Hal Yang Harus Dibenahi Inggris Untuk Piala Dunia 2014

04-07-2012 15:15

 | Roy Hodgson

Bola.net -
Kepulangan Inggris dari Euro setelah dikalahkan Italia melalui adu penalti di babak perempat-final menjadi santapan sedap bagi media Inggris. Roy Hodgson menjadi bulan-bulanan di beberapa koran Inggris.

Tidak hanya itu, di laga melawan Ukraina Three Lions juga terlihat kehabisan bensin. Satu hal yang patut dimaklumi adalah Roy Hodgson memiliki persiapan yang sangat minim dalam menghadapi Euro 2012 kemarin.

Dengan kontrak empat tahun, Hodgson punya banyak waktu untuk membangun skuad impiannya demi mengukir prestasi di Piala Dunia 2014 di Brazil.

Apa saja yang seharusnya dibenahi Inggris agar bisa memberikan sesuatu di Brazil nanti?

1. Memperjelas Gaya Permainan Mereka
Tidak banyak yang bisa dikatakan untuk penampilan Inggris di Piala Eropa lalu. Pola permainan mereka terlihat amburadul. Bahkan, banyak pihak mencibir strategi mereka yang menumpuk pemain di pertahanan, taktik Parkir Bis. Satu-satunya permainan menghibur Inggris adalah ketika mereka berhasil memasukkan tiga gol ke gawang Swedia, tetapi gawang mereka-pun harus kebobolan dua gol.

Namun setidaknya mereka memiliki rencana dalam bertanding. Di turnamen terdahulu, permainan Inggris cenderung mengandalkan kolektivitas individual dengan harapan menghibur penonton.

Mungkin bukan sesuatu yang 'wah' untuk dilihat, namun Inggris harus fokus untuk menentukan gaya bertanding yang pas untuk mereka daripada berharap menghibur penonton.

2. Bermain Serius Dalam Laga Persahabatan
Tidak banyak pertandingan persahabatan yang dilakukan oleh Inggris yang bisa kita kenang.

Demi menghindari cedera, banyak pemain Inggris yang enggan untuk bermain sungguh-sungguh dan pergantian delapan hingga sembilan pemain sekaligus saat pergantian babak bisa jadi membuat para pemain bingung sendiri.

Sebuah Tim Nasional pasti mengalami bongkar-pasang pemain dan hanya memiliki beberapa laga ujicoba yang bisa meng-kompak-kan pemain dalam satu tim, jadi sangat penting bagi para pemain tersebut untuk bermain sangat serius di setiap laga meskipun itu hanya sebuah laga persahabatan agar optimal ketika tiba waktunya memasuki sebuah turnamen.

3. Bagaimana Cara Agar Klub Mengijinkan Pemain Membela Timnas
Inilah alasan dari pelatih Inggris seringkali gonta-ganti pemain saat laga ujicoba. Klub-klub yang memiliki pemain yang dipanggil timnas memberikan batasan-batasan khusus untuk memproteksi aset berharganya.

Semenjak Newcastle United meminta kompensasi 10 juta poundsterling kepada Badan Sepakbola Inggris saat Michael Owen menderita cedera di Piala Dunia 2006, FA dipaksa untuk mengikuti aturan main para pemilik klub yang tak ingin pemain intinya cedera saat membela timnas.

Namun, sudah saatnya Inggris mengikuti contoh negara-negara lain yang memberi kesempatan para pemainnya untuk membela negaranya sendiri.

4. Ujicoba Dengan Rival Yang Lebih Berat
Inggris seringkali ber-ujicoba dengan tim yang jauh lebih lemah dari mereka. TIdak heran bila Inggris hanya mendapat sedikit pelajaran dari ujicoba tersebut.

Di laga non-kompetisi tahun lalu, Inggris hanya dua kali melawan rival yang masuk dalam 16 besar ranking FIFA, Spanyol dan Ghana.

Bukan untuk meremehkan negara yang lebih lemah, namun akan lebih berguna bila Inggris lebih sering ber-ujicoba dengan lawan yang sebanding.

5. Pilih Pemain Berdasarkan Performa
Sudah saatnya bagi Inggris untuk memilih pemain Three Lions berdasarkan kemampuan dan apa yang mereka berikan di lapangan, bukan karena gelar nama besar saja.

Wayne Rooney langsung masuk dalam tim inti meskipun dia tidak mengikuti dua laga sebelumnya karena skorsing. Dan di lapangan, Rooney adalah salah satu dari pemain yang penampilannya sangat jauh dari harapan.

Contoh nyata adalah Cesare Prandelli yang mendobrak tradisi para pemain yang sudah biasa dipanggil timnas meskipun sepanjang musim tampil kurang mengesankan. Ia memanggil pemain sesuai dengan yang ia butuhkan dan hasilnya, Italia mampu menembus final Piala Eropa.

6. Beri Waktu Untuk Hodgson
Media massa berteriak keras ketika yang terpilih sebagai manajer Three Lions adalah Roy Hodgson, bukan Harry Redknapp yang mereka jagokan.

Harian The Sun bahkan menulis miring tentang pemilihan Hodgson sebagai bos baru timnas Inggris. Pilihan judul mereka seakan menghina nada bicara Hodgson, "Bwing on the Euwos! (We'll see you in Ukwaine against Fwance)."

Akan menjadi kerugian bagi Inggris sendiri karena pers negeri Ratu Elizabeth itu malah menjadi beban tersendiri bagi pemain dan ofisial timnas Inggris. Tuntutan untuk selalu menang hanya akan membawa dampak buruk bagi mereka.

7. Hooligans Harus Berhenti Berharap Banyak
Argumen-argumen yang digunakan oleh pers Inggris untuk menghakimi para manajer Inggris adalah cermin dari opini publik.

Para suporter Inggris sepertinya hanya berharap besar kepada sosok manajer timnas. Mereka harus belajar untuk menerima bahwa kenyataan tidak semudah membalik telapak tangan.

Kenyataan bahwa Inggris tidak pernah menang atas Spanyol, Jerman, Argentina, Brazil, Italia, Prancis, Belanda atau Portugal di babak knockout di semua turnamen internasional di luar Inggris harus menjadi pedoman bagi para fans Inggris.

Jangan terlalu berharap banyak dengan kekuatan Inggris saat ini. Nikmati saja permainan yang disajikan para skuad Three Lions daripada harus berkeluh-kesah atas penampilan mereka yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

8. Jauh Dari Badai Cedera
Salah satu yang menjadi faktor penghalang kesuksesan Inggris di Euro 2012 kemarin adalah banyaknya pemain langganan timnas yang cedera.

Inggris kehilangan sosok hebat seperti Jack Wilshere, Darren Bent, Frank Lampard dan John Ruddy yang mempengaruhi persiapan timnas dalam menghadapi Piala Eropa.

Semoga talenta hebat Wilshere bisa kita lihat lagi saat Inggris berlaga di kualifikasi dan partai final Piala Dunia 2014. (ble/bola)


ROY HODGSON: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA