Ferguson: Gagal, dan City Bakal Sulit Bangkit
12-05-2012 18:00
| Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson menebar psy-war terakhir pada City © AFP
Bola.net - Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson memperingatkan sang seteru, Manchester City jika sampai gagal mengunci ambisi mereka menjadi kampiun musim ini, maka mereka tak akan pernah bangkit dari kekecewaan yang dihasilkannya.
City menyongsong laga terakhir musim ini dalam posisi terdepan, unggul selisih gol dari Setan Merah, dan mereka akan merangkul trofi juara liga pertama dalam 44 tahun andai bisa menumbangkan QPR di kandang sendiri.
Namun Ferguson merasa beban berat akan berada di pundak pasukan Roberto Mancini, dan itu akan memberi dampak psikologis luar biasa andai mereka gagal melakukan tugas mereka justru di hari terakhir kompetisi.
"City harus menang dan itu tantangan luar biasa besar untuk mereka, karena kekecewaan kalah dalam persaingan ini akan sukar dipercaya," tukas manajer asal Skotlandia itu.
"Itu tak bisa diceritakan saat ini, apa efek yang bisa mereka dapatkan. Itu tak akan mudah untuk mereka karena tekanan kini ada pada mereka dan fans akan menempatkan wasit dalam tekanan yang luar biasa besar."
"Jelang laga ini, Anda memperkirakan City akan menang - saya pun begitu. Tapi sepanjang manusia tetap manusia, Anda tak pernah tahu apa yang bisa terjadi. Anda berharap sesuatu yang bodoh akan terjadi."
"Mereka terlihat seolah sangat kompak di Newcastle pekan lalu. Saya tak merasa mereka menunjukkan rasa gugup apapun. Tapi situasi gugup akan muncul jika dengan 10 atau 15 menit tersisa, City tak menang. Publik mereka akan sedikit tak tenang," ucapnya menebar psy-war.
"Ini adalah laga terakhir musim ini. Ini akan fantastis untuk kubu netral, akan fantastis untuk media namun menyakitkan untuk kedua klub - meski ini akan lebih menyakitkan City jika mereka sampai gagal." (sun/row)
City menyongsong laga terakhir musim ini dalam posisi terdepan, unggul selisih gol dari Setan Merah, dan mereka akan merangkul trofi juara liga pertama dalam 44 tahun andai bisa menumbangkan QPR di kandang sendiri.
Namun Ferguson merasa beban berat akan berada di pundak pasukan Roberto Mancini, dan itu akan memberi dampak psikologis luar biasa andai mereka gagal melakukan tugas mereka justru di hari terakhir kompetisi.
"City harus menang dan itu tantangan luar biasa besar untuk mereka, karena kekecewaan kalah dalam persaingan ini akan sukar dipercaya," tukas manajer asal Skotlandia itu.
"Itu tak bisa diceritakan saat ini, apa efek yang bisa mereka dapatkan. Itu tak akan mudah untuk mereka karena tekanan kini ada pada mereka dan fans akan menempatkan wasit dalam tekanan yang luar biasa besar."
"Jelang laga ini, Anda memperkirakan City akan menang - saya pun begitu. Tapi sepanjang manusia tetap manusia, Anda tak pernah tahu apa yang bisa terjadi. Anda berharap sesuatu yang bodoh akan terjadi."
"Mereka terlihat seolah sangat kompak di Newcastle pekan lalu. Saya tak merasa mereka menunjukkan rasa gugup apapun. Tapi situasi gugup akan muncul jika dengan 10 atau 15 menit tersisa, City tak menang. Publik mereka akan sedikit tak tenang," ucapnya menebar psy-war.
"Ini adalah laga terakhir musim ini. Ini akan fantastis untuk kubu netral, akan fantastis untuk media namun menyakitkan untuk kedua klub - meski ini akan lebih menyakitkan City jika mereka sampai gagal." (sun/row)
Akses Bola.net melalui
http://m.bola.net
pada browser ponsel Anda.

PERISTIWA | DUNIA
- Benarkah Sukhoi tersedot magnet Gunung Salak?
- Kecelakaan Sukhoi tidak ganggu hubungan RI-Rusia
- Sukhoi jatuh, Komisi V DPR akan panggil Kemenhub
- Serpihan Sukhoi tampak jelas dari radius 200 meter
- KPK periksa kembali Presdir PT Onamba
- Menembus Gunung Salak demi korban Sukhoi
- Tim SAR: Butuh dua minggu untuk evakuasi Sukhoi
- Lereng Gunung Salak longsor akibat ditabrak Sukhoi
- Kornel ingin jajaki kerja sama PT DI dan Sukhoi
- Rusia kirim regu SAR terbaik dunia bantu evakuasi Sukhoi



