
Bola.net - Indonesia Super League (ISL) sepertinya tidak serta merta mendapatkan pengakuan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Ketua Umum BOPI, Gordon Morgot, menyatakan jika ISL sampai saat ini masih dianggap bukan kompetisi profesional di bawah PSSI.
Pasalnya, Gordon beranggapan, ISL selama ini masih belum mandiri dan masih menggunakan dana APBD. Disamping itu, PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai operator ISL belum pernah melapor kepada BOPI.
"BOPI baru izinkan ISL jika mereka melepaskan diri dari PSSI. Artinya, mereka tidak memiliki naungan dari induk organisasi tertentu. Serta, sudah memenuhi kriteria sebagai kompetisi profesional dari BOPI," ujar Gordon kepada Bola.net.
Pensiunan Polri tersebut memberikan contoh kasus bahwa bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI). "Saat itu LPI memang tidak diakui oleh PSSI. Mereka pun akhirnya memisahkan diri dari PSSI untuk membentuk liga profesional yang dikelola secara mandiri," lanjutnya.
"Otomatis, kami harus melindunginya karena mereka tidak dinaungi federasi olahraga, dalam hal ini PSSI. Setiap warga negara berhak mengadakan kegiatan keolahragaan," sambungnya lagi.
Khusus untuk ISL, Gordon mengatakan jika BOPI sama sekali tidak ingin mencampuri ranah PSSI.
"Seperti kita ketahui, ISL selama ini masih mengklaim bagian dari PSSI. Artinya, itu masuk dalam amatir jika PSSI tidak memberikan rekomendasi ISL sebagai olahraga profesional. Kalau sudah seperti itu, maka menjadi urusan PSSI dan KONI," tuturnya.
Gordon menilai, PSSI hingga FIFA sudah memiliki garis yang jelas dalam membuat regulasi kompetisi profesional.
"BOPI ini sifatnya hanya menfasilitasi perizinan sesuai Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (Siskornas) Nomor 5 Tahun 2005. Sejauh ISL masih amatir dan di bawah induk organisasi yang bersangkutan, berarti bukan urusan BOPI," tutupnya. (esa/mac)
Pasalnya, Gordon beranggapan, ISL selama ini masih belum mandiri dan masih menggunakan dana APBD. Disamping itu, PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai operator ISL belum pernah melapor kepada BOPI.
"BOPI baru izinkan ISL jika mereka melepaskan diri dari PSSI. Artinya, mereka tidak memiliki naungan dari induk organisasi tertentu. Serta, sudah memenuhi kriteria sebagai kompetisi profesional dari BOPI," ujar Gordon kepada Bola.net.
Pensiunan Polri tersebut memberikan contoh kasus bahwa bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI). "Saat itu LPI memang tidak diakui oleh PSSI. Mereka pun akhirnya memisahkan diri dari PSSI untuk membentuk liga profesional yang dikelola secara mandiri," lanjutnya.
"Otomatis, kami harus melindunginya karena mereka tidak dinaungi federasi olahraga, dalam hal ini PSSI. Setiap warga negara berhak mengadakan kegiatan keolahragaan," sambungnya lagi.
Khusus untuk ISL, Gordon mengatakan jika BOPI sama sekali tidak ingin mencampuri ranah PSSI.
"Seperti kita ketahui, ISL selama ini masih mengklaim bagian dari PSSI. Artinya, itu masuk dalam amatir jika PSSI tidak memberikan rekomendasi ISL sebagai olahraga profesional. Kalau sudah seperti itu, maka menjadi urusan PSSI dan KONI," tuturnya.
Gordon menilai, PSSI hingga FIFA sudah memiliki garis yang jelas dalam membuat regulasi kompetisi profesional.
"BOPI ini sifatnya hanya menfasilitasi perizinan sesuai Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (Siskornas) Nomor 5 Tahun 2005. Sejauh ISL masih amatir dan di bawah induk organisasi yang bersangkutan, berarti bukan urusan BOPI," tutupnya. (esa/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 13 April 2026 04:04 -
Liga Inggris 13 April 2026 03:13 -
Liga Inggris 13 April 2026 02:28 -
Liga Inggris 13 April 2026 01:48 -
Liga Inggris 13 April 2026 00:45 -
Bola Indonesia 12 April 2026 22:27
MOST VIEWED
- Nonton Live Streaming Persib Bandung vs Bali United di Indosiar dan Vidio - BRI Super League 2025/2026
- Link Live Streaming Persija Jakarta vs Persebaya di BRI Super League - Nonton di Indosiar dan Vidio
- Link Streaming Persib vs Bali United: Tayang di Indosiar dan Vidio!
- Jadwal BRI Super League Pekan Ini Live di Indosiar dan Vidio, 10-12 April 2026
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...











:strip_icc()/kly-media-production/medias/5439713/original/021523100_1765368668-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5553669/original/052763600_1776010229-pg12-prabowo-ipsi-c6c39e.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5510067/original/004176400_1771816661-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-16.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5517450/original/096362200_1772429037-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-02T122314.020.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433566/original/029724700_1764851042-WhatsApp_Image_2025-12-04_at_19.22.40.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5553642/original/004827100_1775998992-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_20.00.33.jpeg)

