
Bola.net -
Oleh: Zulfikar Aleksandri
Pelatih Blackburn Rovers, Sam Allardyce, dikenal gemar mendatangkan pemain-pemain tua yang sudah mendekati masa pensiun. Saat masih melatih Bolton Wanderers, pelatih berjuluk Big Sam itu "mengoleksi" sejumlah pemain tua seperti Fernando Hierro, Ivan Campo, Gary Speed, Jay-Jay Okocha, hingga Mario Jardel.
Kebiasaan "mengoleksi" pemain tua di Bolton rupanya belum hilang dari sosok Allardyce setelah pelatih berusia 54 tahun itu mendatangkan bek senior Real Madrid, Michel Salgado, ke Ewood Park.
Mantan bek kanan timnas Spanyol dan Real Madrid itu telah 10 tahun berkarir di Santiago Barnebeu serta turut membawa Los Merengues meraih empat gelar Liga Spanyol dan dua kali Liga Champions.
Sebelum membela Madrid, Salgado dikenal sebagai "tukang jagal" saat masih berkostum Celta Vigo, salah satunya dikarenakan tekel kerasnya yang membuat patah kaki pemain Atletico Madrid asal Brasil, Juninho.
Berikut beberapa pemain usia tua yang didatangkan Big Sam.
Fernando Hierro
Hierro datang ke Reebok Stadium dengan reputasi mentereng bersama Real Madrid, yakni menjuarai Liga Champions sebanyak tiga kali dan 98 caps dengan tim Matador Spanyol.
Hierro yang sempat bermain di klub Qatar, Al Rayyan pada musim 2003-2004 itu akhirnya hanya bertahan satu musim di Premiership dengan mencetak satu gol dalam 29 pertandingan. Meski Allardyce telah membujuknya untuk bertahan, pemain kelahiran 23 Maret 1968 itu tetap memutuskan untuk pensiun.
Jay-Jay Okocha
Selama empat setengah musim di Bolton, Okocha menjadi andalan lini tengah The Trotters. Mantan gelandang timnas Nigeria itu mencetak 14 gol dalam 124 pertandingan Premiership dan turut membawa Bolton meraih tiket Piala UEFA pertama dalam sejarah klub.
Youri Djorkaeff
Sebelum bergabung dengan Bolton, Djorkaeff dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Prancis yang telah bermain lebih dari 445 pertandingan bersama tujuh klub di Jerman, Prancis, dan Italia. Reputasi Djorkaeff mencapai puncaknya saat membawa Les Bleus menjuara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Selama dua musim di Inggris bersama Bolton, Djorkaeff cukup sukses dengan mencetak 21 gol dalam 75 pertandingan. Setelah kontraknya dengan Bolton berakhir, Djokaeff sempat bergabung dengan Blackburn Rovers meski hanya bertahan selama beberapa bulan dan akhirnya bergabung dengan klub MLS (Liga Amerika Serika), New York Red Bulls, hingga memutuskan pensiun tahun 2006.
Gary Speed
Pemain asal Wales ini tidak seflamboyan pemain-pemain senior lain yang didatangkan Allardyce, namun mantan pemain Leeds United dan Everton ini menjadi salah satu pemain paling loyal milik Bolton dan menjadi salah satu legenda hidup The Trotters.
Speed bergabung dengan Bolton dari Newcastle United awal musim 2004-2005 dengan transfer senilai 750 ribu poundsterling. Selama empat musim di Bolton, Speed turut membawa Bolton meraih tiket antar klub Eropa pertama bagi klub yang berdiri tahun 1874 itu.
Ivan Campo
Ivan Campo merupakan mantan jawara Liga Champions lainnya yang didatangkan oleh Big Sam. Selama enam musim bersama The Trotters, Ivan Campo akan selalu dikenang dengan rambut kribo dan gol spektakulernya dari jarak 40 meter ke gawang kiper Spurs dan timnas Inggris, Paul Robinson.
Mario Jardel
Dikenal publik sepak bola Eropa dan dunia sebagai salah satu bomber terbaik di Portugal bersama Porto (131 gol dalam 137 pertandingan), namun rekor tersebut tidak berjalan mulus di Bolton. Jardel hanya bermain dalam 11 pertandingan dan mencetak tiga gol selama lima bulan yang sulit di Reebok Stadium.
Apakah Salgado mampu tampil gemilang di Liga Primer Inggris bersama Blackburn? Mengingat "track record" Big Sam bersama pemain-pemain tua, bukan tidak mungkin Salgado kembali menemukan performa terbaiknya usai tersingkir dari skuad Real Madrid musim panas ini. (zul/bola)