Davydenko Bakal Tampil di Qatar

Davydenko Bakal Tampil di Qatar
- Petenis yang selama ini tidak sering diberitakan di media tampaknya akan segera mendapat sorotan khusus menyusul keikutsertaannya di turnamen berkelas yang digelar di pekan pertama awal musim dimana ia menjadi unggulan teratas.

Tidak ada petenis dengan peringkat setinggi itu memiliki sifat rendah hati layaknya Nikolay Davydenko, yang akan tampil di turnamen berhadiah total US$1 juta, Qatar Open, yang dimulai tepat saat tahun baru.

Petenis Rusia berkepala pelontos yang rendah hati itu tampaknya tidak lagi dapat menyembunyikan dirinya karena olahraga tersebut mulai merambah industri yang memiliki kekuatan lebih besar daripada yang pernah dibayangkan.

Davydenko membawa Rusia memenangi Piala Davis untuk pertamakalinya di kandang sendiri dengan kemenangan 3-2 atas Argentina di Moskow awal Desember.

Ia sering menjadi sasaran pemburu berita setelah menikahi Irina, teman istimewa yang telah menjadi pacarnya selama tiga setengah tahun. Hal itu akan membuat penampilannya di Doha semakin menarik perhatian banyak pihak, karena turnamen tersebut akan menjadi turnamen pertamanya sejak menikah.

Davydenko pun kini menempati peringkat tertinggi dalam karirnya, setelah merebut gelar di Seri Master Paris dan tampil gemilang di Master Cup Shanghai.

"Menjadi petenis peringkat tiga dunia membuat segalanya terasa lain," kata Davydenko mengomentari kesempatannya di Australia Terbuka yang digelar di Melbourne tiga pekan mendatang.

"Saya akan menjadi unggulan ketiga di grand slam sehingga tidak akan bertemu Roger Federer dan Rafael Nadal hingga semifinal. Posisi ini sangat menguntungkan.

"Saya tidak bisa mengatakan bagaimana sulitnya berada di peringkat setinggi ini, tetapi juga bukan untuk pertamakalinya saya menjadi unggulan pertama di turnamen lain."

Meskipun demikian, Davydenko akan lebih disorot publik daripada yang biasa ia rasakan di turnamen yang juga akan diikuti oleh Ivan Ljubicic --petenis asal Kroasia--, Marcos Baghdatis --petenis Siprus yang berusaha mempertahankan poin peringkat yang ia peroleh karena melaju ke final Australia Terbuka tahun lalu dan Andy Murray, petenis Skotlandia yang kini menjadi petenis termuda yang menempati peringkta tertinggi.

Nomor ganda di turnamen tersebut pun tidak kalah menarik karena untuk pertamakalinya dalam 12 tahun Leander Paes memilih mengawali musim di Doha daripada tampil di Chennai Open.

Sekitar 13.000 penduduk India di Doha meneriakkan yel-yel kepada petenis asal Calcitta itu untuk merebut dua emas Asian Games XV awal bulan ini dan Paes memutuskan untuk membalas jasa mereka dengan kembali ke Doha.

Rata-rata usia pemain pada peringkat 20 besar dunia di akhir musim ini adalah yang termuda sejak 1990 (23,6 tahun) dengan enam pemain berada di usia 21 tahun atau lebih muda.

Rafael Nada (20) adalah unggulan teratas di Chennai, tetapi dua pemain muda 20 besar dunia lain akan tampil di turnamen negara teluk itu --Baghdatis (21) dan Murray (19)-- dan tiga petenis lain yang berada di posisi 50 besar dunia: Stanislas Wawrinka, unggulan kedelapan dari Swiss dan Nicolas Almagro dari Spanyol --keduanya berusia 21 tahun dan Gael Monfils dari Perancis yang menjadi runner-up tahun lalu yang masih berusia 20 tahun.

Unggulan: 1. Nikolay Davydenko (Rusia) 2. Ivan Ljubicic (Kroasia) 3. Marcos Baghdatis (Siprus) 4. Andy Murray (Inggris) 5. Mikhail Youzhny (Rusia) 6. Robin Soderling (Swedia) 7. Sebastien Grosjean (Perancis) 8. Stanislas Wawrinka (Swiss). (*/lpk)

Berita Terkait