Hughes merasa frustasi menghadapi masalah yang dialami klu itu selama beberapa bulan bekerja di bawah pimpinan Thaksin Shinawatra.
Aset mantan perdana menteri Thailand ini dibekukan tidak lama setelah kedatangan Hughes dari Blackburn pada bulan Juni 2008.
"Kenyataannya tidak sama dengan yang dijelaskan pada saya," kata Hughes pada website The Guardian pada hari Jumat. "Sebenarnya, kami bisa beraktivitas di bursa transfer, tetapi nampaknya hanya fokus pada pemain yang memang sedang dijual, dan saya sadar kalau dana yang ada tidak digunakan sebagaimana mestinya."
Hughes merasa sangat sulit berkonsentrasi dengan pekerjaannya ketika klub itu masih dikuasai Thaksin.
"Jika Anda sampai ke suatu titik di mana itu tidak bisa dipertahankan dan diatur lagi, maka Anda akan memutuskan untuk pergi," katanya. "Saya tidak pernah mencapai titik itu, tetapi hampir sampai sana," tambahnya.
Hughes bertahan dan akhirnya City pada bulan September 2008 dibeli oleh pengusaha kaya Abu Dhabi Sheikh Mansour, yang mengalokasikan dana lebih dari US$200 juta untuk membeli pemain baru.
Dengan skuad penuh pemain mahal, City mengawali musim Liga Premier dengan 4 kemenangan beruntun dan akan menghadapi musuh bebuyutannya Manchester United pada hari Minggu ini. (ap/cax)