Preview: Ranieri Melawan Tradisi

Preview: Ranieri Melawan Tradisi
Claudio Ranieri, Mr. Runner Up (c) getty
- Menarik sekali menyimak kompetisi tiga besar Eropa musim ini, semuanya harus menentukan sang juara di partai pamungkasnya, sayangnya dari pertempuran dua tim teratas tersebut bakal ada satu pihak yang harus menangis.

Manchester United sudah melakoninya di Inggris pada pekan lalu, dan di Spanyol besar kemungkinan akan dilakoni oleh Real Madrid yang kalah head to head dan berjarak 1 poin dari Barcelona, maka di Italia diprediksikan tim itu adalah AS Roma.

tertinggal 2 angka dari Inter, melawat ke kandang di kota Verona, jujur saja meski tipis namun peluang untuk bisa menjadi Scudetto bagi Il Lupi belum sepenuhnya tertutup.

Hanya saja syaratnya terbilang berat selain harus menang melawan tuan rumah Chievo, mereka juga harus memastikan Inter kalah melawan tim positif degradasi Siena, tim yang dalam 13 pertemuan terakhirnya tidak pernah menang melawan Inter.

Peluang untuk sekedar menang bagi tim tamu, AS Roma terbilang cukup besar mereka memiliki catatan kemenangan tandang yang impresif musim ini, selain itu dari 15 laga terakhir Si Keledai baru sekali menang dari Si Serigala, itupun bukan di Marc'Antonio Bentegodi.

Hanya saja tren Roma justru terbilang menurun di saat memasuki masa-masa akhir kompetisi, andai mereka gagal meraih Scudetto pun malam ini, hal tersebut karena mereka telah melakukan kesalahan sendiri.

Di saat sudah sempat memimpin di depan sebagai Capolista mereka justru tersungkur di kandang sendiri oleh Sampdoria, untuk tim kelas atas, peraih Scudetto jelas hal seperti itu sama sekali tidak diperbolehkan.

Roma nampaknya tak sanggup menahan tekanan dari Inter, mental mereka terbukti masih kalah kuat dibandingkan sang juara bertahan bersama Mourinho, padahal Claudio Ranieri sudah sempat dekat untuk bisa menghapus julukan yang sudah menjadi tradisi untuknya selama ini, Mr. Runner Up.

Dan nampaknya nasib kali ini bakal serupa dengan nasib Manchester United di Liga Premier, mereka bakal harus puas untuk sekedar jadi pemanas persaingan gelar Liga namun hanya finish di urutan kedua pada akhirnya. (bola/lex)

Berita Terkait