Band of Bothers, 10 Kakak Beradik Paling Sukses di Sepakbola

Band of Bothers, 10 Kakak Beradik Paling Sukses di Sepakbola

Bola.net - - Nyaris semua cabang olahraga mewajibkan semua pemainnya untuk memiliki bakat, termasuk sepakbola. Seorang pemain sepakbola yang hebat biasanya disebut memiliki bakat yang besar.

Bakat saja memang tak cukup, butuh banyak kerja keras untuk bisa sukses untuk menjadi pemain hebat. namun bakat tetap menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan seorang pemain.

Kadang, bakat sepakbola bisa 'terbagi' dalam satu keluarga. Sudah banyak keluarga yang sukses berkarier dalam sepakbola. Paolo Maldini dan Frank Lampard lahir dari keluarga sepakbola; ayah mereka merupakan mantan pemain profesional.

Yang lebih mencolok tentu jika keluarga tersebut adalah kakak beradik yang sama-sama bermain dalam era yang sama. Chelsea, contohnya, memiliki tiga pemain junior yang merupakan sudara kandung (dua di antaranya adalah saudara kembar). Berikut adalah 10 kakak beradik paling sukses dalam sepakbola.

Keluarga Toure

Keluarga Toure

AFP

Kolo adalah saudara tertua dalam keluarga Toure yang cukup sukses dalam sepakbola. Ia kini bergabung dalam satu tim bersama adiknya, Yaya di Manchester City. mereka merasakan gelar Premier League musim lalu. Mereka punya saudara muda, Ibrahim, yang kini bermain di Telephonat di Liga Mesir.

Kolo merupakan salah satu anggota skuad invincibles Arsenal yang menjadi juara tanpa terkalahkan. Yaya adalah gelandang pekerja keras yang ikut meraih gelar Liga Champions bersama Barcelona. Keduanya merupakan pemain kunci bagi timnas Pantai Gading.

Sementara itu, Ibrahim memiliki karier yang kurang mengkilap jika dibandingkan dengan kakak-kakaknya. Ia berpindah-pindah klub mulai dari Ukraina, Prancis, Syria dan Mesir.

Keluarga De Boer

Keluarga De Boer

AFP

Duo kembar Ronald dan Frank De Boer mengawali karier mereka di akademi Ajax yang terkenal. Mereka tumbuh bersama menjadi pemain sukses meski akhirnya berpisah.

Ronald tetap membela Ajax nyaris di sepanjang kariernya dan telah membela timnas Belanda 67 kali. Sementara itu, Frank lebih banyak berpetualang dan mengakhiri kariernya bersama Rangers. Frank tercatat bermain mewakili Belanda tak kurang dari 112 kali.

Keluarga Neville

Keluarga Neville

AFP

Gary dan Phil Neville berkembang bersama di akademi Manchester United. Mereka adalah bagian dari Class of '99 yang meraih treble winner.

Gary menembus tim utama dua tahun lebih dulu ketimbang Phil. Mereka berdua kemudian menjadi pemain kunci dalam skuad United yang juga berisi pemain-pemain binaan sendiri seperti David Beckham, Ryan Giggs, dan Nicky Butt.

Gary mengakhiri karier bermainnya bersama United dan kini menjadi komentator Sky Sports, staf pelatih timnas Inggris dan duta klub Manchester United. Sementara itu, Phil pindah ke Everton pada 2005, dan ia ditunjuk menjadi kapten tim sejak 2007.

Keluarga Ferdinand

Keluarga Ferdinand

AFP

Keluarga Ferdinand menghasilkan dua bek yang bagus. Rio dan Anton sama-sama memulai perjalan mereka di akademi West Ham. Rio yang lebih tua menunjukkan bakat besarnya dan sudah memperkuat tim senior West Ham pada usia muda.

Delapan tahun setelah debut Rio, Anton menjalani debutnya di klub yang sama. Secara umum, karier Rio lebih mengkilap dan berhasil tampil konsisten selama bertahun-tahun bagi Manchester United. Sementara itu, Anton kini dipinjamkan QPR ke klub Turki Bursaspor.

Keluarga Ferdinand menunjukkan solidaritas mereka ketika Anton merasa menjadi korban penghinaan rasial yang dilakukan oleh John Terry. Rio membela adiknya habis-habisan dan sampai harus mengkritik Ashley Cole yang membela Terry.

Keluarga Cannavaro

Keluarga Cannavaro

AFP

Keluarga Cannavaro merupakan nama yang dihormati di kota Napoli. Keluarga ini memiliki dua bek berkualitas dan keduanya cinta Napoli.

Sang Kakak Fabio merupakan kapten timnas Italia ketika memenangi Piala Dunia 2006. kariernya juga cemerlang dan pernah bergabung bersama klub-klub seperti Inter, Juventus dan Real Madrid.

Sementara itu Paolo merupakan salah satu figur kunci bagi kebangkitan Napoli dalam beberapa tahun terakhir. Ia adalah sosok tak tergantikan di lini belakang Napoli yang kini berjuang mengincar Scudetto.

Keluarga Milito

Keluarga Milito

AFP

Diego dan Gabriel Milito berasal dari Argentina dan sempat bermain bersama bagi Real Zaragoza. Mereka juga pernah membela Albiceleste dalam beberapa kesempatan.

Gabriel yang lebih muda mengawali karier profesionalnya lebih dulu. Setelah menghabiskan enam tahun bersama klub Argentina Independiente, Gabriel mengembara ke Eropa dan bergabung bersama Zaragoza. Pada 2005, Diego menyusulnya dan kakak beradik ini tampil gemilang di Spanyol.

Pada akhirnya, kehebatan mereka mencuri perhatian klub besar. gabriel bergabung dengan Barcelona sementara Diego memilih Inter setelah sempat bermain bagi Genoa.

Keluarga Altintop

Keluarga Altintop

AFP

Halil dan Hamit Altintop merupakan saudara kembar yang sempat bermain bersama bagi Schalke 04. Halil bisa diposisikan sebagai penyerang atau pemain sayap sementara Hamit berposisi sebagai gelandang serbabisa.

Dua pemain ini mengawali akriernya di Wattenscheid. Bakat mereka tercium pemandu bakat; Halil akhirnya pindah ke Kaiserslautern sedangkan Hamit pergi ke Schalke. Mereka sempat bereuni ketika Halil menyusul kembarannya ke Schalke.

Meski lahir dan besar di Jerman, Altintop bersaudara memilih untuk mewakili negara nenek moyang mereka, Turki. Halil mencatat 38 caps sedangkan Hamit sudah membela turki 77 kali.

Keluarga Inzaghi

Keluarga Inzaghi

AFP

Filippo dan Simone sama-sama berposisi sebagai penyerang. Keduanya mengawali kariernya bersama Piacenza.

Sang kakak Filippo mulai dikenal setelah pindah ke Parma dan sempat sukses bersama Juventus sebelum akhirnya membela AC Milan. Sementara itu, Simone harus menunggu agak lama sebelum bergabung dengan Lazio.

Filippo cukup sukses dan pernah merasakan gelar Piala Dunia dan Liga Champions. Sementara itu, Simone hanya sempat membela Italia tiga kali sepanjang kariernya.

Keluarga Koeman

Keluarga Koeman

AFP

Erwin dan Ronald Koeman memiliki darah sepakbola yang kental di keluarga mereka. Sang ayah, Martin Koeman, adalah mantan pemain timnas Belanda pada masanya.

Dua bersaudara ini merupakan produk akademi Groningen dan mereka adalah bagian penting timnas Oranje yang menjadi juara Euro 1988. Erwin Koeman, sang kakak, berposisi sebagai gelandang dan mencapai puncak kariernya bersama PSV Eindhoven.

Sang adik, Ronald, berposisi sebagai bek dan sempat membela Barcelona FC. Ronald dikenal sebagai spesialis tendangan bebas dan memiliki panggilan Tintin di Barca.

Kedua bersaudara ini juga cukup sukses ketika beralih profesi menjadi pelatih. Erwin kini membesut RKC Waalwijk sementara Ronald melatih Feyenoord.

Keluarga Baresi

Keluarga Baresi

Bola.net

Jika kebanyakan kakak beradik memulai karier mereka di tim yang sama, tidak demikian ceritanya dengan keluarga Baresi. Baresi bersaudara mewakili dua kutub yang membelah kota Mode, Internazionale dan AC Milan.

Giuseppe Baresi, sang kakak, lebih dulu sukses masuk ke akademi Inter. Ia lalu membawa adiknya Franco untuk ikut menjalani trial di Inter namun ditolak. Franco akhirnya berlabuh di sisi merah kota Milan.

Franco yang berposisi sebagai bek justru lebih bersinar ketimbang Giuseppe yang beroperasi sebagai gelandang. Namun secara umum, kakak beradik ini tetap menjadi legenda di klub masing-masing.

Keluarga Sukses Yang Lain

Keluarga Sukses Yang Lain

AFP

Sebenarnya masih sangat banyak kakak beradik yang sama-sama sukses dalam sepakbola. berikut beberapa di antaranya:

  • Rafael dan Fabio Da Silva (Brasil)
  • Bobby dan Jack Charlton (Inggris)
  • Bonaventure dan Salomon Kalou (Pantai gading)
  • Aleksei dan Vassili Berezeutskiy (Rusia)
  • Ortizan, Nehemia dan Boaz Solossa (Indonesia)
  • Jonathan dan Giovani Dos Santos (Meksiko/Brasil/Spanyol)
  • Brian dan Michael Laudrup (Denmark)

Dan masih banyak kakak beradik sukses lainnya di seluruh dunia.

Berita Terkait