Meski Tersingkir, Liverpool Tetap Bangga

Meski Tersingkir, Liverpool Tetap Bangga
Dirk Kuyt dan Lucas Leiva usai Liverpool tersingkir di perempat final Liga Champions (c)Uefa
- Penyerang Liverpool, Dirk Kuyt, menilai Liverpool bisa mengambil sisi positif dan kebanggaan atas penampilan mereka pada leg kedua babak perempat final Liga Champions saat menahan imbang tuan rumah Chelsea 4-4, meski dengan hasil tersebut tidak mampu meloloskan Kuyt dkk ke babak semi final karena pada leg pertama mereka kalah 1-3 di Anfield.

Klub asal Merseyside itu mampu unggul 2-0 pada 30 menit babak pertama berkat gol-gol dari tendangan bebas Fabio Aurelio dan penalti Xabi Alonso.

Namun memasuki babak ke dua, Chelsea mampu bangkit dan berbalik unggul 3-2 melalui gol-gol yang dicetak oleh bunuh diri Pepe Reina, tendangan bebas Alex, dan gol yang dicetak kapten Chelsea, Frank Lampard.

Khusus bagi Reina, gol pertama Chelsea yang berawal dari blundernya mengantisipasi bola sontekan Didier Drogba membuat mental pemain Liverpool jatuh. Kejadian ini mirip dengan ulangan pertemuan Liverpool dan Chelsea musim lalu di mana John Arne Riise (sekarang di AS Roma) juga melakukan blunder dengan mencetak gol bunuh diri ke gawang Liverpool.

Meski gagal lolos ke semi final karena skor agregat adalah 7-5 untuk keunggulan Chelsea, Dirk Kuyt memuji penampilan rekan-rekannya sebagai sesuatu yang membanggakan.

"Kami telah mencoba segala cara yang kami mampu dan seluruh tim bisa bangga," ujar Kuyt yang mencetak gol ke empat Liverpool pada babak ke dua.

"Kami meraih hasil positif pada babak pertama tetapi Chelsea mampu bangkit di awal babak kedua. Kemudian kami mencoba untuk bangkit tapi itu tidak cukup."

"Ketika kami unggul 4-3, kami berharap sebuah keajaiban kembali datang, tetapi itu tidak terjadi," ujar Kuyt.

Pemain asal Belanda itu menambahkan, kini Liverpool tinggal konsentrasi untuk terus memberi tekanan kepada Manchester United di kompetisi domestik.

"Mencetak empat gol di Stamford Bridge adalah sebuah usaha yang bagus. Mungkin kami perlu keberuntungan lebih untuk bisa lolos. Tapi kini kami harus kembali memberi tekanan kepada MU di Liga Primer," pungkas mantan pemain Feyenoord Rotterdam itu. (uef/zul)

Berita Terkait