Chelsea Tak Bermain Gaya Samba

Chelsea Tak Bermain Gaya Samba
- Pelatih asal Brazil Luiz Felipe Scolari mengingatkan agar para pendukung Chelsea tidak berharap terlalu banyak untuk segera menyaksikan sentuhan gaya samba pada klub papan atas Inggris itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Scolari setelah melihat fakta bahwa Chelsea harus bekerja keras untuk mengalahkan Stoke 2-0 dalam lanjutan Liga Utama Inggris, Sabtu.

Dua gol yang dicetak Jose Bosingwa dan Nicolas Anelka pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Britannica itu membuat klub asuhan Scolari berhasil mempertahankan rekor tidak terkalahkan sejak tiba di Stamford Bridge usai Euro 2008 lalu.

Setelah direkrut oleh Roman Abarmovich, pemilik Chelsea, Scolari kemudian menegaskan bahwa sasaran utama adalah kemenangan yang harus lebih diprioritaskan sehingga sentuhan gaya permainan samba untuk sementara harus diabaikan.

Melihat beratnya perjuangan Chelsea untuk meraih kemenangan atas tuan rumah Stoke, Scolari akhirnya harus mempertimbangkan kembali rencananya untuk menerapkan gaya permainan Brazil, permainan yang lebih mengalir bebas.

"Jika memungkinkan untuk bermain sepak bola indah, memang itulah yang saya inginkan, tapi untuk tahap awal, kami harus memikirkan bagaimana meraih kemenangan," katanya.

"Kadang sulit untuk menerapkan permainan pada pertandingan tertentu dan pertandingan menghadapi Stoke adalah salah satunya," katanya.

"Setiap kali kami membuat kesalahan, Stoke langsung memanfaatkannya untuk melakukan serangan dengan umpan-umpan panjang ke kotak penalti, itu menyulitkan kami," kata mantan pelatih Brazil itu.

"Kemenangan ini sangat positif untuk kami karena kami membutuhkan tambahan tiga angka. Tapi kami mendapatkannya dengan perjuangan berat," katanya.

Bosingwa, pemain yang dibeli dari Porto senilai 16 juta pound, mencetak gol pertama setelah mengelabui tiga pemain belakang lawan. Melihat penampilan pemain belakang Portugal itu, Scolari yakin bahwa Bosingwa adalah salah satu pemain terbaik dunia.

"Gol Bosingwa terjadi hanya akibat kesalahan kecil pemain belakang lawan karena mereka mengira Bosingwa tidak akan mampu menembus kotak penalti. Tapi ia ternyata mampu melakukannya dan mencetak gol indah," puji Scolari.

"Ia mulai bermain sebagai pemain tengah di Portugal, tapi ketika bermain di Porto, pelatih menempatkannya di posisi belakang-kanan dan keputusan itu tepat karena ia adalah pemain yang kuat," katanya.

Setelah menahan imbang Liverpool 0-0 pada pertandingan minggu lalu di Anfield, Stoke kali gagal meraih angka menghadapi tim papan atas.

Pelatih Stoke, Tony Pulis menegaskan, para pemainnya harus melihat hasil tersebut secara positif saat mereka menghadapi klub-klub super power di Liga Utama Inggris.

"Kami telah berhadapan dengan Liverpool dan Chelsea dalam beberapa minggu ini. Memang mengecewakan ketika kami kalah, tapi kami tidak akan membiarkan diri larut dalam kekalahan," katanya.

"Apa yang harus kami lakukan sekarang adalah membangun tim tangguh dan tampil lebih percaya diri pada pertandingan berikutnya," kata Pulis.

Pulis mengakui bahwa Chelsea adalah tim yang tangguh karena mempunyai pemain hebat di hampir segala lini, namun setidaknya sampai terjadi gol kedua, mereka masih bisa memberikan perlawanan yang merepotkan lawan.  (kpl/rif)

Berita Terkait