
Bola.net - -
Oleh: Chandra Wijaya
Masalah pembelian pemain muda di bawah usia 18 tahun sebenarnya sudah mencuat sejak lama. Tetapi hal ini baru memanas saat mendapat ancaman hukuman tidak boleh aktif dalam bursa transfer sampai bulan Januari 2011 plus harus membayar sejumlah kompensasi karena dianggap telah membujuk Gael Kakuta untuk memutus kontraknya dengan klub Perancis Lens. Meski sekarang ini masih mengajukan banding, tetapi hal itu ternyata menjadi pemicu munculnya gugatan serupa dari klub-klub yang merasa dirugikan dengan kasus yang mirip seperti ini. Begitu kasus ini mencuat, tiba-tiba mencuat kasus lainnya. Manchester United dituduh melakukan pendekatan ilegal pada Paul Pogba dari klub Perancis Le Havre. Pemain muda itu tidak jadi menandatangani kontrak bersama Le Havre dan memilih bergabung dengan . -pun kembali menyuarakan gugatannya atas lepasnya pemain muda mereka Federico Macheda ke . Manchester City juga terancam mendapat gugatan yang sama karena dianggap melakukan pendekatan ilegal pada pemain dari klub Rennes, Jeremy Helan lebih memilih dikontrak oleh dibanding Rennes. Melihat hal ini, presiden UEFA Michael Platini kembali menyuarakan niatnya untuk menerapkan aturan pelarangan transfer internasional untuk pemain di bawah usia 18 tahun. Perlukah aturan seperti itu diterapkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita lebih baik melihat dulu keuntungan yang didapat dari adanya transfer pemain di bawah usia 18 tahun. Merujuk tujuan dari suatu transfer dari satu klub ke klub lain, tidak lain adalah untuk mencari situasi yang lebih baik bagi pemain dan kedua klub itu sendiri. Pemain bisa pindah ke klub yang lebih besar atau menurut pandangannya akan memberikan masa depan yang lebih baik baginya. Bagi klub baru, mereka akan mendapatkan suntikan tenaga baru yang akan meningkatkan kualitas bermain mereka. Sedangkan bagi klub yang ditinggalkan tentunya akan mendapatkan kompensasi sesuai yang mereka harapkan untuk digunakan membeli pemain baru atau keperluan klub lainnya. Intinya di sini adalah semua mendapatkan keuntungan yang mereka harapkan. Hal ini juga sama berlakunya bagi proses pindahnya pemain di bawah 18 tahun. Mereka tentunya ingin pindah untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Apalagi di usia mereka yang masih belia, tentunya butuh suatu bimbingan yang intensif agar potensi yang ada pada mereka dapat digali dan diasah sehingga nantinya bisa menjelma menjadi pemain bintang yang memperkuat klub besar. Impian yang nampaknya selalu ada dalam benak setiap pemain sepak bola. Untuk itu selagi masih muda, mereka selalu harus memastikan dirinya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Contoh nyata kita lihat pemain yang sejak usia belia sudah dibeli oleh klub besar. Lionel Messi dibeli dari Newell's Old Boys pada tahun 2000 pada saat usianya masih 13 tahun. yang sempat divonis menderita gangguan hormon pertumbuhan, oleh diobatkan sepenuhnya sampai sembuh. Perlahan namun pasti bersama , menjelma menjadi pemain kelas dunia. Cristiano Ronaldo, pemain termahal di dunia pun pada usia 12 tahun dibeli oleh Sporting Lisbon dari CD Nacional. Di Sporting inilah bakat Cristiano Ronaldo mulai terasah dan akhirnya benar-benar menjelma menjadi pemain bintang saat dibeli oleh Manchester United. pun saat berusia 17 tahun harus pindah ke Cruzeiro dari Sao Cristovao. Sebelum akhirnya makin bersinar setelah bergabung ke PSV kemudian akhirnya menjelma menjadi striker yang paling ditakuti di dunia setelah pindah ke . Ada lagi Theo Walcott yang pindah ke dari Southampton saat usianya masih 17 tahun. Jangan lupakan juga Cesc Fabregas yang dibeli dari saat berusia 16 tahun, meski kedua klub itu sama-sama besarnya. Juga ada banyak nama lain seperti Gerard Pique, Giuseppe Rossi dan masih banyak lagi yang lain. Pertanyaannya sekarang, apakah mereka semua ini bisa bersinar menjadi pemain bintang jika mereka tetap di klub asalnya sampai berusia 18 tahun? Jelas sekali belum tentu, karena hidup ini ada jalan tersendiri. Ada sedikit saja perbedaan jalan yang dipilih, hasilnya juga akan sangat lain. Satu hal yang pasti di sini juga, dengan menunda perpindahan dan tetap bertahan di klub asal yang lebih kecil, pastinya hasilnya akan beda kalau sebelumnya bergabung terlebih dahulu dengan klub besar. Karena setiap klub punya pola pendidikan yang berbeda, terutama antara klub besar dan klub kecil. mengatakan pembelian pemain sejak muda ini menyulitkan tim nasional mendapatkan pemain terbaiknya. Pada BBC News 24 programme Hard Talk, dia mengatakan: "Karena uang, pemain terbaik akan pergi pada usia 14 tahun yang berarti sukses selalu diikuti dengan uang dan kita perlu memperbaiki itu." "Anda punya peraturan di Inggris di mana Anda bisa membeli pemain dari negara dan klub lain sehingga Anda bisa melindungi klub Anda tetapi Anda merusak program tim muda klub asing yang Anda incar pemainnya." "Saya ingin melindungi pemain muda dengan usia 14 atau 15 tahun yang mana perlu tetap tinggal dengan klub di tempat kelahirannya, dengan keluarga mereka dan jika mereka ingin pergi ke Inggris di usia 20, 21, 22 tidak akan jadi masalah lagi. Banyak yang kembali di usia 16 tahun dan gagal," tambahnya. Pelatih Arsene Wenger, yang dikenal sebagai pelatih yang sangat suka merekrut pemain muda untuk dia bina, punya pendapat sendiri terhadap rencana presiden UEFA itu. "Lihatlah alternatifnya. Jika Anda melarang pemain untuk pindah sebelum berusia 18 tahun, Anda tahu apa yang akan terjadi? Pemain itu tetap akan dijual. Ke siapa? Ke agen. Di usia berapa? Di 13, 14 tahun. Ke mana mereka akan pergi? Tidak ke klub level atas dengan pendidikan level atas pula. Mereka akan pergi ke klub yang telah dibeli oleh pengusaha, dengan level rendah, dan tetap akan di sana sampai berusia 18 tahun menunggu untuk dijual," urai . "Jika pemain Anda tidak pindah ke klub yang terbaik, saya percaya pemain itu tidak akan bisa berkembang. Jika Anda punya anak yang punya bakat musik, apa tindakan Anda pertama kali? Pasti Anda akan menempatkannya ke sekolah musik yang bagus, bukan yang biasa-biasa saja. Jadi kenapa ini tidak berlaku juga di sepak bola? Jika seorang pemain pindah ke , , Manchester United atau klub besar lainnya, dia akan mendapatkan pendidikan yang bagus," tambahnya. "(Transfer) tetap akan terjadi meski mereka menghentikannya untuk 1-2 tahun. Klub akan membuat perjanjian terlebih dahulu untuk menjual pemainnya yang masih berusia 16 tahun ke klub lainnya saat nanti sudah berusia 18 tahun. Apakah mereka benar-benar mau menunggu?", pungkas . Dengan pendapat ini nampaknya rencana baik untuk menyelamatkan pemain muda di bawah 18 tahun nampaknya tidak akan memberikan hasil yang signifikan. Lagipula bagi klub yang pemain mudanya pindah ke klub besar, masalahnya bukan usia mereka saat dibeli, tetapi ada yang lain bagi mereka. Hal ini terlihat dari pernyataan Lens dan Le Havre. Presiden Lens Gervais Martel mengatakan,"Pemain itu (Gael Kakuta) masih dalam kontrak dengan kami, mereka datang dan mencuri dia begitu saja dari kami." Direktur olahraga Le Havre Alain Belsoeur mengatakan, "Di Le Havre kami menghabiskan 5 juta Euro untuk akademi kami. Dari 25 pemain profesional kami, 16 di antaranya berasal dari akademi kami. Kami ingin kerja kami dihargai. Jika Cristiano Ronaldo pindah dari Real Madrid ke Bayern Munich sebelum kontraknya berakhir, pasti ada kompensasi. Hal yang sama seharusnya berlaku juga untuk pemain dari akademi kami." Coba lihat kata-kata yang ditebali di paragraf di atas, apa sebenarnya inti bagi klub yang pemainnya diambil oleh klub besar? Tidak ada yang lain selain "kompensasi yang sesuai"! Kalau ada kompensasi yang sesuai, tentunya semua klub ini tidak akan keberatan apapun, sekalipun pemain mereka masih berusia 10 tahun sekalipun. Karena perpindahan pemain adalah sesuatu yang sangat wajar terjadi di dunia sepak bola. Transfer tidak pernah memperdulikan apapun, termasuk di sini usia. Asal kualitas dan kompensasinya sesuai, transfer pasti akan terjadi. Jadi solusi yang bisa diambil di sini adalah pemberian kontrak profesional bagi pemain di bawah usia 18 tahun, agar nantinya ada klub besar yang berminat, klub asalnya bisa memperoleh kompensasi yang diharapkan. Lagipula sangat sulit untuk menahan seorang pemain, apalagi kalau dia sudah diminati klub yang lebih besar. Kalau terus dipaksa ditahan, tentunya pemain itu akan kehilangan motivasi. Pemain muda yang diharapkan bisa berkembang menjadi pemain bintang, bisa juga akan gagal karena begitu besar keinginannya untuk pindah. Jadi selama harga cocok, transfer pemain bukanlah suatu hal yang merugikan. Jadi bagaimana menurut Anda, apa masih perlu pelarangan transfer pemain di bawah 18 tahun?
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bulu Tangkis 9 Juni 2026 14:41Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 14:02Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
BERITA LAINNYA
-
editorial 4 Juni 2026 13:59Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
-
editorial 3 Juni 2026 16:194 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
-
editorial 3 Juni 2026 16:053 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
-
editorial 3 Juni 2026 15:476 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:50IHSG Sesi Kedua Melonjak 4,5%
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:16Wamenkum Ungkap Alasan RUU Polri Dibahas Singkat
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:40Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:37BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Melambung ke 5.599
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133975/original/022875900_1780985815-IMG_2707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)

