
Bola.net - - Salah satu yang disebut rahasia di Spanyol akhirnya menjadi kenyataan. Klub asal Catalan, Barcelona FC kini resmi menunjuk Luis Enrique sebagai pelatih baru menggantikan posisi Tata Martino.
Ditunjuknya Enrique hampir bersamaan dengan diungkapkannya Marc-Andre ter Stegen sebagai rekrutan pertama Barca serta kembalinya Rafinha dan Gerard Deulofeu ke Camp Nou. Sebagai tambahan, Lionel Messi juga sudah membubuhi tanda tangan di kontrak barunya.
Sebelum musim ini berakhir, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu mengumumkan akan melakukan perubahan besar di musim panas ini. Blaugrana sudah menyiapkan rencana besar dan sepertinya hal itu sudah dimulai sesaat setelah musim ini berakhir.
Revolusi besar-besaran bukan jaminan kesuksesan. Malahan hal itu bisa berubah menjadi bencana jika tidak dikawal dengan tepat. Dan untuk mengawalnya, Barca sudah menunjuk Luis Enrique. Berikutnya, semua langkah revolusi Barca akan menjadi tanggung jawab mantan pelatih Celta Vigo dan AS Roma itu.

Kemudian muncul pertanyaan yang tak bisa terhindarkan, apa Luis Enrique sosok yang tepat menangani Barca yang sedang membangun kembali skuatnya? Jawabannya mungkin bisa digambarkan dari sepak terjang Enrique di bawah ini.
Enrique tumbuh di Gijon tempat mengawali karir sepakbolanya. Di tahun 1991, selama 5 tahun berikutnya ia bergabung dengan Real Madrid. Setelah kontraknya habis, penyerang Spanyol tersebut bergabung dengan Barcelona di tahun 1996 hingga kemudian menjadi legenda Catalan.
Bagi banyak orang di Barcelona, Enrique adalah sosok yang mengadaptasi filosofi Catalan. Barcelona adalah rumahnya, dan rupanya ia tak butuh waktu lama untuk kembali pulang ke rumah.
Awal kepelatihan Enrique dimulai dengan menangani Barcelona B di tahun 2008, menggantikan posisi Pep Guardiola. Dalam dua musim, Enrique berhasil mengembalikan Barca B ke Segunda Divison setelah absen selama lebih dari 10 tahun. Bahkan tim Barca B saat itu berpotensi untuk meraih promosi ke La Liga, namun tidak mungkin bagi mereka untuk satu kompetisi dengan tim utama.
Di tahun 2011, Enrique pergi merantau ke Italia bersama AS Roma. Diharapkan bisa memberikan sentuhan Barca untuk Il Lupi, Enrique malah mengecewakan, Roma gagal tampil apik kemudian Enrique hengkang dalam waktu semusim saja.
Enrique kemudian kembali ke Spanyol untuk menangani Celta Vigo di tahun 2013 lalu. Perlu waktu untuk beradaptasi, tetapi Enrique pada akhirnya mampu mengeluarkan kemampuan terbaik Celta. Di akhir musim, Celta dibawanya finis di urutan ke-9, setelah itu Enrique mengumumkan mundur dari posisi pelatih.
Enrique sosok yang tak takut mengambil keputusan kontroversial, seperti yang dilakukannya di AS Roma. Meski begitu, ia gagal mengeluarkan kemampuan terbaik para pengawa Roma.
Sementara saat menangani Celta Vigo adalah kemunduran dalam karirnya, namun di saat bersamaan, ia juga mencatatkan sukses dalam catatan kepelatihannya. Enrique datang ke Celta saat klub membutuhkan sosok pemimpin. Setelah melewati masa adaptasi, Enrique mampu menjawab tantangan di Celta.
Sejauh ini hanya ada dua komparasi Luis Enrique di level utama sebelum kembali ke Barcelona. Gagal saat menangani AS Roma dan cukup sukses saat melatih Celta. Tetapi perlu diingat, tekanan di Celta lebih kecil saat menangani Roma.
Hingga di sini, kesimpulan yang dapat diambil adalah Enrique tipe pelatih yang kesulitan menangani tekanan besar, dan mampu sukses menangani tim kecil. Tetapi ada penjelasan lainnya seperti dipaparkan di bawah ini.
Enrique menghabiskan karir bermainnya di Spanyol, karir kepelatihannya juga apik kala berada di Spanyol. Semuanya berubah ketika Enrique pergi merantau, sepertinya hanya La Liga yang sesuai dengan karakter kepelatihan Enrique.
Apapun kelemahan dan kelebihan Enrique, Barca kini sudah resmi menunjuknya sebagai pelatih baru. Tanggung jawab revolusi klub kini berada di tangan legenda mereka itu, meski ia tidak memiliki catatan kepelatihan yang mengkilap.
Hingga saat ini, Enrique sudah membuktikan mampu membuat keputusan berani dan paham cara untuk mendorong kemampuan pemainnya. Dia juga pro dengan kebijakan pemain muda dan tak takut untuk mencoba hal baru yang potensial.

Dua hal di atas yang dibutuhkan Barca. Karena sejak Guardiola pergi, Barcelona kehilangan pelatih yang mampu memimpin tim dan menantang pemainnya untuk bisa lebih baik. Enrique sosok yang tepat untuk itu, setidaknya ia sudah membuktikannya di Celta.
Enrique juga sudah paham bagaimana filosofi dan sistem Barcelona. Rumahnya di Camp Nou dan tidak banyak yang berubah ketika ia akhirnya kembali pulang dengan menangani Barcelona. Enrique adalah sosok tepat untuk revolusi Barca dengan menjaga mental dan filosofi Catalan. Ia mampu menjaga hal sakral bagi Barca, tetapi juga menawarkan ide dan taktik baru untuk membawa Blaugrana menjadi lebih baik.
Tetapi dengan segala kelebihan yang dimiliki Enrique, ia juga memiliki banyak kekurangan.
Menangani salah satu klub terbesar di jagad raya ini tentu bukan hal mudah dan banyak yang harus dikerjakan. Dengan melihat pengalamannya yang minim, tugas ini terlalu besar bagi seorang Enrique.
Selain itu, Enrique tak memiliki banyak pengalaman mendatangkan pemain baru. Di Roma dan Celta Vigo, ia tidak bertanggung jawab sepenuhnya dalam kebijakan transfer. Dengan revolusi yang dicanangkan Barca, Enrique bakal bertanggung jawab akan siapa pemain yang harus keluar dan yang akan didatangkan.
Barcelona menaruh banyak harapan kepada Enrique. Mereka percaya akan ide, adaptasi serta pengetahuannya akan sistem di Catalan akan berbuah manis di atas lapangan. Tetapi tidak ada jaminan hal itu akan terjadi.
Namun Barca sudah membuat keputusan tepat dengan menunjuk Enrique sebagai pengganti Tata Martino. Terlebih memang tidak banyak opsi realistis untuk Barca saat ini. Salah satu opsi lainnya adalah Roberto Martinez, tetapi Manajer Everton ini tidak familiar menangani klub Spanyol.
Barca mempercayakan Enrique dengan tanggung jawab yang belum pernah ia sandang sebelumnya. Apakah ia akan berhasil atau tidak, seluruh dunia harus menunggu. Tetapi untuk saat ini, Barcelona sudah membuat keputusan terbaik dari opsi yang mereka punya, itu yang sudah dilakukan Barca dan kita lihat saja proses revolusi berikutnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 10:43Gagal Dapatkan Rodri, Jose Mourinho Tetap Puas dengan Skuad Real Madrid
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 08:22Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 05:59Prediksi Starting XI Real Madrid Saat Ladeni Real Sociedad di Santiago Bernabeu
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 04:54Manchester United Punya 3 Opsi dalam Perburuan Bek Kiri
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 12:14Liverpool Belum Ajukan Tawaran Ketiga untuk Yankuba Minteh, Ada Apa?
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 11:29Manchester United Sudah Beres di Lini Tengah, Kini Fokus Cari Bek Kiri?
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 11:24AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 10:43Gagal Dapatkan Rodri, Jose Mourinho Tetap Puas dengan Skuad Real Madrid
BERITA LAINNYA
-
editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
-
editorial 5 Agustus 2026 10:596 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 08:54Polisi Buru Pemasok Sabu Revaldo Fifaldi
-
Liputan6 26 Agustus 2026 07:59Prabowo Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa NTT Hari Ini
-
Liputan6 26 Agustus 2026 07:25Pengakuan Revaldo Usai Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
-
Liputan6 26 Agustus 2026 06:27Bareskrim Ungkap Peredaran Permen Narkoba dari Inggris
-
Liputan6 26 Agustus 2026 05:13Ada Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Hari Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Liputan6 25 Agustus 2026 23:59Pulang Sekolah, 2 Pelajar SD Temukan Jasad Bayi di Aliran Sungai
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300696/original/023126800_1784367982-1000586832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331890/original/090364900_1787580842-ab8bea23-84ec-40ac-b4d1-746ff4cd4501.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1649853/original/099822200_1500184645-revaldo-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332453/original/062857700_1787700458-WhatsApp_Image_2026-08-25_at_19.53.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323167/original/068331100_1786603547-IMG_3653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332409/original/097416900_1787667996-1001597980.jpg)