Sang Pecundang Dari Grup Neraka

18-06-2012 15:05

 | Wesley Sneijder

Bola.net - Oleh: Dimas Ardi


Status unggulan yang disematkan pada tim Belanda di Euro 2012 kali ini hancur lebur tatkala mereka resmi tersingkir dari ajang tersebut setelah dipermalukan Portugal dengan skor 2-1.

Di pertandingan dengan tim yang bertabur bintang ini, semua orang pasti mengharapkan pertandingan yang seru dan berjalan ketat. Terutama dengan fakta yang mengharuskan Belanda menang atas Portugal dengan selisih dua gol agar mereka mempunyai peluang lolos ke babak berikutnya.

Tapi, dengan kurangnya semangat tempur dan lemahnya karakter yang ditunjukkan para pemain Belanda, sudah seharusnya tim ini berbenah diri.

Di setiap penyelenggaraan turnamen besar, selalu ada 4 tim papan atas yang dipasangkan bersama- sama dalam satu grup, dengan hanya dua diantaranya yang dapat lolos ke babak berikutnya.

Grup yang disebut grup neraka ini umumnya adalah grup yang selalu dinantikan setiap pecinta bola, karena adanya jaminan bahwa pertandingan-pertandingan yang berlangsung akan berjalan seru dan menegangkan.

Tahun ini, grup Neraka jatuh pada grup B, yang diisi oleh Jerman (peringkat 3 FIFA), Belanda (Peringkat 4 FIFA), Denmark (Peringkat 9 FIFA) dan Portugal (Peringkat 10 FIFA).

Tiga diantara tim-tim tersebut tampil sesuai standar mereka. Mereka tampil dengan para pemainnya yang mengeluarkan semua kemampuannya demi membela negara mereka masing-masing. Tapi, tidak dengan tim Belanda. Mereka bahkan bermain seperti tim yang tidak layak untuk lolos ke babak final Euro ini. Tidak lebih layak dari kedua negara penyelenggara Euro 2012 kali ini.

Permainan mereka basi, mudah ditebak dan tanpa antusiasme. Sangat jauh dari performa mereka di Piala Dunia yang lalu. Tim ini dapat dikatakan sebagai tim all-star, dengan pemain seperti Wesley Sneijder, Arjen Robben, Robin van Persie, Rafael van der Vaart dan lain-lain. Namun, seperti kebanyakan tim-tim berlabel all-star lainnya, tim ini tampil tanpa chemistry yang kuat di antara para pemainnya.

Tim ini merupakan gabungan pemain dengan gaya permainan yang berbeda-beda. Masing- masing pemain all-star tersebut terbiasa tampil sebagai bintang utama di klub mereka masing-masing, dan jelas mereka tidak akan mudah bekerjasama dalam satu tim.

Namun jangan samakan ini dengan egoisme. Dengan tim yang penuh dengan sekawanan pemain hebat, ego mereka sebenarnya cenderung terbatasi. Sebagai contoh, mereka jarang terlibat dalam sebuah perdebatan saat berada dalam lapangan.

Dengan semua fakta yang ada, tidak ada opsi yang tersisa untuk dipilih bagi sang pelatih. Kritik akan datang menghujani Bert van Marwijk jika dia memutuskan untuk meninggalkan para pemain-pemain bintangnya walaupun sebenarnya jika hal itu adalah hal yang terbaik bagi tim.

Ada juga dugaan yang cukup masuk akal yang menyebutkan bahwa hal ini tidak akan berhasil. Logika dan alasan berperan lebih besar dalam penentuan pemain. Sebuah tim dengan talenta pemain berbakat tentu memiliki peluang menang lebih besar ketimbang pemain dengan pemain yang biasa-biasa saja. Tim yang beranggotakan lima atau enam pemain top seharusnya mampu tampil lebih baik daripada penampilan yang ditunjukkan tim Belanda di Euro 2012 ini.

Tapi inilah yang kita suka dari sepakbola. Tidak hanya kemenangan tim-tim underdog saja yang kita nikmati, tapi juga kekalahan tim-tim besar. Logika dan alasan pun sering tindak punya tempat di sini. Kita menyaksikan hal-hal yang diluar dugaan kita, dan memuaskan nafsu kita akan kekacauan tanpa harus melibatkan diri kita secara langsung.

Fans Tim Oranye akan tertunduk lesu setelah kekalahan tersebut, dan esoknya mereka akan larut dalam gelombang protes terhadap sang pelatih. Tapi, bagi fans sepakbola di seluruh dunia, mereka disuguhi oleh salah satu momen yang mengingatkan mengapa mereka semua begitu mencintai olahraga ini. (kpl/bola)

Tag euro 2012

WESLEY SNEIJDER: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA