Derby Della Capitale: Derby Terganas di Ranah Italia

14-10-2011 16:58

 | Francesco Totti

Bola.net - Oleh: Ronny Wicaksono


 

Akhir pekan ini akan tersaji lagi pertemuan sengit antara dua tim ibukota Italia, Lazio menjamu AS Roma dalam laga bertajuk Derby Della Capitale - derby terganas di Italia.

Meski derby Milan atau biasa disebut Derby Della Madonnina menarik perhatian banyak pecinta sepak bola di seantero dunia, namun pertemuan dua rival sekota justru paling panas berlangsung di ibukota Roma.

Warga lokal bahkan menyebut partai yang merupakan salah satu derby ibukota terpanas di Eropa ini lebih dari sekedar permainan.

Roma secara tradisional merupakan klub milik warga kota, mereka dibentuk di tahun 1927 sebagai penggabungan dari tiga klub yang berbasis di Roma:  Roman, Alba-Audace dan Fortitudo.

Adalah niatan dari diktator rezim Fasis, Benito Mussolini untuk menciptakan klub kota Roma yang bersatu dan kuat demi menantang dominasi klub-klub dari utara Italia.

Namun berkat andil salah satu jenderalnya, Giorgio Vaccaro, Lazio menjadi satu-satunya tim besar yang tetap independen dan menolak penggabungan tersebut - dan hal itu menyebabkan rivalitas antara keduanya muncul sejak dini.

"Lazio itu berbeda. Lazio ada lebih dulu, kemudian baru fans. Sementara tim lainnya, fans sudah ada dan mereka diserahi sebuah tim untuk didukung," terang Vaccaro.

Mussolini sendiri kerap dikaitkan dengan Biancocelesti, namun sejatinya ia berambisi melihat kedua klub ibukota itu sukses - bahkan, gelar juara pertama milik Roma di tahun 1942, disebut karena andil sang diktator.

Helenio Herrera yang memimpin Giallorossi di tahun 1968, belakangan membenarkan teori tersebut saat ia mengatakan, "Mereka memenangkan satu-satunya scudetto mereka karena Mussolini."

Laga pertama derby ini pada 8 Desember 1929, dimenangi oleh Roma dan segera rivalitas kedua tim pun membara. Meski fans keduanya mengutuk arogansi tim-tim besar dari Italia utara, jelas sekali jika mereka pun saling membenci satu sama lain.

Fakta bahwa baik Lazio maupun Roma tak memenangi banyak trofi besar dibandingkan tim-tim dari utara, juga menjadikan derby ini sebagai kesempatan untuk membuktikan siapa yang lebih dominan di ibukota.

Suporter fanatik atau ultras Lazio yang biasanya menempati sisi utara atau Curva Nord dari Stadion Olimpico Roma, kerap dipandang sebagai orang luar oleh tifosi Roma di sisi selatan atau Curva Sud, karena mereka disebut banyak datang dari luar kota Roma; dan fans Lazio membalasnya dengan mengatakan jika merekalah yang membawa sepak bola ke kota Roma, mengingat Lazio didirikan di tahun 1900, jauh lebih dini dari Roma yang dibentuk di tahun 1927.

Derby Roma ini juga kerap dihiasi pemandangan dari sejumlah aksi yang terkait dengan status sosio-ekonomi fans. Tifosi Lazio seringkali menggunakan lambang swastika dan simbol fasis pada banner mereka, termasuk menunjukkan sejumlah aksi rasis selama derby.

Yang paling menyita perhatian mungkin ketika di musim 1998-1999 para Laziali membentangkan banner sepanjang 50 meter melingkari Curva Nord yang bertuliskan, "Auschwitz adalah kotamu, oven adalah rumahmu."

Para pemain Roma yang berkulit hitam pun biasanya menjadi objek cemoohan bernada rasis, salah satunya adalah ketika fans Lazio memasang banner bertuliskan, "Tim orang kulit hitam yang diikuti oleh orang Yahudi" sebagai respon dari banner suporter Roma yang bertuliskan, "Tim domba yang diikuti oleh para gembala".

Sebagai efek dari aksi tersebut, fans Roma kerap diidentikkan memiliki faham sayap kiri, namun kenyataannya kedua klub memiliki ideologi sayap kanan atau fasis.

Derby Roma menjadi sorotan pemberitaan internasional di tahun 1979 ketika menjadi pertandingan pertama di Italia yang membawa korban jiwa akibat kekerasan. Seorang fans Roma berusia 18 tahun menembakkan kembang api menyeberangi lapangan, menewaskan fans Lazio, Vincenzo Paparelli.

Kericuhan besar juga terjadi pada derby di tahun 2004 ketika laga terpaksa dihentikan empat menit memasuki babak kedua, saat skor masih imbang tanpa gol, saat terjadi keributan di tribun penonton menyusul rumor yang menyebut seorang bocah terbunuh oleh mobil polisi di luar stadion. Tiga pemimpin ultras Roma pun sampai masuk ke lapangan dan berbicara dengan kapten tim, Francesco Totti yang kemudian meminta laga dihentikan.

Tak berhenti sampai di situ, keributan masih terjadi antara fans dan polisi di jalanan dekat stadion, dan memaksa 13 orang ditahan serta lebih dari 170 orang terluka. Laga tersebut dimainkan ulang pada tanggal 28 Maret dan berkesudahan imbang 1-1.

Derby di tahun 2009 lalu juga terpaksa dihentikan selama 7 menit ketika babak pertama baru berjalan selama 13 menit karena banyaknya kembang api yang dilemparkan ke tengah lapangan permainan

FAKTA DAN STATISTIK


- Dari total pertemuan kedua tim selama 167 kali, Roma masih mendominasi dengan mencatat 62 kemenangan, sementara Lazio baru membukukan 45 kemenangan, dan 60 pertandingan berakhir imbang.
- Derby pertama di Stadion Olimpico berlangsung pada 29 November 1953 dan berakhir imbang 1-1.
- Hasil terbaik yang diperoleh Roma adalah kemenangan 5-0 di musim 1933-1934, sementara kemenangan terbesar Lazio adalah 3-0 di musim 2006-2007.
- Lazio memegang rekor raihan kemenangan beruntun dalam satu musim, ketika mereka menang dalam empat derby di musim 1997-1998: dua di pentas liga (3–1 dan 2–0) serta dua di perempat final Coppa Italia (4–1 dan 2–1).
- Francesco Totti adalah pemain yang terbanyak melakoni partai ini dengan 28 penampilan.
- Dino Da Costa dan Marco Delvecchio, keduanya pemain Roma, menjadi pemain terbanyak yang mencetak gol dalam partai ini dengan 9 gol. Sementara pemain Lazio terbanyak mencetak gol dalam partai derby adalah Silvio Piola dengan 6 gol.
- Vincenzo Montella masih memegang rekor untuk jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan derby, ketika ia mencetak 4 gol ke gawang Lazio dalam kemenangan Roma 5-1 pada 11 Maret 2002.
- Arne Selmosson adalah satu-satunya pemain yang mencetak gol baik untuk Roma maupun Lazio dalam partai ini.
(bola/bola)


Komentar Pembaca (6 komentar)
budi, bekasi
15:37 19 Oktober 2011
to chersan so tau lo salam jari tengah buat lo
laziale bekasi
moeslih, indonesia, demak
11:28 19 Oktober 2011
itu sih bukan derby terganas, yang paling ganas adalah suporter lawan suporter itu baru paling ganas om
mendonca
07:03 18 Oktober 2011
as roma selalu dihatiiiii
Yulianto, lampung
18:54 16 Oktober 2011
Menurut Saya Mang Bener tuh.. Liga Italia Liga Tersulit Untuk Di Dominasi... Pasalnya Striker2 Kelas Dunia Sulit Banget.. Ngebuktiin Kehebatanya Setelah masuk Liga Serie A.
chersan, bandoeng
14:25 16 Oktober 2011
liga italia gak Mutu. pemainnya buangan dari liga spanyol n liga inggrs. mmbosan kan,, permainanya lelet kayak Modem gwe 3

ARTIKEL LAINNYA