Wanita dan Sepakbola di Mata Fisioterapis Cantik Singapura

13-07-2012 21:40

Bola.net - Oleh: Fajar Rahman


Ada pemandangan unik dan menarik kala Singapura bertanding di kualifikasi Piala Asia U-22 ini. Sosok wanita cantik selalu siaga di bench mereka. Ia selalu sigap berlari ke tengah lapangan dan menjulurkan tangan halusnya untuk memberi pertolongan pertama kala pemain Singapura terjatuh di lapangan.

Nama wanita cantik ini adalah Nurhafizah Abu Sujad. Dia memang fisioterapis dari tim berjuluk The King tersebut. Kepada Bola.net ia bersedia menceritakan sekelumit kisah hidupnya kenapa ia bersedia terjun memilih profesi yang dikelilingi pria ini.

Awal mula Fiza, begitu ia akrab disapa, memilih profesi ini adalah ketika ia menderita cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) di lutut kanannya. Selama perawatan cederanya tersebut, timbul dalam benaknya bahwa cedera memang membutuhkan perawatan yang lebih ekstra dan kesabaran yang tinggi. Setelah sembuh, wanita berusia 31 tahun ini pun berkeinginan membalas budi dengan hal ini.

Fiza memilih profesi ini karena memang lama tidaknya perawatan cedera berdasarkan sentuhan pertama fisioterapis. Jika salah sedikit, bisa-bisa atlet akan terbaring lama dengan cedera yang membekapnya. "Saya sebenarnya ingin jadi perawat. Tapi karena cedera ACL tadi saya ingin jadi fisioterapis ini," ungkapnya.

Bak gayung bersambut. Usai lulus dari University of Sidney dengan diploma jurusan fisioterapis ia pun menerima tawaran dari Federasi Sepak bola Singapura (FAS). Timnas senior The King pun menjadi tanggung jawabnya. Di SEA Games 2011 lalu, Fiza juga mendampingi U-23 Singapura. Sekarang ia kembali lagi ke Indonesia untuk mendampingi U-22 selama babak kualifikasi ini.

Wanita dengan dua anak ini berharap suatu saat ada wanita-wanita, bukan hanya di Singapura dan Indonesia, tapi di belahan dunia mengikuti jejaknya. "Ya, saya ingin banyak wanita menggeluti profesi ini," ujarnya.

Sebab menurutnya, sepak bola dan wanita di era masa kini sudah mulai mendekat. Wanita kini bukan hanya pemanis dan menjadi pemuja pesepakbola tampan saja. Stigma kalau sepakbola adalah olah raga laki-laki perlahan mulai sirna. Piala Dunia Wanita, asisten wasit wanita di English Premier League (EPL), adalah beberapa bukti kedekatan wanita dengan sepak bola.

"Mungkin suatu hari, sepak bola wanita bisa sepopuler seperti sepak bola pria saat ini. Saya yakin itu akan bisa terjadi," tutupnya yakin.


Fiza bersama pemain dan ofisial tim Singapura (c) Bola.net/Fajar Rahman


Fiza ketika menjalankan tugasnya (c) Bola.net/Fajar Rahman
(kpl/bola)

ARTIKEL TERKAIT



ARTIKEL LAINNYA