Dilarang Takabur Dalam Sepak Bola!

Dilarang Takabur Dalam Sepak Bola!
Piala Dunia 2010

Bola.net - -

Oleh: Ronny Wicaksono

Pepatah bahwa bola itu bundar selalu bergaung di dunia sepak bola, menandakan tak ada yang tak mungkin dalam 90 menit (atau lebih) pertarungan dua kubu di lapangan hijau, bahkan ketika laga menyajikan persaingan antara tim gurem dan juga tim raksasa. Pepatah tersebut juga berlaku untuk setiap penyelenggaraan turnamen besar sepak bola macam Piala Dunia 2010 kali ini. Tim-tim besar yang merupakan langganan Piala Dunia atau tim-tim dengan nama besar mulai merasakan ketatnya aroma kompetisi melawan tim-tim kecil. Menghadapi tim-tim yang secara faktual peringkatnya jauh di bawah mereka, tim dengan status favorit justru mengalami kerepotan. Penyebabnya? Betapapun besarnya, adalah rasa takabur yang menyelimuti mereka, disertai ekspektasi tinggi, bahkan sebelum turun ke lapangan. Perasaan jumawa dan kepercayaan diri yang berlebih akan balik memberikan tekanan dan rasa frustrasi jika apa yang mereka harapkan tak kunjung datang, akibatnya tim-tim yang berstatus underdog dengan mudah mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Bukti paling sahih adalah kekalahan Spanyol dari Swiss. La Furia Roja datang ke Afrika Selatan dengan status sebagai favorit juara dengan catatan sempurna di babak kualifikasi, dan semua pihak tak pernah berhenti memuji permainan menyerang nan cepat dan mengalir yang diperagakan Spanyol. Rasa jumawa meliputi seluruh penggawa kampiun Eropa tersebut, hal yang terlihat dari komentar optimis mereka bahkan sebelum Piala Dunia dimulai, dan ketika permainan mereka mengalami kebuntuan menghadapi tebalnya tembok pertahanan Swiss, Spanyol pun kehilangan kontrol atas permainan mereka sendiri dan akhirnya mereka pun harus membayarnya mahal dengan kekalahan di partai pertama.

Terlalu percaya diri membuat penggawa Spanyol harus menerima pelajaran berharga dari Swiss (c)AFP
Meski masih ada dua partai lagi, tetap saja kekalahan tersebut menodai catatan pertemuan mereka dengan Swiss, kekalahan perdana mereka dalam kurun waktu 85 tahun. Selain itu mereka harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke babak kedua, belum lagi potensi bersua tim kuat di fase berikutnya jika mereka sampai gagal merebut juara grup akibat kekalahan ini. Kasus lain menimpa tim The Three Lions, Inggris. Sebelum terbang ke Afrika Selatan, semua pihak menyanjung tinggi skuad asuhan Fabio Capello tersebut dan meramalkan kalau tahun ini mereka bisa mengulang sejarah kala merebut trofi Piala Dunia 1966 silam.

Banyak dipuji, Frank Lampard dan Wayne Rooney malah gagal memberi bukti (c)AFP
Perasaan jumawa yang mengakar sejak mereka tampil dominan di babak kualifikasi, semakin melambung kala menghadapi Amerika Serikat di laga perdana grup C, Steven Gerrard mencetak gol cepat di manit awal dan Inggris tampaknya yakin kalau mereka bakal berpesta gol. Namun fakta di lapangan berkata lain. Amerika Serikat memang mendapat berkah dengan blunder yang dilakukan kiper Robert Green, atau mungkin dengan 'keistimewaan' Jabulani, namun sejatinya sebelum Clint Dempsey itu mereka sudah mampu menggagalkan kemampuan Inggris bermain impresif. Hal yang sama hampir menimpa Brasil. Menghadapi tim antah berantah macam Korea Utara, Selecao merasa yakin jika mereka bakal menang mudah. Namun setelah kerepotan di babak pertama, mereka beruntung menemukan kesadaran serta mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mengatasi perlawanan Korea Utara. Namun siapa yang bisa memperkirakan hasil pertandingan jika saja gol Ji Yun-Nam datang lebih awal, atau waktu pertandingan tersisa lebih lama?

Gawang Brasil dibobol oleh pemain dari tim antah berantah Korea Utara, Ji Yun-Nam (c)AFP
Kasus baru menimpa juara dunia 1998, Prancis. Meski terseok-seok di babak kualifikasi dan tampil kurang mengesankan di laga pemanasan, Prancis masih menjadi kekuatan yang diperhitungkan, setidaknya di mata pelaku bursa taruhan. Tak mampu mengalahkan 10 pemain Uruguay di babak pertama tak menghalangi prediksi banyak pengamat untuk menjagokan Les Bleus bakal menekuk Meksiko di laga kedua, prediksi yang didukung kuat dengan data bahwa El Tri tak pernah mengalahkan Prancis di level senior. Namun perasaan takabur para penggawa Prancis itu menjadi bumerang kala mereka takluk 2-0 di kaki Javier Hernandez dan Cuauhtemoc Blanco.

Kapten Prancis, Patrice Evra tertunduk lesu usai dikalahkan Meksiko (c)AFP
Paling anyar adalah kemenangan Serbia atas juara dunia tiga kali, Jerman. Serbia yang dibekuk Ghana di partai pertama, sama sekali tak dijagokan kala menghadapi Der Panzer di laga kedua. Apalagi Jerman menerima banyak sanjungan setelah di laga perdana mereka menghancurkan Australia 4-0, membuat nationalmannschaft kembali diunggulkan bakal menjadi penantang serius trofi Piala Dunia kali ini. Namun apa hasilnya? Serbia mampu membendung permainan Jerman dan Milan Jovanovic mencuri gol kemenangan setelah sebelumnya Miroslav Klose diusir wasit di babak pertama. Rasa jumawa telah membuat mereka terbang ke langit namun kini mereka harus jatuh kembali ke bumi.

Kartu merah Miroslav Klose, awal bencana Jerman (c)AFP
Masih perlu bukti? Paling gres adalah ketika juara bertahan Italia yang merasa superior dikejutkan dengan gol cepat tim gurem, Selandia Baru yang dicetak Shane Smeltz di menit ketujuh. Berjuang keras membongkar pertahanan All Whites sepanjang pertandingan, nyata sekali kalau Italia kehilangan sosok kreatif di lini serang Gli Azzurri. Arogansi Marcello Lippi yang mengabaikan permintaan publik untuk membawa sosok trequartista atau penyerang lubang penuh fantasi macam Francesco Totti, Antonio Cassano ataupun Fabrizio Miccoli telah menampakkan hasilnya. Maka menghadapi tim yang levelnya jauh di bawah mereka, Italia pun butuh gol Vincenzo Iaquinta dari titik penalti untuk sekedar menyamakan kedudukan.

Shane Smeltz kejutkan lini belakang Italia (c)AFP
Piala Dunia tahun ini masih panjang, dan masih banyak potensi kejutan yang bisa muncul di sepanjang turnamen akbar sepak bola ini. Namun sepatutnya setiap tim belajar dari pengalaman yang tersirat di laga-laga sebelumnya, bahwa 'dilarang takabur dalam sepak bola'.

Berita Terkait