Musim Lalu Persegres Cueki Pemasukan Tiket
03-08-2012 10:45
Jiddan tak fokus pada pemasukan tiket © Bola-Fajar
Bola.net - Gresik United (Persegres) ternyata musim lalu tak menargetkan pemasukan dari tiket masuk. Mereka hanya berharap tetap bertahan di ISL saja.
Hal itu tentu saja sedikit aneh. Sebab, bagi sebuah klub profesional, pendapatan dari tiket bisa menyehatkan kas manajemen mereka. "Tujuan kami memberikan hiburan ke masyarakat Gresik. Karena itu kami tidak mematok target dari tiket," ucap manajer Persegres, Thoriq Majiddanor.
Pria yang karib disapa Jiddan ini membantah kalau manajemen timnya terkesan asal-asalan karena tidak berharap pemasukan tiket tersebut. Baginya, bagaimana caranya Persegres bisa berprestasi dan bertahan di ISL adalah hal utama. Apalagi tim berjuluk Laskar Jaka Samudera itu sempat disebut tim siluman pada awal musim karena tiba-tiba ikut di ISL.
Manajer muda yang merupakan putra dari Bupati Gresik, Sambari Halim ini pun membuktikan bahwa pemasukan tiket tetap terekam dengan baik oleh jajaran manajemen. Jiddan membeberkan kalau pemasukan terbesar adalah saat Gaston Castano cs menjamu Mitra Kukar yakni sebesar Rp 400 juta. Sedangkan perolehan terendah mencapai Rp 12 juta ketika meladeni Persiba Balikpapan.
"Secara keseluruhan tidak ada laporan kebocoran," ujarnya.
Jiddan mengakui kalau besar kecilnya pemasukan tiket itu dipengaruhi oleh performa timnya. "Kita bukan mau terlalu komersil, tapi sebisa mungkin kita tak mau merugi. Ini menjadi evaluasi bersama kami ke depannya," tutup Jiddan yang baru saja meninggalkan bangku SMA ini. (fjr/end)
Hal itu tentu saja sedikit aneh. Sebab, bagi sebuah klub profesional, pendapatan dari tiket bisa menyehatkan kas manajemen mereka. "Tujuan kami memberikan hiburan ke masyarakat Gresik. Karena itu kami tidak mematok target dari tiket," ucap manajer Persegres, Thoriq Majiddanor.
Pria yang karib disapa Jiddan ini membantah kalau manajemen timnya terkesan asal-asalan karena tidak berharap pemasukan tiket tersebut. Baginya, bagaimana caranya Persegres bisa berprestasi dan bertahan di ISL adalah hal utama. Apalagi tim berjuluk Laskar Jaka Samudera itu sempat disebut tim siluman pada awal musim karena tiba-tiba ikut di ISL.
Manajer muda yang merupakan putra dari Bupati Gresik, Sambari Halim ini pun membuktikan bahwa pemasukan tiket tetap terekam dengan baik oleh jajaran manajemen. Jiddan membeberkan kalau pemasukan terbesar adalah saat Gaston Castano cs menjamu Mitra Kukar yakni sebesar Rp 400 juta. Sedangkan perolehan terendah mencapai Rp 12 juta ketika meladeni Persiba Balikpapan.
"Secara keseluruhan tidak ada laporan kebocoran," ujarnya.
Jiddan mengakui kalau besar kecilnya pemasukan tiket itu dipengaruhi oleh performa timnya. "Kita bukan mau terlalu komersil, tapi sebisa mungkin kita tak mau merugi. Ini menjadi evaluasi bersama kami ke depannya," tutup Jiddan yang baru saja meninggalkan bangku SMA ini. (fjr/end)
Akses Bola.net melalui
http://m.bola.net
pada browser ponsel Anda.

PERISTIWA | DUNIA
- Dua Jenderal Polantas 'ditilang' gara-gara urusan SIM
- Lennon dan kritik perang
- Kronologi penamparan pengusaha simulator SIM
- Lirik teduh dari Liverpool
- Dikerjai teman, siswa ini salah membalas
- Direktur PT Alstom dilarang komentari kasus Emir Moeis
- Menlu: OKI berencana bekukan keanggotaan Suriah
- Akibat banjir, warga Ambon kesulitan cari makanan berbuka
- Masjid Jami Annawier, masjid Arab di pemukiman Tionghoa
- Usut kasus simulator SIM, KPK tolak investigasi gabungan



