
Bola.net - - 
Apapun yang dapat dilakukan Massimiliano Allegri dan AC Milan, dapat pula dilakukan Antonio Conte dan Juventus dengan baik, dan itu dilakukan Conte yang setahun lebih muda daripada pelatih Milan Merah.
Setahun silam, Allegri memimpin Milan ke gelar Liga Italia perdana mereka dalam tujuh tahun pada musim pertamanya di klub tersebut, dan saat itu ia baru berusia 43 tahun.
Semusim kemudian, Conte menyamai pencapaian itu dengan membawa Juve ke gelar perdana mereka sejak 2003, pada musim debutnya melatih 'Si Nyonya Tua dari Turin', dan ia berusia setahun lebih muda daripada Allegri.
Saat ini sedang terjadi tren seperti terlihat di klub-klub terbesar dan populer di Italia, di mana mereka menyingkirkan pelatih-pelatih tua dan memberi kepercayaan kepada pelatih-pelatih muda, enerjik, dan dinamis.
Inter Milan mungkin tidak memenangi apapun musim ini, namun mereka telah melakukan hal ekstrim, dengan merekrut Andrea Stramaccioni sebagai pelatih. Stramaccioni masih berusia 36 tahun, sehingga ia bahkan lebih muda dari beberapa pemain Inter.
Dan kini kepercayaan pada pelatih muda telah membuahkan hasil, di mana Milan dan Juve memetik gelar juara pada dua musim terakhir. Milan membiarkan Carlo Ancelotti pergi ke Chelsea, dan ketika beberapa hal tidak berjalan baik di bawah kepemimpinan Leonardo, setahun kemudian Allegri membayar harapan yang terlihat saat ia melatih Cagliari selama dua tahun, menjadi bukti nyata.
Kini Conte telah melakukan hal serupa, setelah menggantikan sosok pelatih tua lainnya, Luigi Delneri. Pencapaian Conte tidak dapat dilebih-lebihkan, meski ia tidak memiliki sumber daya pemain yang sangat melimpah.
Merupakan kenyataan bahwa Juve adalah raksasa tradisional, klub yang paling banyak didukung di Italia, dan mereka telah menghabiskan banyak dana untuk membawa kembali kesuksesan bagi klub yang sempat mendapat hukuman berat karena terlibat skandal Calciopoli pada 2006.
Terdegradasi karena masalah pengaturan pertandingan, mereka harus menerima kepergian bintang-bintang seperti Zlatan Ibrahimovich, Fabio Cannavaro, dan Patrick Vieira yang lebih memilih pindah ke klub lain daripada harus menghabiskan semusim di Serie B.
Mereka menghabiskan banyak uang untuk membangun kembali tim pada kesempatan pertama, namun kucuran uang yang telah dikeluarkan tidak menjamin kesuksesan apapun. Sejak kembali ke divisi teratas, Juve memiliki empat pelatih yang berbeda dalam empat musim, sebelum merekrut mantan kapten dan jenderal lapangan tengah mereka, Conte.
Dan di saat tidak diragukan lagi bahwa dua musim sebelumnya dilalui Juve dengan sangat buruk, di mana pengeluaran mereka tidak sebanding dengan prestasi yang diraih, kesuksesan yang dicapai Conte merupakan anomali yang dikalibrasi.
Di saat banyak uang dikucurkan untuk membeli pemain-pemain seperti Diego, Amauri, dan Felipe Melo, yang tidak memberi dampak besar untuk mengimbangi besarnya biaya transfer dan gaji mereka, Conte berhasil mengeluarkan potensi terbaik di timnya.
Saat ini Juve dihuni oleh sedikit pemain internasional Italia dan pemain starter di timnas lain, namun Conte mampu memadukan mereka. Dan hal itu dilakukan Conte dengan pengalaman di Serie A yang lebih sedikit daripada Allegri.
Sang pelatih Milan menghabiskan dua musim di Cagliari sebelum pindah ke klub Merah-Hitam, namun pengalaman Conte di kompetisi papan atas hanya saat ia menjalani tiga setengah bulan yang tidak sukses di Atalanta.
Bagaimanapun, ia telah memperlihatkan kemampuannya saat memberi gelar juara Serie B untuk Bari pada 2009, dan memimpin Siena promosi ke Serie A dua musim kemudian. Selain memperlihatkan bahwa ia mampu membangun tim juara, Conte juga mempertontonkan kehebatannya dalam memotivasi pemain.
Motivasi telah menjadi bagian penting dari aksi Conte, dan saat melihat ia melompat dan berjongkok di garis lapangan, pembuluh darah yang menonjol dari lehernya, wajahnya memerah dan mulutnya terbuka lebar untuk berteriak, anda dapat bagaimana arti pekerjaan dan kesuksesan untuk dirinya.
Conte benar-benar merupakan sosok yang diperlukan Juventus, putra klub ini, yang selama 13 tahun menjadi pemain terlibat dalam salah satu periode terhebat dalam sejarah klub ini.
Ia meminta para pemain untuk mengingat untuk siapa mereka bermain dan apa yang diharapkan dari mereka, mungkin hal itu dipakainya karena ia tidak lupa apa artinya bermain untuk klub terbesar dan terhebat di Italia.
Ini merupakan kasus bahwa pelatih yang minim pengalaman dan masih berusia muda dapat pula meraih kesuksesan, di mana Conte mampu menyuntikkan dorongan dan hasrat baru yang telah membantu Juve mengklaim kembali kejayaan masa lampau mereka.
Advertisement
Berita Terkait
-
Asia 8 Juni 2026 08:52Cristiano Ronaldo: Fakta-fakta Menarik sang Ikon Sepak Bola Dunia
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 20:31Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
-
Tim Nasional 9 Juni 2026 19:45Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
editorial 4 Juni 2026 13:59Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
-
editorial 3 Juni 2026 16:194 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
-
editorial 3 Juni 2026 16:053 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:17Diisukan Gantikan Menkeu Purbaya, ini Jawaban Budi Gunadi
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:02Usai Menghadap Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Kursi Menkeu
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:15Bantuan Pangan Beras Diperpanjang Tiga Bulan
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:14KPK Bongkar Skema Penyamaran Uang Korupsi Bupati Muara Enim
-
Liputan6 9 Juni 2026 18:28Nadiem Heran Disebut Penjahat Kerah Putih oleh Jaksa
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8147456/original/007172100_1781000534-IMG-20260609-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556450/original/037805800_1776247114-1000290308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8153833/original/023177800_1781007731-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_19.01.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5772719/original/047625200_1778675573-9.jpg)

