Pelajaran Messi Untuk Arsenal

Pelajaran Messi Untuk Arsenal
Lionel Messi (c)Zimbio

Bola.net - - Sebelumnya banyak komentar yang menyatakan Arsenal akan menemui banyak kesulitan saat bertandang ke Nou Camp, markas Barcelona, pada pertandingan leg ke 2 perempat final Piala Champions. Bukan tidak berdasar, kondisi Arsenal yang ditinggalkan banyak pemain intinya, karena cedera dan akumulasi kartu, memperkuat prediksi para pengamat yang lebih menfavoritkan Barcelona akan dengan mudah mengatasi Arsenal. Tanpa kehadiran sang kapten Cesc Fabregas, penyerang sayap Andrey Arshavin, palang pintu William Gallas dan gelandang bertahan Alex Song, Arsenal pergi dengan sebuah meriam tanpa peluru di dalamnya. Pada leg pertama di Emirates saja, Arsenal sudah tampak kewalahan menghadapi permainan cantik ala Barcelona, kini dengan kondisi pasukan yang timpang Arsenal butuh sebuah keajaiban untuk menolong mereka. Dan benar, saat pertandingan menit ke-18 keajaiban yang dibutuhkan itu datang, Arsenal berhasil memutar mulut-mulut para komentator yang sempat meremehkan berbalik memperhitungkan kemampuan mereka. Lewat proses serangan balik yang cepat, Theo Walcott sukses memberi umpan pada Nicklas Bendtner yang berdiri bebas. Dengan usaha kerasnya Bendtner berhasil menceploskan bola gawang, meski sebelumnya sempat dihalau Victor Valdes. Gol! 0-1 bagi keunggulan Arsenal, bayangan babak semifinal pun telah tergambar indah di pikiran para pendukung The Gunners, menyembunyikan sesaat kekhawatiran yang sebelumnya membuat saraf-saraf begitu tegang. Pertandingan pun dilanjutkan, dan wajah was-was pendukung Arsenal kembali terlihat, berharap tim kesayangan mereka bisa lolos dari lubang jarum malam itu. Wajar saja, walaupun dalam keadaan unggul pertandingan masih menyisakan 72 menit, dan itu merupakan saat-saat yang menyiksa. Bencana bagi Arsenal. Keajaiban itu hanya bertahan selama 3 menit. Bayangan indah di menit ke 18 itu sirna seperti sebuah screensaver pada desktop. Adalah Lionel Messi yang membuyarkan mimpi Arsenal dengan tendangan kerasnya yang mengoyak gawang Almunia di menit ke-21. Messi berhasil memaksa Arsenal untuk kembali menghadapi kenyataan beratnya bermain di Nou Camp dalam kondisi pasukan yang timpang. Keberhasilan Arsenal mencetak gol di Nou Camp seperti membangunkan singa yang sedang tidur. Setelah mampu menyamakan kedudukan lewat gol Messi, Barcelona makin menggencarkan serangannya. Menit ke-35 Barcelona berhasil memperburuk keadaan Arsenal. Messi kembali menebar ancaman, ia berhasil menyelesaikan kerja sama cantiknya dengan Eric Abidal dan Pedro Rodriguez dengan sebuah tendangan keras yang membobol gawang Almunia. Enam menit berselang, Messi benar-benar menunjukkan bagaimana caranya seorang pemain terbaik dunia bermain pada pertandingan itu. Ia berhasil mencetak hattricknya di laga tersebut. Sebuah tendangan lob cantik dari kaki kirinya sukses mengecoh Almunia dan membuat Barca unggul 3-1 dari Arsenal. Perjuangan Arsenal kian berat, namun harapan itu masih tetap ada, mengingat saat leg pertama di Emirates pasukan muda The Gunners bisa menyamakan kedudukan. Namun Barcelona makin menunjukkan dominasinya di lapangan, seolah mempertegas keajaiban yang diharapkan Arsenal itu tidak akan mungkin terjadi di Nou Camp. Di babak kedua Arsenal nyaris tidak memiliki satupun kesempatan untuk meneror lini pertahanan Barca. Hanya beberapa kali Arsenal tercatat mendapatkan peluang, dan yang terbaik adalah dari heading Bendtner dan dari sepakan Thomas Rosicky yang jauh terbang di atas gawang. Barcelona akhirnya mengakhiri semangat juang Arsenal dan pendukungnya di menit ke-87. Sebuah tendangan keras Messi gagal diantisipasi Almunia. Bola meluncur deras melewati celah di antara kedua kaki kiper asal Spanyol itu. Kedudukan 4-1 mengakhiri pelajaran yang diberikan Messi untuk Arsenal. Messi Penyerang Elit Eropa Tidak diragukan lagi, Messi adalah bintang pada pertandingan Barcelona melawan Arsenal dini hari tadi . Penampilan sensasional Lionel Messi semakin mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik di dunia saat ini. Dengan memborong 4 buah gol, Messi bak bermain seorang diri melawan Arsenal. Keberhasilan itu membuatnya masuk dalam jajaran penyerang elit Eropa selama ini. Messi kini menjadi pemain keenam dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan. Tercatat hanya ada lima orang yang menyamai torehan gol Messi dalam satu pertandingan, mereka adalah, Marco Van Basten, Dado Prso, Ruud Van Nistelrooy, Andrey Shevchenko dan Simone Inzaghi. Rekor 4 gol di satu pertandingan Liga Champions pertama kali diciptakan oleh Van Basten kala masih memperkuat AC Milan ketika melawan IFK Gothenburg pada tahun 1992. Butuh waktu delapan tahun agar rekor Van Basten bisa terulang. Penyerang Lazio, Simone Inzaghi berhasil mencetak empat gol ketika Lazio menghancurkan wakil Perancis Marseille dengan skor 5-1 di tahun 2000. Berikutnya nama Dado Prso juga mencatatkan namanya dalam sejarah, saat klubnya, AS Monaco, melumat Deportivo La Coruna dengan skor 8-3 pada bulan November 2003. Mantan penyerang Manchester United, Van Nistelrooy meneruskan jejak Van Basten dengan mencetak empat gol saat membela Manchester United menghancurkan Sparta Praha di Old Trafford pada tahun 2004. Dan Shevchenko menjadi pemain terakhir yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan, yaitu pada saat timnya kala itu, Milan, bertemu Fenerbahce di ajang Liga Champions pada tahun 2005. Pengakuan Arsene Wenger Arsene Wenger tentu sangat kecewa dengan penampilan anak asuhnya saat berhadapan dengan Barcelona. Apalagi Arsenal sempat memimpin terlebih dahulu dengan skor 1-0, namun pada akhirnya empat gol Messi memastikan mereka tersingkir di babak perempat final Piala Champions. Arsene Wenger menyebut timnya telah melakukan kecerobohan hingga tidak bisa mempertahankan kedudukan. "Pada skor 1-0 kami bisa menekan melalui serangan balik untuk mereka, namun kami mengambil pilihan yang salah dan akhirnya membuat mereka bisa mencetak gol," "Kami sempat berjuang untuk memberi perlawanan. Kami mulai dengan baik dan memiliki peluang untuk kembali pada kedudukan 3-1, namun peluang Bendtner membentur gawang dan saya pikir ia telah menyiayiakan sejumlah peluang lainnya." ujar pelatih yang masa kontraknya bersama Arsenal akan segera berakhir itu. Lionel Messi benar-benar menjadi bintang pada pertandingan itu, penampilannya bukan saja membuat kubu Barcelona terhibur tetapi juga berhasil memaksa tim lawan memuji kehebatannya. Arsene Wenger, yang lebih dikenal dengan celaannya dari pada pujian, akhirnya mengakui kelebihan yang dimiliki Barcelona, terutama dari pemain terbaik mereka, Lionel Messi, yang berhasil menghancurkan Arsenal seorang diri. Wenger mengagumi penampilan Messi sebagai yang terbaik di dunia saat ini. "Selamat kepada Barcelona, mereka memang lebih baik dari kami. Bagi saya dia [Messi] adalah pemain terbaik di dunia," tuturnya kepada Sky Sports. Pelatih yang sangat suka memakai pemain muda ini mengatakan bahwa Messi memiliki skill yang sangat hebat dan sangat berbahaya. "Dia memang tidak selalu terlibat dalam sebuah permainan, namun sekali dirinya terlibat ia benar-benar sangat berbahaya," "Saat dia membawa bola dan menjalankan ketrampilannya ia tak akan terbendung. Dia satu-satunya pemain terbaik dunia yang bisa mengubah arah dalam satu langkah." Pujian juga datang dari pemain-pemain Arsenal, salah satunya adalah kiper Manuel Almunia, yang dipermalukannya dengan empat gol pada pertandingan itu. Almunia mengakui jika Messi memiliki skil tinggi dan merupakan pemain tersulit yang pernah ia hadapi. "Saya rasa dia adalah pemain terhebat yang pernah saya hadapi dan dia adalah pemain terbaik dunia. Sungguh sulit untuk menghentikan seseorang seperti dia yang memiliki banyak skil seperti itu, yang bisa melakukan apapun yang diinginkan dengan bola," sambung Almunia. Penyerang Arsenal yang sempat memberi harapan bagi Arsenal hari itu, Bendtner, juga ikut memberi pujian. "Lionel adalah seorang pemain yang fenomenal dan dia telah menunjukkannya lagi malam ini," tukas Bendtner. Persaingan Pemain Terbaik Dunia Dengan tambahan 4 gol yang dicetak dalam laga melawan Arsenal, Messi kini telah berhasil mengoleksi 39 gol di seluruh ajang kompetisi yang ia ikuti, dan semuanya itu ia kumpulkan dari 42 penampilannya. Persaingan Lionel Messi dan Wayne Rooney untuk memperebutkan kandidat kuat pesepakbola terbaik musim ini tampaknya akan semakin panas. Namun dengan perolehan empat golnya ke gawang Arsenal, Messi kini lebih diunggulkan. Pemain yang berhasil menghantarkan timnya menjuarai Liga Champions sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak merupakan salah satu faktor penentu untuk menjadi pemain terbaik dunia, tiga pemain terbaik sebelumnya adalah mereka yang berhasil masuk kriteria tersebut. Wayne Ronney dan Lionel Messi tentu menyadari pada akhirnya persaingan mereka akan bermuara ke sana. Wayne Rooney sementara ini berada di bawah Messi dengan total 34 gol dari seluruh penampilannya di semua ajang bersama Manchester United musim ini. Gol tersebut terdiri dari 26 gol di Liga Inggris, 5 gol di Liga Champions dan 3 gol di kompetisi lainnya. Perolehan Rooney tersebut kini terpaut 5 gol dengan perolehan Messi yang mencapai 39 gol, yaitu 26 gol di Liga Spanyol, 8 gol di Liga Champions dan 5 gol di kompetisi lainnya. Striker kebanggaan Inggris ini agaknya akan menemui sedikit kesulitan untuk mengejar Messi dikarenakan cedera yang dideritanya setelah berhasil mencetak satu gol ke gawang Bayern Munich. Hal tersebut membuat perolehan gol Rooney sedikit tertahan, catatan 34 gol dari 40 laga sepertinya tak akan berubah sampai Rooney benar-benar pulih dari cedera. Sementara itu Messi yang sedang dalam bentuk terbaiknya sudah tidak terbendung lagi untuk menghasilkan gol demi gol. Hal terburuk lainnya yang akan membuat Rooney semakin tertinggal terjadi bila Manchester United gagal mengatasi Bayern Munchen di Old Trafford pada pertandingan hari Kamis dini hari (08/04) nanti, karena Messi telah melenggang bersama Barcelona ke babak semifinal setelah berhasil menghentikan perjuangan Arsenal. Salah satu even yang mungkin bisa membuka kesempatan Rooney untuk menjadi yang terbaik di dunia adalah di Piala Dunia 2010 musim panas nanti. Itupun jika ia bisa membawa Inggris juara dunia untuk kedua kalinya.

Berita Terkait