'Aparat Harus Menjaga Keamanan, Bukan Malah Ikut Menonton'

'Aparat Harus Menjaga Keamanan, Bukan Malah Ikut Menonton'
Aksi suporter Indonesia yang menyalakan flare (c) bola-esa
- Menurut mantan kepala keamanan pertandingan sepak bola Internasional PSSI, Nugroho Setiawan, insiden yang terjadi di pertandingan Indonesia vs Bahrain akibat para aparat keamanan tidak bekerja dengan baik.

Menurut, Nugroho, masih banyak aparat keamanan pertandingan yang melupakan tugas pokoknya dan malah ikut menjadi penonton.

"Kasus masih bisa lolosnya penonton yang membawa mercon dan kembang api itu kuncinya ada pada aparat keamanan itu sendiri, bahwa mereka seharusnya fokus kepada tugas pokoknya, bukan malah menjadi ikut penonton," tegas Nugroho.

Ditambahkan Nugroho, sesuai peraturan yang tercantum dalam FIFA Safety Regulation yang telah dibakukan pada tahun 2008, mercon, kembang api dan senjata tajam merupakan benda-benda yang memang dilarang dibawa masuk penonton ke stadion.

"Peraturan itu sudah baku dan harus dipatuhi. Hendaknya semua pihak mematuhi hal ini tanpa terkecuali. Artinya, pihak keamanan pun harus memahami aturan ini dan mereka menjalankannya dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

"Sejak dari outer ring (ring-3 dan 2) sampai inner ring (ring 1) harus selalu dipatroli. Hal ini selalu saya tekankan ketika saya masih mengepalai keamanan pada kepanitiaan sebelumnya. Tetapi kendalanya adalah kepatuhan terhadap sistem keamanan itu tidak dijalankan secara konsisten. Kalau sudah sampai taraf ini kami juga sulit untuk bicara, karena aparatur keamanan melibatkan banyak pihak," ujarnya.

Nugroho mengakui, penonton di tribun yang masih bisa lolos membawa mercon dan kembang api, merupakan kasus yang selalu menjadi momok bagi kepanitiaan dan PSSI.

Menurutnya, langkah-langkah seperti menempatkan petugas di seluruh anjungan stadion dan juga di kawasan jalan lingkar (ring road) untuk mengawasi gerak-gerik penonton yang bisa mengoper barang terlarang (mercon dan kembang api) dengan cara melemparkannya kepada teman yang sudah lebih dulu berada di dalam stadion, merupakan langkah tepat

"Saya setuju sekali dengan cara itu, semisal dalam setiap jarak 10 meter ditempatkan petugas yang hanya akan mengawasi gerak-gerik penonton, karena masih ada lorong-lorong atau pagar yang luput dari pengawasan aparat keamanan," pungkas Nugroho. (ant/end)

Berita Terkait