Musim Terpenting Bagi Arsenal, Saatnya Juara

Musim Terpenting Bagi Arsenal, Saatnya Juara

Bola.net - - Oleh: Jeffrie Liem

Tujuh tahun berlalu sejak Patrick Vieira melangkah ke titik penalti di Stadion Milenium di Cardiff untuk mengamankan gelar Piala FA bagi Arsenal di tahun 2005.

Sejak itu, banyak hal yang telah berubah di London Utara. Arsenal kini memiliki Stadion Emirates sebagai markas barunya dan Arsene Wenger masih tetap menjadi ikon dengan terus menghasilkan keuntungan bagi klub dan mempertahankan keberadaan mereka di Liga Champions.

Jika melihat sisi finansial dan prestasi, Arsenal sebagai sebuah klub profesional bisa dikatakan sangat baik. Mereka dapat melakukan efisiensi dengan meminimkan pengeluaran dalam pembelian pemain tetapi tetap bisa menjaga performa yang baik tiap musimnya.

Namun hal tersebut hanya indah bila dilihat dari kacamata bisnis. Lalu bagaimana dengan para pendukung Arsenal? Tidak adanya piala yang diraih Arsenal sejak tahun 2005 cukup mengkhawatirkan dan membuat frustrasi.

Puasa gelar bukan lagi menjadi hal kecil di belakang pikiran The Gooners saat ini, ini sudah terus menerus menjadi perhatian, seperti sebuah lelucon yang sudah terlalu lama dibicarakan dan melewati batas.

Arsenal bukanlah satu-satunya yang berubah sejak awal tahun 2000, sepak bola juga telah berubah. Klub seperti Chelsea dan Manchester City telah disuntik dengan dana terbatas dari investor asing, dan kini dengan cepat menjadi klub yang kuat. Jenis tim praktis yang dapat mengeluarkan berapa pun dana yang dibutuhkan untuk mendaratkan pemain yang diinginkan. Banyak penggemar akan mengklaim bahwa tindakan seperti ini akan merusak sepakbola.

Tapi tentu saja hal itu bukan alasan bagi Arsenal. Mereka tidak dapat membuat mega transfer bernilai puluhan juta pound untuk membeli pemain yang mereka butuhkan, meski dari segi finansial mampu. Dari musim ke musim Arsenal masih tetap bertahan dengan kebijakan transfer mereka yang sangat efisien namun tetap mampu bersaing untuk merebut tropi. Nama besar Arsenal juga menjadi magnet yang membuat beberapa nama besar bergabung dengan harga tidak terlalu mencekik klub.

Musim panas ini boleh menjadi salah satu musim teraneh bagi pendukung Arsenal. Dua pemain nama besar Lukas Podolski dan Olivier Giroud bergabung ke Emirates bahkan sebelum jendela transfer dimulai. Kabar terbaru memberitakan pemain Timnas Spanyol Santi Cazorla juga telah lulus tes medis.

Hal-hal yang terlihat sangat baik bagi The Gunners menjelang musim 2012-13, yang bisa menjadi musim paling penting bagi Arsenal sejak kekeringan gelar dimulai.

Ada hal yang lebih buruk bagi para pendukung Arsenal dari paceklik gelar, yaitu mengetahui bagaimana dekatnya mereka untuk merebut trofi namun gagal. Sebelum memasuki musim baru, kami ingin mengajak Anda melihat kembali momen-momen tersebut.

1 dari 6 halaman

Final Liga Champions 2006

Final Liga Champions 2006

Setahun setelah memenangi Piala FA, Arsenal harus melawan Barcelona di final Liga Champions 2006. Arsenal memiliki kesempatan untuk menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Mimpi itu tampak semakin mendekati kenyataan saat Arsenal unggul 1-0 pada babak pertama lewat sundulan Campbell Sol. Tetapi kemenangan itu tidak bisa bertahan di 15 menit tersisa, Barcelona mencetak dua gol untuk menyegel trofi Liga Champions 2006.

Tanda-tanda kekeringan trofi Arsenal tentu saja belum tampak saat itu, namun pertandingan di Paris malam itu seakan-akan menghantui Arsenal di pertandingan-pertandingan di musim-musim berikutnya.

2 dari 6 halaman

Final Piala Liga 2007

Final Piala Liga 2007

Kesempatan berikutnya untuk memenangkan piala datang setahun kemudian, yaitu di final Piala Liga melawan Chelsea di Stadion Millenium. Di tempat yang sama Arsenal berhasil mengangkat Piala FA dua tahun sebelumnya.

Kebijakan Arsene Wenger yang terkenal dengan memainkan pemain muda pada pertandingan Piala Liga menuai banyak kontroversi kala itu, tak terkecuali pada pertandingan final ini.

Pemain-pemain muda seperti Theo Walcott, Armand Traore, Denilson dan Justin Hoyte kala itu harus siap sebelum waktunya untuk melawan skuad Chelsea yang bertabur nama-nama bintang seperti Michael Ballack, Didier Drogba, John Terry, Claude Makelele, Frank Lampard, dan Michael Essien.

Tapi sekali lagi, Arsenal mampu memimpin di awal melalui gol Theo Walcott yang brilian di menit ke-12. Sayangnya hanya delapan menit berselang Didier Drogba berhasil menyamakan kedudukan, dan enam menit sebelum bubar penyerang yang menjadi momok Arsenal itu akhirnya mengubur mimpi pemain muda Arsenal.

Wenger akhirnya mengakui kesalahannya dalam pemilihan pemain yang diturunkan pada partai final tersebut. Kekalahan yang mungkin menyebabkan dirinya susah tidur selama lima tahun kemudian.

3 dari 6 halaman

Final Piala Liga 2011

Final Piala Liga 2011

Kesempatan terbaik yang dimiliki Arsenal untuk meraih piala ada pada dua tahun lalu, di musim 2010-11. Arsenal berhasil mencapai final Piala Liga pada bulan Februari. The Gunners memiliki kesempatan emas untuk menang karena lawan mereka adalah Birmingham, tim yang saat ini berada di Liga Championship karena tedegradasi musim itu.

Arsene Wenger tampak tidak akan melewatkan kesempatan tersebut berlalu begitu saja. Kemenangan akan mendorong timnya untuk merebut gelar-gelar lainnya, sebab Arsenal saat itu juga masih memiliki peluang di Piala FA dan di Liga Champions, serta perebutan gelar Liga Inggris.

Meski harus kehilangan Walcott dan Fabregas karena cedera, Arsenal masih memiliki barisan yang cukup kuat seperti Samir Nasri, Robin van Persie, Alex Song, Jack Wilshere, Bacary Sagna dan Gael Clichy. The Gunners sedang berada dalam bentuk terbaiknya saat ke final, yaitu 10 pertandingan tak terkalahkan di liga serta kemenangan 2-1 atas Barcelona.

Kali ini Arsenal tidak memimpin di awal. Birmingham mencetak gol pembuka di babak pertama melalui sundulan. Sesuatu yang menjadi kelemahan terbesar Arsenal musim itu. Gol tersebut berhasil mengejutkan The Gooners yang sangat percaya diri.

Untungnya Robin van Persie menyamakan kedudukan hanya 11 menit berselang dengan tendangan voli berkelas, membawa The Gunners kembali bersemangat menjelang turun minum.

Di babak kedua Arsenal menunjukkan niat mereka untuk menang dengan menyerang total. Arsenal berhasil menguasai pertandingan dengan statistik 20 tembakan dan 12 on target berbanding 11 tembakan dan tujuh on target yang dimiliki Birmingham.

Namun gol tidak pernah tercipta bagi tim asuhan Arsene Wenger. Bencanapun terjadi, sebuah tontonan pertahanan yang buruk yang diperagakan Wojciech Szczesny dan Laurent Koscielny pada menit ke-89 membuat Arsenal harus kehilangan kesempatan terbaik mereka untuk meraih piala sejak 2005.

4 dari 6 halaman

Musim 2010-2011

Musim 2010-2011

Kekalahan Arsenal di final Piala Liga rupanya menular ke pertandingan-pertandingan Arsenal berikutnya. Arsenal tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-3 dari Barcelona di leg kedua. Arsenal juga menderita kekalahan 0-2 dari Manchester United yang berarti tersingkir dari Piala FA.

Tersingkir dari tiga turnamen dalam dua minggu adalah hal yang sangat memilukan bagi Arsenal.

Arsenal menunjukan performa yang mengerikan dalam pertandingan liga setelah kehilangan Piala Carling. Mereka hanya mengumpulkan 12 poin dari 11 pertandingan terakhir mereka musim itu. Beruntung tim asuhan Arsene Wenger hanya tergelincir ke peringkat empat di bawah Chelsea dan Manchester City sehingga masih berada di zona Liga Champions.

Banyak pengamat merasa yakin, jika saja Arsenal mampu memenangkan final Piala Carling saat itu, mereka akan menjuarai Premier League. Sebab Manchester United juga menemukan kesulitan dalam beberapa kali pertandingan pada musim tersebut, sesuatu yang mungkin bisa dimanfaatkan Arsenal jika mereka menang atas Birmingham.

5 dari 6 halaman

Musim Transisi

Musim Transisi

Setelah musim 2010-11 Arsenal yang tragis berlalu, dua pemain terbaiknya Cesc Fabregas dan Samir Nasri memutuskan untuk meninggalkan Emirates. Musim panas itu adalah saat-saat yang ingin dilupakan Arsenal, ditambah Arsene Wenger tidak mampu membawa pengganti yang tepat untuk lini tengah. Arsenal memang mampu menandatangani Mikel Arteta untuk memperkuat lini tengah The Gunners namun ia memainkan posisi yang berbeda dari Cesc Fabregas.

Setelah kepergian Fabregas dan Nasri, musim 2011-12 menjadi musim peralihan bagi kubu Arsenal. Arsenal terlihat butuh waktu untuk kembali memadukan kembali pemain-pemain lama mereka dengan yang baru setelah ditinggal pemain-pemain pilar mereka.

Musim 2011-12 akan dikenang sebagai musim yang luar biasa bagi Arsenal dalam menjaga tradisi sebagai sebuah klub besar.

Walaupun melewati awal musim yang mengerikan secara perlahan Arsenal mampu berbalik. Dari awalnya tercecer di peringkat 17 Arsenal berhasil menyelesaikan liga di tempat ketiga. Dan seperti sebuah tradisi mereka berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

6 dari 6 halaman

Saatnya Arsenal Juara

Saatnya Arsenal Juara

Musim ini akan menjadi musim terpenting Arsenal. Musim transisi berakhir, dan sekarang saatnya bagi Arsene Wenger untuk menunjukkan bahwa skuadnya berisi pengalaman dan pemain muda yang hebat, memainkan perpaduan yang indah, sepak bola menyerang, bisa memenangkan piala dan mencapai hal-hal besar.

Persiapan hebat telah dimulai musim panas ini, dan hal-hal besar yang diharapkan dari Arsenal. Memang hal itu semacam klise yang terdengar setiap tahunnya, namun dengan beberapa pemain bintang menjanjikan membuat harapan itu tampak sangat cerah bagi Arsenal saat ini. The Gooners akan benar-benar percaya bahwa musim ini Arsenal akan memenangkan beberapa trofi.

Bring back the glory days. Come on you Gunners!

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR