Joint Committee Terancam Deadlock
24-07-2012 14:15
| La Nyalla Mahmud Mattalitti
Kapan damainya? Kapan bersatunya? Kapan majunya sepakbola Indonesia? © Bola.net
Bola.net - Pertemuan Joint Committee (JC) terancam menemui jalan buntu. Pasalnya kedua kubu yang berseteru sama-sama enggan mewujudkan rekonsiliasi.
Kubu La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai bahwa kubu Djohar Arifin hanya mencermati even-even persahabatan internasional yang dimaksudkan sebagai pencitraan PSSI saja.
"Ya, bisa saja deadlock kalau kubu Djohar masih berlagak bodoh seperti ini," tegasnya pada Bola.net di Surabaya Minggu (22/7).
Menurutnya, pihak PSSI lebih sibuk bergerilya mencari dukungan ke pemain ISL ketimbang memikirkan JC. "Mereka menikung pemain-pemain ISL biar masuk Timnas mereka untuk even-even pencitraan saja," lanjutnya.
Tanggapan senada juga datang dari anggota JC sendiri, Joko Driyono. Ia menyebut bahwa PSSI telah keluar dari aspek regulasi dan tidak mengindahkan etika, serta tak respect terhadap semangat rekonsiliasi. "Sinkronisasi kedua belah pihak tidak bisa berjalan harmonis," ujarnya.
Jika pertemuan JC di hadapan Task Force AFC pada hari ini (24/7) di Jakarta memang menemui jalan buntu. Maka besar kemungkinan upaya rekonsiliasi mengenai dualisme asosiasi dan kompetisi akan batal terwujud.
"Saya tanda-tangan MoU lalu itu biar kita tak segera di-banned FIFA. Tapi kalau begini terus, biar kita dihukum sekalian," pungkas La Nyalla. (fjr/end)
BOLAINDO - PSSI Organisasi Tunggal Sepakbola Indonesia
Kubu La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai bahwa kubu Djohar Arifin hanya mencermati even-even persahabatan internasional yang dimaksudkan sebagai pencitraan PSSI saja.
"Ya, bisa saja deadlock kalau kubu Djohar masih berlagak bodoh seperti ini," tegasnya pada Bola.net di Surabaya Minggu (22/7).
Menurutnya, pihak PSSI lebih sibuk bergerilya mencari dukungan ke pemain ISL ketimbang memikirkan JC. "Mereka menikung pemain-pemain ISL biar masuk Timnas mereka untuk even-even pencitraan saja," lanjutnya.
Tanggapan senada juga datang dari anggota JC sendiri, Joko Driyono. Ia menyebut bahwa PSSI telah keluar dari aspek regulasi dan tidak mengindahkan etika, serta tak respect terhadap semangat rekonsiliasi. "Sinkronisasi kedua belah pihak tidak bisa berjalan harmonis," ujarnya.
Jika pertemuan JC di hadapan Task Force AFC pada hari ini (24/7) di Jakarta memang menemui jalan buntu. Maka besar kemungkinan upaya rekonsiliasi mengenai dualisme asosiasi dan kompetisi akan batal terwujud.
"Saya tanda-tangan MoU lalu itu biar kita tak segera di-banned FIFA. Tapi kalau begini terus, biar kita dihukum sekalian," pungkas La Nyalla. (fjr/end)
BOLAINDO - PSSI Organisasi Tunggal Sepakbola Indonesia
Akses Bola.net melalui
http://m.bola.net
pada browser ponsel Anda.

PERISTIWA | DUNIA
- Mercy maut dikenal suka dibawa ngebut
- Kekerasan seksual pada anak di Sumut terus meningkat
- Tetangga sebut Mercy maut milik keluarga WNA
- Kabur sama pacar, dua gadis Afghanistan ditembak mati ayahnya
- Komnas HAM serahkan penyelidikan tragedi 65 ke Kejagung
- 'Sahur' dengan sabu, Heri ditangkap polisi
- Bus wisata London disulap jadi patung robot
- Putus cinta, salah satu penyebab ABG Indonesia bunuh diri
- Pemprov DKI buat pagar pemisah busway di Warung Buncit
- ABG spesialis pencuri motor di Surabaya dibekuk



