
Bola.net - - Oleh: Fajar Rahman Pagelaran Piala Dunia kali ini banyak memberi kejutan bagi kita semua. Tim-tim berlabel unggulan mulai tertahan dan tumbang di laga perdana dan ke dua mereka. Sebut saja , , , dan . Kecemerlangan para pemain bintang pun belum juga muncul hingga pertandingan kedua penyisihan grup. Sebut saja , Christiano Ronaldo, David Villa, Wayne Rooney ataupun nama-nama besar lainnya. Namun sangat disesalkan jika mereka mulai mencari kambing hitam atas kegagalan timnya ataupun gol yang tak kunjung tercipta dari kaki mahal mereka. Sejauh ini yang paling sering menjadi kambing hitam adalah Vuvuzela dan Jabulani. Vuvuzela sering dikeluhkan para pemain ini karena tingkat kebisingannya yang bisa mengganggu konsentrasi dan koordinasi tim. Kiper , Thomas Sorensen, setelah gawangnya dibobol dua kali oleh pemain berdalih, "Kami harus menggunakan kontak mata, teriakan saya kepada para bek tak bisa terdengar." Selain Sorensen masih ada puluhan protes mengenai terompet ini. adalah tim yang patut untuk dicontoh bagi mereka para penghujat vuvuzela. Sebelum pertandingan melawan sang pemilik Vuvuzela, Afrika Selatan, Diego Forlan dan kawan-kawan mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan terompet itu dan siap membungkam kebisingan Vuvuzela di tanah mereka sendiri. Uruguay pun berhasil membuktikan ucapan mereka dengan menekuk sang tuan rumah Piala Dunia dengan 2 gol tanpa balas. Jabulani sebenarnya sudah pernah dikeluhkan oleh beberapa kiper dunia, salah satunya Iker Casillas dan Gianluigi Buffon sebelum Piala Dunia ini digelar. Casillas mengatakan "Itu lebih mirip bola pantai." Sedangkan menurut Buffon, "Model bola baru ini jelas-jelas tidak memadai. Sungguh memalukan bermain di kompetisi sepenting ini, dengan begitu banyak juara terlibat, namun dengan bola seperti itu." Bola ini dianggap sulit ditebak arahnya dan menurut para pemain bola ini sulit untuk dikontrol. "Ini bukan hanya problem bagi penjaga gawang, namun juga bagi striker, ketika menyambut bola umpan silang kita bisa kehilangannya, karena bola berubah arah setengah meter dari posisi seharusnya," tutur , striker Italia. Jenderal lapangan tengah Spanyol, menyebutkan, "Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kita terbiasa menggunakannya, namun jujur bola itu terlalu banyak bergerak liar." Semua komentar mengenai Jabulani di atas tadi muncul sebelum Piala Dunia dibuka, namun FIFA tidak menghiraukan keluhan para pemain tersebut. Maka, jadilah Jabulani sebagai kambing hitam dari kekalahan dan ketidakpuasan pemain dalam suatu pertandingan di Piala Dunia ini. Komentar menarik muncul dari penjaga gawang , Vincent Enyeama, setelah timnya dikalahkan Yunani, "Kalau bolanya bergerak aneh kita harus menerimanya, karena ini adalah bola yang diberikan dan kita harus bermain dengan ini. Sebuah bola bisa saja jadi semakin aneh, bagi saya ini bukan masalah." Kiper yang kerap melakukan penyelamatan gemilang ini menegaskan mengenai Jabulani, "Sebuah bola hanyalah bola." Sebagai seorang pemain profesional dan kelas dunia, para bintang lapangan hijau tersebut memang sudah terbiasa dengan namanya kegagalan dan kekalahan dalam sebuah pertandingan. Mereka sebelumnya jarang mencari-cari kesalahan orang lain untuk dijadikan kambing hitam. Namun mengapa sekarang terlihat para bintang tersebut seperti mencari kambing hitam. Ada apa ini? Apa mungkin karena Vuvuzela dan Jabulani sedang menjadi musuh bersama, sehingga mereka ikut melampiaskannya? Atau yang lebih parah lagi, jangan-jangan mereka mencari kambing hitam untuk diajak merumput bersama di tengah lapangan. Bagaimana jika anda menjadi Jabulani ataupun Vuvuzela? Maukah Anda menjadi kambing hitam? Apa yang Anda katakan kepada para bintang tersebut jika anda menjadi Vuvuzela ataupun Jabulani yang dikambing-hitamkan oleh mereka? Kita sebagai pendukung mereka hanya bisa mendoakan tim jagoan kita untuk selalu menang. Kalaupun kalah atau tidak sesuai harapan, kita tidak perlu mencari kambing hitam juga. Sebab, pendukung sejati akan selalu berada di belakang sebuah tim, untuk mendukung. Bukan untuk mencaci ketika mereka tak sesuai harapan, atau bahkan membantu mencari kambing hitam ketika mereka didera kekalahan.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 14:02Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
BERITA LAINNYA
-
editorial 4 Juni 2026 13:59Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
-
editorial 3 Juni 2026 16:194 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
-
editorial 3 Juni 2026 16:053 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
-
editorial 3 Juni 2026 15:476 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:50IHSG Sesi Kedua Melonjak 4,5%
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:16Wamenkum Ungkap Alasan RUU Polri Dibahas Singkat
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:40Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:37BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Melambung ke 5.599
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133975/original/022875900_1780985815-IMG_2707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)

