Lebih Dekat Dengan Julian "Low Profile" Hotzel

Lebih Dekat Dengan Julian Low Profile Hotzel

Bola.net - - Oleh: Fajar Rahman


I Wayan Julian Ambirawa Hotzel, striker jebolan SAD Uruguay (c) Bola.net-Fajar Rahman

Low Profile, kata itu yang pertama rasakan pada pemain muda jebolan SAD (Sociedad Anonima Deportiva). Walau lama tinggal di Uruguay, pria bernama lengkap I Wayan Julian Ambirawa Hotzel ini tetaplah seorang pemuda 18 tahun yang santun dan murah senyum.

Tak suka dengan hingar bingar sosial media, tak suka membanggakan spesialisasi diri dan merasa takjub dengan pemain yang selama ini hanya ia jumpai di TV, menjadi penguat betapa pria kelahiran 9 Juni 1993 ini memang benar-benar rendah hati.

Tak sulit mencari Julian di antara pemain Persebaya IPL, klub tempat ia memenuhi panggilan seleksi sekarang ini. Striker bertinggi 184cm dan bermata biru ini memang terlihat menjulang di antara pemain lokal Persebaya lainnya. Beruntung Selasa malam (06/3) bisa 'menculik' pria berdarah Bali-Jerman ini untuk ditanyai lebih banyak tentang dirinya. Berikut interview eksklusif kami dengannya.

Bisa ceritakan sedikit tentang pertama kali mengenal sepak bola?
Lupa juga mulai kapan, tapi yang pasti mulai kecil. Baru sekitar usia 12 tahun saya ikut latihan dengan Perseden Denpasar. Di keluarga nggak ada yang jadi pemain sepak bola. Bapak juga suka bola, tapi beliau pemain amatir bukan pemain bola profesional.

Kalau tentang SAD?
SAD adalah pengalaman berharga bagi saya. SAD lah yang menjadikan saya sebagai striker. Saya dulu awalnya bek kiri, kemudian sayap kiri, baru di SAD saya dipasang sebagai striker. Tapi, saya akhirnya harus mengundurkan diri dari SAD sejak mereka berangkat lagi dengan nama Deportivo Indonesia Januari lalu. Saya mundur karena inginnya bermain bola sambil kuliah. Di sana (Uruguay) susah carinya, jadi saya cari di sini saja.

Sudah dapat Perguruan Tinggi untuk kuliah?
Kebetulan belum dapat dan kebetulan ada panggilan seleksi di Persebaya. Ya siapa tahu nanti di sini dapat dua-duanya.

Sebagai striker, keunggulan apa yang kamu rasa ada di dirimu?
Wah saya termasuk tipe orang yang nggak bisa menilai diri sendiri. Mungkin orang lain yang bisa menilai saya. Saya sih asal main bagus saja.

Klub atau pemain favoritmu?
Saya memang suka juga nonton sepak bola, tapi jujur saya nggak terlalu fanatik dengan pemain atau klub tertentu. Asal mainnya bagus dan enak ditonton saja.

Punya akun sosial media?
Saya nggak punya Twitter, atau pin BB. Akun Facebook sih punya tapi sesekali saja saya buka.


Julian Hotzel, sosok rendah hati yang coba peruntungan di Persebaya (c) Bola.net-Fajar Rahman

Bagaimana tanggapanmu tentang Persebaya?
Persebaya punya nama besar di sepak bola Indonesia. Kemarin sempat nonton lewat TV pas lawan Arema, itu pertandingan besar dengan penonton seperti itu. Waktu dikasih tahu ada panggilan seleksi di sini dan akhirnya ikut latihan di sini, rasanya aneh dan tak percaya. Mereka yang selama ini saya lihat di TV, sekarang bisa latihan bareng. Sayang belum ada Andik (Vermansyah) tadi.

Jadi ingin duet dengan Andik Vermansyah nih ceritanya?
Siapa sih sekarang yang nggak tahu Andik, Mas. Semua striker muda di Indonesia pasti ingin duet dengan dia.

Optimis bisa bergabung dengan Persebaya?
Yah saya jalanin saja, semua kan tergantung pelatih. Saya juga belum sempat berbicara banyak dengan pelatih (Divaldo Alves). Kalau diterima ya syukur, enggak ya syukur.

Walau statusnya sebagai pemain undangan untuk mengikuti seleksi, Julian memang benar-benar low profile dengan tetap bersedia tak diinapkan di hotel dan tinggal sementara waktu di Mess Persebaya Karang Gayam. Di sini ia mendapatkan teman sekamar kiper ketiga Green Force, Dimaz Galih, yang kebetulan juga alumni SAD.

Berita Terkait