Persiba Bantul Yakin Raih Kemenangan di Surabaya

Persiba Bantul Yakin Raih Kemenangan di Surabaya
- Persiba Bantul mengincar tiga poin penuh melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Sabtu (28/1), dalam lanjutan pertandingan Indonesian Premier League (IPL).


"Semua tim tidak mau pulang dengan angka satu, apalagi kosong. Kami tetap target menang melawan Persebaya," ujar Pelatih Persiba Bantul M. Basri ketika ditemui usai mencoba stadion di Surabaya.


Target yang dicanangkan Persiba Bantul memang tidak main-main. Ini dibuktikan dengan komposisi pemain yang dibawa ke Surabaya. Dari empat pemain asing yang dimiliki, hanya bek senior Carlos Eduardo Bizzaro yang absen. Mantan pemain Persibo dan Pelita Jaya tersebut mengalami cedera otot dan terpaksa ditinggal di Bantul.


Sedangkan duet striker Ezequiel Gonzalez dan Emmanuel Cristori yang dikenal memiliki kecepatan dan garang di depan gawang lawan berada dalam kondisi in form.


M. Basri yang pernah sepuluh tahun melatih Niac Mitra dan sempat mengantar Persebaya juara kompetisi pada 1977 tersebut mengaku tidak gentar meski anak asuhnya bakal menghadapi tekanan puluhan ribu pendukung Persebaya, Bonek Mania.


"Itulah yang harus dihadapi. Saya hafal betul bagaimana dukungan Bonek Mania yang sangat luar biasa. Dari dulu Bonek selalu menunjukkan kelompok pendukung totalitas. Pemain harus siap menghadapinya," tutur Basri.


Di samping itu, lanjut dia, masa istirahat pemain usai pertandingan melelahkan dengan mengalahkan Persija Jakarta di Bantul dinilai sudah cukup.


Kondisi semua pemain juga siap menahan gempuran pemain Persebaya yang dipastikan bermain menyerang karena tidak ingin kehilangan poin di kandang.


Sementara itu, dalam latihan terakhir jelang pertandingan, M. Basri hanya memulihkan kondisi pemain dan berlatih ringan sambil menampilkan gaya satu dua sentuhan serta memaksimalkan tendangan dari jarak jauh.


Menanggapi permainan Persebaya, Basri mengakui kualitas mayoritas pemain lawan. Ini dibuktikan dengan kemenangan dua kali beruntun atas PSM Makassar dengan skor 2-0 di Surabaya dan Persija Jakarta di Bantul dengan skor yang sama.


"Semua pemain Persebaya berbahaya. Kami harus mewaspadainya dan strategi khusus untuk menahannya sudah ada. Tapi ini rahasia perusahaan dan tidak boleh dipublikasikan, sebab terkait strategi dan tak-tik internal," kata dia. (ant/end)

Berita Terkait