
Bola.net - AC Milan boleh saja kalah dari Lazio tengah pekan kemarin, namun ada satu prestasi positif yang dicatat penggawanya setelah Mark Van Bommel melakoni laga ke-500 sepanjang karirnya di Stadio Olimpico.
Dan gelandang asal Belanda itu mengaku tak pernah terpikirkan dalam benaknya akan mencapai prestasi tersebut.
"Saat saya memulai karir sebagai pemain sepak bola, saya tak pernah berpikir bisa sukses mencapai laga lebih dari 500. Saya harusnya senang karena saya sudah pernah menderita cedera dan 500 angka yang bagus," terangnya.
"Dalam karir saya saya sudah bermain dengan banyak jawara, namun yang terhebat adalah seorang bernama Luc Nilis. Kami bersama di PSV dan ia playmaker kami dengan gerak kaki sempurna. Ia tahu bagaimana mengambil penalti, tendangan bebas dan sepak pojok dengan sangat baik, namun kemudian karirnya diganggu cedera serius yang juga mengancamnya kehilangan kaki."
"Laga terberat yang pernah saya mainkan? Final Piala Dunia tahun 2010. Timnas Belanda tak bermain sangat baik, namun saya tahu jika kami harusnya bisa mengalahkan Spanyol," kenangnya.
"Saat saya menjadi lebih tua nanti saya ingin jadi pelatih, namun masih ada banyak waktu sebelum itu." (foti/row)
Dan gelandang asal Belanda itu mengaku tak pernah terpikirkan dalam benaknya akan mencapai prestasi tersebut.
"Saat saya memulai karir sebagai pemain sepak bola, saya tak pernah berpikir bisa sukses mencapai laga lebih dari 500. Saya harusnya senang karena saya sudah pernah menderita cedera dan 500 angka yang bagus," terangnya.
"Dalam karir saya saya sudah bermain dengan banyak jawara, namun yang terhebat adalah seorang bernama Luc Nilis. Kami bersama di PSV dan ia playmaker kami dengan gerak kaki sempurna. Ia tahu bagaimana mengambil penalti, tendangan bebas dan sepak pojok dengan sangat baik, namun kemudian karirnya diganggu cedera serius yang juga mengancamnya kehilangan kaki."
"Laga terberat yang pernah saya mainkan? Final Piala Dunia tahun 2010. Timnas Belanda tak bermain sangat baik, namun saya tahu jika kami harusnya bisa mengalahkan Spanyol," kenangnya.
"Saat saya menjadi lebih tua nanti saya ingin jadi pelatih, namun masih ada banyak waktu sebelum itu." (foti/row)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 10 Juni 2026 04:57Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 10 Juni 2026 05:53Kisah Pilu Naura, Remaja Lampung yang Terlantar di Pati
-
Liputan6 10 Juni 2026 05:38Guru Besar UI Sampaikan Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim
-
Liputan6 9 Juni 2026 23:51Chatib Basri: Pelemahan Rupiah Dapat Picu Kenaikan Harga
-
Liputan6 9 Juni 2026 22:20Prabowo Dijadwalkan Bertolak ke Lampung Barat Besok
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8188280/original/015536600_1781045584-IMG_20260609_182448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5772719/original/047625200_1778675573-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8170070/original/040886200_1781025604-138792.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552735/original/089096600_1775823940-3771-2514-max.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8163339/original/069222900_1781018082-1000927478.jpg)
