Langkah Awal Menuju Santiago Barnebeu

Langkah Awal Menuju Santiago Barnebeu
Cristiano Ronaldo, target final Liga Champions di Santiago Barnebeu. (c)AP

Bola.net - -
Oleh: Zulfikar Aleksandri

Penampilan anti klimaks Cristiano Ronaldo di Stadion Olimpico Roma, bulan Mei lalu memupus asa Manchester United mempertahankan gelar Eropa mereka dan harus mengakui superiornya Barcelona yang meraih treble winners. tahu benar bahwa Olimpico adalah penampilan terakhirnya berkostum Manchester United, tetapi bukan final terakhirnya di Liga Champions. Final tahun depan akan bertempat di Santiago Barnebeu, dan yakin memilih sang empunya stadion, Real Madrid, sebagai klub barunya setelah meninggalkan Inggris. Real Madrid memiliki ambisi dan keinginan "paling besar" dibandingkan kontestan lain di Liga Champions musim ini untuk memenangi trofi antar klub paling bergengsi di Eropa bahkan dunia itu. Bukan hanya karena faktor pertandingan final yang akan dimainkan di Santiago Barnebeu, tetapi juga harapan break event point yang menjadi target presiden baru El Real Florentino Perez. Bukan rahasia lagi bila Liga Champions menjanjikan bonus puluhan juta euro, yang bisa menutup sebagian dari pengeluaran awal musim ini saat mendatangkan gerbong pemain terbaik dunia mulai , , Karim Benzema, hingga Xabi Alonso. Pesaing datang dari rival abadi mereka, , yang musim lalu ibarat menampar muka kerajaan Real Madrid dengan raihan treble winner plus kemenangan 6-2 di Santiago Barnebeu pada kompetisi domestik. Barca dengan pelatih muda dan jenius, Pep Guardiola, masih menjadi favorit kuat untuk menjadi klub pertama yang mampu mempertahankan gelar juara sejak format Piala Champions berubah menjadi Liga Champions awal 90an. Selain Real Madrid dan , Spanyol yang juga mengirimkan dua klub lain, dan Atletico Madrid akan menghadapi tantangan dari klub-klub Inggris yang dalam empat tahun terakhir sangat mendominasi Liga Champions. Manchester United, meski tak lagi diperkuat dan Carlos Tevez, berambisi mencatat hat-trick tampil di final. Sedangkan yang dalam dua musim terakhir terdepak secara dramatis, berharap tuah pelatih baru mereka, Carlo Ancelotti. Carletto dianggap mengerti bagaimana cara menjuarai Liga Champions, satu-satunya trofi penting yang belum diraih Roman Abramovich, karena pernah menjuarainya selama dua kali ketika bersama AC Milan. Dua wakil Inggris lainnya, dan , tetap berpotensi menampilkan kejutan dan melenggang ke empat besar, seperti yang menjadi tradisi tim-tim Inggris dalam empat musim terakhir. Bagaimana dengan wakil Italia? Krisis finansial global benar-benar menggerogoti kekuatan klub-klub Seri A. Pemain-pemain bintang dilepas, kini harapan Italia ada pada Inter Milan, , AC Milan, dan . Inter Milan dengan The Special One yang dimilikinya, tidak ingin kembali terhenti di babak 16 besar seperti ketika mereka dikalahkan Manchester United musim lalu. Sementara itu dengan pelatih baru mereka, Ciro Ferrara, sedang berusaha bangkit kembali sejak tersandung kasus calciopolli empat tahun lalu. Skuad dengan materi mayoritas punggawa Azzurri, ditambah penampilan yang semakin menyita perhatian, plus kecerdikan Ferrara, memberi harapan Bianconeri untuk mengulang kejayaan mereka di Eropa seperti saat masih dilatih Marcello Lippi pertengahan hingga akhir 90an lalu. AC Milan dan akan menjadi dua kuda hitam Italia, yang siap membuat kejutan ketika tidak diunggulkan. Seperti kiprah wakil Jerman, Bayern Munich, dengan pelatih berpengalaman asal Belanda, Louis van Gaal. Bila musim lalu kontestan Liga Champions memaknai kalimat "banyak jalan menuju Roma" untuk bertarung layaknya gladiator di final Liga Champions, maka tahun ini seluruh tim siap menjadi matador untuk bertanding pada final Liga Champions 2009-2010 di Santiago Barnebeu.

Berita Terkait