisa menahan gempuran-gempuran Italia selama 120 menit.

Andai Inggris yang menang, maka kekalahan Italia adalah yang paling menyakitkan di antara kekalahan tim-tim lain. Berikut statistik yang menunjukkan bahwa Italia memang lebih layak menang.

Italia memiliki penguasaan bola 68% dan passing tepat sasaran sebanyak 833 kali (bandingkan dengan Inggris yang hanya 364 kali). Mereka melepaskan 36 kali tendangan sedangkan Inggris hanya bisa melakukan sembilan kali saja. Umpan silang Azzurri sebanyak 40 kali, Three Lions 20 kali.

Ada beberapa hal yang tidak bisa ditunjukkan dalam angka, seperti lini tengah lapangan yang dikuasai Italia atau ketidakmampuan Inggris untuk menjaga penguasaan bola di 30 menit terakhir.

Inggris sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Selama babak pertama Inggris menunjukkan bahwa mereka layak untuk melaju ke semifinal. Tim asuhan Roy Hodgson mampu menciptakan peluang-peluang dan menjelajah pertahanan Italia dengan lebih leluasa, tidak seperti saat melawan Prancis dan Ukraina.

Namun sepertinya ambisi mereka tertinggal di dalam ruang ganti pada saat pergantian babak. Di 45 menit berikutnya, Three Lions seperti kehilangan taringnya dan kebingungan untuk menyerang. Mereka hanya bisa bertahan.

Kesalahan sepertinya bukan pada Roy Hodgson. Sebelas pemain terbaik sudah ia tampilkan untuk memberikan permainan yang efisien. Permainan Inggris sudah mentok. Andai mereka bertemu Jerman, maka habislah Inggris diporak-porandakan Panzer Jerman.

Nasib yang sama sepertinya akan menunggu Italia, namun setidaknya Cesare Prandelli membekali mereka dengan kemampuan penguasaan bola dan memberi keajaiban di 30 menit terakhir. Azurri berhak melawan Jerman di semifinal.

Sementara itu, timnas Inggris akan pulang dengan wajah murung. Mereka memiliki waktu setidaknya dua tahun untuk mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2014. Hodgson akan memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan ide-idenya dalam membangun sebuah tim dan merencanakan strategi untuk lawan-lawan mereka di Brazil, andai mereka berhasil masuk Piala Dunia tentunya. (kpl/bola)


GIANLUIGI BUFFON: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA