FOLLOW US:


Tomas Rincon - El General, The New Edgar Davids

04-01-2017 12:12

 | Tomas Rincon

Tomas Rincon - El General, The New Edgar Davids
Tomas Rincon © ist

Bola.net - Juventus telah meresmikan transfer gelandang 28 tahun Venezuela Tomas Rincon dari Genoa. Rincon diyakini bakal menjadi menjadi jenderal lapangan tengah baru Juventus, sesuai dengan nama julukannya - El General.

Tuttosport bahkan melabeli Rincon 'The New Davids', sebagai perbandingan dirinya dengan Edgar Davids - salah satu poros utama lini tengah Juventus di era kepelatihan Marcello Lippi. Berlebihan? Menurut Adam Digby lewat artikelnya di Bleacher Report, tidak.


Juventus musim ini memang kuat, dan itu terlihat dari keunggulan empat poin atas AS Roma di puncak klasemen Serie A dan keberhasilan menjuarai grup mereka di Liga Champions. Namun, tim besutan Massimiliano Allegri belum sempurna - chemistry di lapangan tengah mereka masih kurang.

Kesampingkan masalah cedera, Allegri kerap kesulitan meramu central unit yang bisa bekerja dengan padu. Claudio Marchisio, Sami Khedira dan Miralem Pjanic bergantian tampil bagus, tapi masing-masing mereka terlihat lebih cocok di skema empat gelandang daripada sebagai bagian dari trio.

Masalah jadi makin pelik jika mengingat bahwa Kwadwo Asamoah sudah tak sedinamis sebelum-sebelumnya, sedangkan Hernanes seringnya cuma bagus melawan tim-tim lemah, sementara Stefano Sturaro dan Mario Lemina masih perlu banyak belajar.

Musim panas kemarin, Juventus sejatinya mencari pemain untuk menambal lubang tersebut. Mereka sadar bahwa top-class midfielder keempat sangat diperlukan agar skuat bisa mengeluarkan potensi terbaiknya. Blaise Matuidi dan Axel Witsel merupakan dua dari sekian gelandang yang diincar, tapi gagal didapatkan, bahkan sampai musim dingin ini. Witsel sendiri akhirnya lebih memilih tawaran menggiurkan dari Tiongkok.

Meski target awal lepas, Juventus tetap butuh alternatif. Rincon pun digaet dari Genoa dengan nilai transfer sekitar €8 juta pada 3 Januari 2017 dan dikontrak selama tiga setengah tahun ke depan.

Apa yang sebenarnya bisa diberikan Rincon untuk lapangan tengah La Vecchia Signora?

Nama Rincon memang tak setenar target-target Juventus sebelumnya. Namun, itu justru dinilai positif.

Di skuat Allegri sudah banyak bintang dan masing-masing tentu punya ego. Menyatukan pemain-pemain itu dengan bintang baru, terutama di tengah musim, bukanlah pekerjaan mudah. Juventus dinilai telah mengambil langkah bijak dengan menjatuhkan pilihan pada Rincon, seorang pekerja keras yang sudah punya pengalaman di Serie A dan tak perlu waktu untuk beradaptasi dengan kultur persepakbolaan Italia.

Rincon adalah tipe defensive-minded & box-to-box midfielder, juga bisa beroperasi sebagai bek kanan jika diperlukan.

Setelah memperkuat tiga klub di negara asalnya, Rincon melebarkan sayap ke Eropa ketika direkrut Hamburg pada tahun 2009. Pakar sepakbola Jerman Daniel Busch mengatakan kepada Bleacher Report: "Dia (Rincon) langsung berusaha beradaptasi, belajar bahasa Jerman, dan berinteraksi dengan rekan-rekannya di Hamburg. Dia selalu berlatih keras, tapi inkonsistensi Hamburg membuat situasi jadi sulit."

"Terlepas dari itu, Rincon dengan cepat menjadi idola para suporter berkat dedikasi dan kerja kerasnya, baik di dalam maupun luar lapangan. Dia adalah salah satu pemain paling profesional yang pernah memperkuat Hamburg dalam beberapa tahun terakhir. Dia selalu memberikan segalanya."

Rincon lalu hijrah ke Italia, direkrut Genoa pada tahun 2014, dan kemampuannya sebagai pesepakbola terus berkembang. Total 140 tekel sukses dan 10 assist sudah dibukukannya, terbanyak dibandingkan pemain-pemain Genoa lainnya di Serie A sejak 2014/15.


Rincon adalah seorang petarung di lini tengah, yang tak kenal lelah memperebutkan setiap bola demi timnya. Jadi, tidak mengejutkan jika di Serie A musim ini jumlah pelanggarannya (41) sudah lebih banyak daripada pemain-pemain lain.


Namun, itu bukan berarti Rincon merupakan pemain yang kasar. Meski pelanggarannya banyak, tapi itu bisa dibilang sebagai 'pelanggaran yang diperlukan'. Rincon baru mendapatkan empat kartu kuning di Serie A musim ini, separuh dari kartu kuning terbanyak atas nama Giuseppe Bellusci (Empoli) dan Nenad Tomovic (Fiorentina). Selain itu, Rincon juga masih steril dari kartu merah, dibandingkan Daniel Gastaldello (Bologna) dan Gabriel Palletta (AC Milan) yang masing-masing sudah dua kali dikartu merah di Serie A 2016/17.

Rincon adalah gelandang defensif dengan kemampuan mumpuni. Dia sanggup membaca permainan lawan dan menularkan semangat tarung pada timnya - sesuatu yang mungkin tak dimiliki lini tengah Juventus sejak ditinggal 'The Warrior' Arturo Vidal.


Menggunakan statistik WhoScored, tabel berikut menunjukkan perbandingan Rincon dengan gelandang-gelandang yang sudah ada di skuat Allegri: Marchisio, Pjanic, Khedira, Sturaro, Lemina, Asamoah. Tak ada satupun dari mereka yang membukukan rata-rata tackles, aerial duels maupun clearances per game lebih tinggi daripada Rincon di Genoa.


Sebelumnya disebutkan bahwa Rincon sekarang sudah semakin berkembang, dan statistik-statistik berikut adalah buktinya.

Pada musim terakhirnya di Hamburg, Rincon hanya mencatatkan rata-rata 26,3 operan per laga dengan akurasi 71,3%. Musim ini, dia sudah membukukan rata-rata 50,8 operan per laga dengan akurasi 83,6% bersama Genoa. Dribbling skill-nya juga meningkat, dari rata-rata 1,3 dribel sukses per laga pada musim 2013/14 menjadi 2,4 musim lalu. Musim ini, dia juga telah merancang 19 peluang gol dan sudah mencatatkan dua buah assist atas namanya.


"Juve akan mendapatkan seorang pekerja keras, yang selalu rendah hati dan memiliki jiwa profesional. Dia adalah team player yang hebat, yang kerap jadi panutan, tapi tak pernah lupa dari mana dirinya berasal."

"Dia mungkin tak punya kualitas untuk jadi starter dalam 40 pertandingan atau lebih di Juve, tapi dia bisa memberi dampak signifikan di dalam dan luar lapangan dengan karakter serta kekuatannya. Melihat sejarahnya di Hamburg, dia tahu bagaimana cara untuk melakukan lompatan besar dalam kariernya di tengah musim," imbuh Busch tentang Rincon.



Juventus saat ini butuh suntikan spiritual dan emotional untuk bisa mengeluarkan seluruh potensi terbaik mereka. Jadi, wajar jika perekrutan Rincon sampai dibandingkan dengan kedatangan Davids dari AC Milan pada Desember 1997.

Waktu itu, lini tengah Juventus kekurangan dua hal setelah ditinggal beberapa pilar veterannya: kegigihan dan semangat juang. Davids datang dan memberikan suntikan di dua sektor nonteknis tersebut setelah gagal tampil memuaskan di Milan. Dia memberi Juventus sebuah identitas.



Secara kualitas keseluruhan, Rincon mungkin di bawah Davids. Namun, dengan atribut-atribut lain yang dia miliki, Rincon diharap bisa memberikan dampak signifikan seperti sang Pitbull yang sukses meraih tiga Scudetto selama membela panji La Vecchia Signora periode 1997-2004 silam.

Setelah Pittbull, lalu Il Guerriero (The Warrior), sekarang waktunya bagi El General untuk unjuk kemampuan. (bola/gia)



Rekomendasi Pilihan



.


TOMAS RINCON: ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA