Tiga Alasan Menyakitkan Robin van Persie Menolak Kontrak Arsenal

06-07-2012 16:38

 | Robin van Persie

Bola.net - Oleh: Bayu Yulianto

Ada tiga alasan yang membuat striker andalan Arsenal ini tidak mau memperpanjang kontraknya dengan klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu.

1. Gaji

Walaupun bukan sebagai alasan yang utama, permintaan gaji jelas merupakan salah satu faktor. Pemain Belanda ini pasti bukan seorang yang kekurangan uang, namun gaji seseorang ditentukan oleh beban yang ia pikul di pekerjaannya.

Dari beberapa sumber, diketahui bahwa Arsenal siap memecahkan rekor gaji klub tersebut dengan menyediakan 130ribu poundsterling setiap minggunya untuk van Persie. Beberapa pihak mungkin melihat ini sebagai langkah Arsenal untuk menahan kepergian penyerang sarat pengalaman ini, namun pastinya ada klub lain yang menawarkan gaji yang lebih besar daripada klub London Utara ini.

Manchester City dan Real Madrid adalah dua raksasa yang berani membayar besar jasa van Persie. Mungkin gaji 200-250ribu poundsterling setiap minggunya bukan masalah besar bagi dua klub tersebut. Mungkin banyak orang yang menghujat van Persie sebagai 'mata duitan,' tetapi bayangkan bila anda yang menjadi seorang van Persie. Mampukah anda menolaknya?

2. Kurang Kuatnya Ambisi Juara Arsenal

Alasan kedua ini bisa jadi sebagai alasan utama kepergian Robin van Persie. Walaupun ia baru saja melalui musim yang indah bersama Arsenal namun tetap saja tidak ada gelar yang ia raih.

Inilah problem terbesar Arsenal. Selama tujuh musim terakhir Arsenal tidak pernah sekalipun menggenggam piala. Terakhir mereka merengkuh piala FA tahun 2005.

Bukan alasan bagi Arsenal untuk mengatakan periode paceklik gelar ini sebagai saat bagi klub untuk mengembangkan potensi para pemain demi sebuah juara. Pihak klub mungkin sepaham, namun seorang pemain bola pasti juga punya keinginan untuk menjadi seorang juara. Dan sekarang imbasnya adalah perginya van Persie.

Sudah bukan jamannya lagi bagi Arsenal berdalih tentang penghematan dan menghemat uang demi mengembangkan seorang pemain. Sebagai catatan, Arsenal adalah salah satu klub terkaya di Eropa.

Boleh saja Arsene Wenger adalah pelatih yang senang mengembangkan talenta seorang pemain. Namun, klub butuh gelar dan sejarah. Sampai kapan Arsenal harus ketinggalan kereta hanya karena fokus pada pengembangan bakat pemain sedangkan klub lain berlomba-lomba untuk menjadi juara?

Selama delapan tahun van Persie berada di Arsenal, hanya medali juara FA yang ia peroleh. Wajar bila van Persie frustasi dan haus gelar.

3. Faktor Umur

Setiap manusia pasti akan menjadi tua, tidak terkecuali Robin van Persie. Sebentar lagi ia akan memasuki tahun ke 29 dalam hidupnya. Tapi, hanya sedikit gelar yang ia peroleh.

Kontrak barunya mungkin akan mengikatnya sampai tiga, empat tahun ke depan. Inilah yang membuat seorang van Persie ragu akan masa depannya di Arsenal. Dan inilah yang harus dipahami beberapa fans Arsenal yang memberikan berbagai tuduhan miring kepada van Persie.

Manusiawi bila seseorang ingin melakukan sesuatu yang lebih selama dia masih mampu. Robin van Persie bukan pribadi seperti Samir Nasri ataupun Emmanuel Adebayor yang hanya beberapa tahun saja di Arsenal lalu pergi untuk gaji yang lebih tinggi.

Harus dipahami bila van Persie merasa sudah cukup di Arsenal. Visi dan misinya untuk segera meraih gelar tidak sejalan dengan apa yang ada di benak para petinggi klub.

Dan hanya ada satu solusi terbaik bagi van Persie dan fans Arsenal. Akan lebih baik bila van Persie pindah ke klub di luar Premier League yang lebih ambisius dalam mengejar juara. (bola/bola)


ROBIN VAN PERSIE: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA