Italia vs Inggris, Mourinho vs Ancelotti

Italia vs Inggris, Mourinho vs Ancelotti
'The Special One' Mourinho

Bola.net - - Oleh: Alexander Sugara Wibowo Tengah pekan nanti kita semua akan disajikan kembali atraksi dari LC, banyak drama emosional akan kembali hadir setelah kalender babak 16 besar Liga Champions Eropa kembali bergulir, yakni pada 16-17 Februari nanti. Salah satu yang menarik pastinya jika menyoroti pertemuan antara tim Inggris dengan tim Italia, selalu menarik mengupas perseteruan ini karena dua-duanya memiliki sejarah panjang untuk selalu bersaing. Musim ini pertemuan wakil dari kedua negara ini kembali terhadir, AC Milan bertemu Manchester United, sementara tim satu kota , Inter Milan bersua The Blues . Duel keduanya jelas bakal panas, namun yang terakhir mungkin bakal menjadi yang lebih panas karena keterlibatan dua tokoh. Yaitu Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti, perseteruan keduanya diawali saat masih menukangi musim lalu, sementara di keduanya sudah sering saling ejek saat itu dan kini keduanya kembali dipertemukan oleh undian. Bedanya kini Carlo Ancelotti berada di sisi , klub yang pernah dibesarkan oleh di masa yang lalu. bakal kembali ke klub yang pernah ia berikan kejayaan dan namanya disebut sebagai seorang pahlawan oleh para pendukung The Blues kala itu. Sementara akan kembali menemui lawan besar yang selama ini biasanya ia hadapi selama masih di AC Milan, yakni La Benemata Internazionale Milan. Sebelum menikmati pertemuan keduanya tengah pekan depan, ada baiknya kita kembali menyimak perang kata-kata yang pernah terjadi di antara keduanya di masa lalu, sekedar menjadi pengingat dan pemanasan sebelum laga berikut ini adu mulut dari keduanya yang saya kutip dari berbagai sumber.
Jose Mourinho selalu memiliki kata-kata pedas untuk lawan-lawannya "Apakah saya merindukan ? Tidak. Saya tidak pernah berteman dengan rekan satu profesi. Karena sebagian dari mereka ada yang menyenangkan dan yang lainnya tidak," komentar pada Agustus tahun lalu, saat Derby pertama melawan AC Milan, yang tak lagi ditangani . "Saya memiliki teman di luar sepakbola. Mourinho adalah seorang rekan yang saya hormati. Teman? Dia bukan teman saya. Mungkin di masa depan ketika kita semua berada di ujung karir kita," Tanggapan mengingatkan Mourinho tentang hubungan khusus mereka, Agustus 2009. "Saya selalu menentukan sendiri formasi saya, Tidak ada yang memerintah dan memberitahu saya. Banyak pelatih yang pernah meraih Liga Champions dalam beberapa kali, salah satunya, Namun dia juga pernah kalah di Final walaupun sempat memimpin 3-0," terjadi pada Februari 2009, menanggapi komentar terkait keluarnya dari Liga Champions. "Jika seorang Jesus, maka satu yang pasti saya bukanlah salah satu rosulnya," membuka sisi filosofinya pada Oktober 2009. "Mungkin dia bisa melakukannya dengan baik di karena dia adalah pelatih hebat dan mereka adalah klub besar. Ia memiliki waktu dan sumber daya untuk melakukannya dengan baik di sana," membuka sisi ironisnya setelah bergabung dengan Blues, Juni 2009. "? Saya tidak terpesona oleh kepribadiannya ketika ia berkomunikasi. Kadang-kadang dia mengatakan hal-hal tak berguna. Saya fokus pada pekerjaan saya. Tapi kalau dia mengajak saya untuk mengunjungi Appiano Gentile untuk melihat salah satu sesi latihannya maka saya akan pergi, terlepas dari hasil Liga Champions setelah mereka keluar karena kalah dari Manchester United, " tanggapan tentang nasib yang keluar dari liga Champions dari , Maret 2009. " adalah satu-satunya orang yang berpikir gol adalah handsball. Apa dia pikir kami semua bodoh? Mungkin justru dia lah yang bodoh saat ia berbicara tentang gol yang offside di derby pertamanya yang menghasilkan kemenangan untuk mereka," Saat mempertahankan gol yang berbau handsball memenangkan derby, pada Februari 2009. "Lihatlah formasi antara dan , Nerrazzuri kehilangan sentuhan ajaib mereka," Agustus 2009, Carlo menanggapi kekalahan dari Lazio si Piala Super Italia. "Situasi kami amat berbeda tak lagi memiliki ambisi semejak bulan Maret. Ancelotti telah tertinggal 11 poin dari kami dan mereka akan mengakhiri musim tanpa gelar apa pun," April 2009, menyimpulkan tentang perlombaan Scudetto yang menurutnya telah berakhir. "Saya tidak akan pernah melatih . Karena bagi saya hal tersebut akan seperti berjalan mundur melawan sejarah indah yang pernah saya ciptakan. Saya sangat gembira bersama klub paling sukses di dunia," Februari 2009 saat menyambut Derby Milano.
Orang seramah dan serendah hati Ancelotti pun bisa terpancing serangan verbal Mourinho

Berita Terkait