Diklat PSSI Ajarkan Komputer Bagi Pengawas Pertandingan

06-08-2010 22:45


PSSI
PSSI

Bola.net - Bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat) PSSI memberikan kursus ekstra bagi para Pengawas Pertandingan dalam tata cara penggunaan teknologi komputer terkait dengan tugas-tugasnya.

"Saat ini sedang diberikan pelajaran dan latihan-latihan bagaimana menggunakan teknologi komputer dalam cara mengirimkan laporan mereka ke kantor Liga Indonesia di pusatnya di Jakarta," ujar Direktur Diklat PSSI, M Achwani, Jumat.

Pemberian pelajaran tentang komputerisasi tersebut dilakukan dalam refreshing atau penyegaran PP kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) dan kompetisi Divisi Utama yang digelar sejak Kamis hingga Sabtu di Hotel Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Penyegaran PP yang diselenggarakan oleh Deputi Sekjen Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) PSSI ini diikuti oleh 24 PP dari level kompetisi ISL dan 29 PP kompetisi Divisi Utama.

Achwani menambahkan, materi pelajaran yang diberikan dalam refreshing tersebut belumlah tuntas secara keseluruhan. Dan kemampuan penguasaan secara penuh akan dilanjutkan dalam workshop yang akan diberikan Badan Liga Indonesia (PT Liga Indonesia).

Di hadapan para peserta, Achwani secara gamblang mengungkapkan bahwa sebagian dari jajaran Pengawas Pertandingan atau match-commissioner Indonesia ternyata masih gaptek atau gagap teknologi.

"Masih banyak di antara PP yang belum memiliki akun surat elektronik atau email, demikian pula pemilikan komputer. Padahal perkembangan zaman dan peningkatan teknologi menuntut segalanya menjadi lebih cepat, termasuk penyampaian hasil atau laporan dari pertandingan sepakbola nasional di mana pun juga," ujarnya.

Achwani mengingatkan, bentuk laporan dari PP juga berubah dari waktu ke waktu, dari semula dikirim melalui pos, kemudian faksimili, kini meningkat melalui email. Efisiensi waktu dan ketepatan materi laporan menjadi nilai tersendiri, ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Achwani, penyampaian laporan melalui surat elektronik dapat mengeliminir tingkat kesalahan dari setiap laporan yang dibuat masing-masing Pengawas Pertandingan.

"Jika ditulis dengan tangan, lembar-lembar paparan PP kadang tidak terbaca dengan jelas. Tidak mengherankan jika sering terjadi kekeliruan dalam membaca atau menafsirkan tulisan tangan PP tersebut. Kekeliruan dalam membaca laporan PP sering terjadi karena tulisan tangannya tidak jelas," ujarnya.

Dari hasil pendataan yang dilakukan Achwani, tidak semua PP memiliki komputer jinjing (laptop atau notebook). Inventarisasi data juga menunjukkan, hampir separuh dari peserta penyegaran PP belum memiliki alamat email.

"Fakta lainnya, sebagian besar PP juga belum berminat untuk mencatatkan diri sebagai anggota Facebook, sebuah jejaring sosial yang sedang nge-trend saat ini." Demikian Achwani. (ant/row)

Akses Bola.net melalui http://m.bola.net pada browser ponsel Anda.


Komentar Pembaca (3 komentar)
harli, drs, banyuwangi
19:01 09 Maret 2012
sy sangat mendukung seorang pp dilatih IT untuk persiapan kedepan
drs.margono,m.kes, semarang jateng
20:30 22 Februari 2011
Sy PP Nasional lulus tahun 2008 belum pernah dapat tugas dr PSSI sampai hari ini dan dr hasil penyegaran PP di Cimahi 2010 sy ranking 60 dr 160 peserta (seluruh Indonesia), mohon Bapak-bapak yang membagi tgs di PSSI adil dan transparan, mohon maaf dan terima kasih .
yulius dede, Padang Indonesia
22:02 20 Agustus 2010
Pengawas Pertandingan belum ada kata terlambat untuk belajar Iptek demi memajukan persepakbolaan di Tanah Air yang kita cintai ini .



Lihat Berita Bola Indonesia

- - -