
Bola.net - Maurizio Zamparini dikenal sebagai pemilik klub yang gila, terutama oleh banyak pelatih. Hobinya dalam gonta-ganti pelatih sudah sangat melegenda. Zamparini tak pernah sungkan memecat seorang pelatih meski sang pelatih baru beberapa minggu ditunjuk.
Kegilaan Zamparini yang lain adalah ia tak pernah takut menjual pemain-pemain terbaiknya asal tawaran yang datang memuaskan dirinya. Dan kini, Zamparini menyatakan bahwa ia tak pernah menyesali semua keputusannya.
"Saya tak pernah menyesali semua yang telah saya lakukan, semua itu adalah pengalaman. Di sepakbola, kesalahan sangat mudah untuk dibuat. Saya adalah orang yang mudah terbawa emosi, jadi itu juga tak banyak membantu," ujar Zamparini kepada Sky Sports 24.
"Kadang saya terbangun dan melihat diri saya di cermin. Namun saya tak pernah ingin meninggalkan sepakbola, saya tak pernah menangis di sepakbola."
Zamparini lalu mengingat kembali beberapa pengalamannya selama memimpin Palermo. Dia menunjukkan beberapa hal yang dianggapnya terhebat.
"Saya menangis setelah menjual Javier Pastore, tapi itu adalah tangis bahagia. pelatih terbaik saya di Palermo adalah Francesco Guidolin. Kemenangan terindah saya adalah ketika mengalahkan Juventus di Masa Luciano Moggi dan Antonio Giraudo, mereka sangat kuat."
"Kiper terbaik saya adalah Salvatore Sirigu, sedangkan penyerang terbaik saya adalah Luca Toni, Amauri, dan Fabrizio Miccoli. Edinson Cavani sebetulnya bagus, tapi banyak yang bilang kalau dia bukanlah seorang penyerang."
Mengenai harapannya di musim depan, Zamparini mengutarakan bahwa dia berharap Palermo bisa finis di peringkat atas Serie A. Zamparini juga tak ingin pensiun dari dunia sepakbola.
"Kami memiliki tim yang punya banyak kemampuan, saya harap kami bisa finis di posisi atas. Lalu saya hanya akan berhenti jika saya mati," pungkas Zamparini. (foti/hsw)
Kegilaan Zamparini yang lain adalah ia tak pernah takut menjual pemain-pemain terbaiknya asal tawaran yang datang memuaskan dirinya. Dan kini, Zamparini menyatakan bahwa ia tak pernah menyesali semua keputusannya.
"Saya tak pernah menyesali semua yang telah saya lakukan, semua itu adalah pengalaman. Di sepakbola, kesalahan sangat mudah untuk dibuat. Saya adalah orang yang mudah terbawa emosi, jadi itu juga tak banyak membantu," ujar Zamparini kepada Sky Sports 24.
"Kadang saya terbangun dan melihat diri saya di cermin. Namun saya tak pernah ingin meninggalkan sepakbola, saya tak pernah menangis di sepakbola."
Zamparini lalu mengingat kembali beberapa pengalamannya selama memimpin Palermo. Dia menunjukkan beberapa hal yang dianggapnya terhebat.
"Saya menangis setelah menjual Javier Pastore, tapi itu adalah tangis bahagia. pelatih terbaik saya di Palermo adalah Francesco Guidolin. Kemenangan terindah saya adalah ketika mengalahkan Juventus di Masa Luciano Moggi dan Antonio Giraudo, mereka sangat kuat."
"Kiper terbaik saya adalah Salvatore Sirigu, sedangkan penyerang terbaik saya adalah Luca Toni, Amauri, dan Fabrizio Miccoli. Edinson Cavani sebetulnya bagus, tapi banyak yang bilang kalau dia bukanlah seorang penyerang."
Mengenai harapannya di musim depan, Zamparini mengutarakan bahwa dia berharap Palermo bisa finis di peringkat atas Serie A. Zamparini juga tak ingin pensiun dari dunia sepakbola.
"Kami memiliki tim yang punya banyak kemampuan, saya harap kami bisa finis di posisi atas. Lalu saya hanya akan berhenti jika saya mati," pungkas Zamparini. (foti/hsw)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 14:02Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
-
Tim Nasional 9 Juni 2026 12:55Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:50IHSG Sesi Kedua Melonjak 4,5%
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:16Wamenkum Ungkap Alasan RUU Polri Dibahas Singkat
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:40Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:37BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Melambung ke 5.599
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133975/original/022875900_1780985815-IMG_2707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)

