
Hasil tersebut membuat Marseille mengumpulkan 72 poin. Auxerre, yang belum terkalahkan dalam 12 pertandingan liga, menyusul lima poin di bawahnya dengan menyisakan tiga pertandingan lagi.
Marseille, yang memasuki pertandingan tersebut dengan bekal tujuh kemenangan beruntun, akan mendapatkan mahkota juara jika mereka mengalahkan Stade Rennes pada Rabu dan Auxerre gagal menang dalam pertemuan di kandang Olympique Lyon.
"Ini hasil imbang yang bagus melawan tim yang sangat bagus. Kami datang untuk menghindari kekalahan," kata pemain belakang Marseille Souleymane Diawara kepada saluran televisi Orange Sport.
"Kami sekarang harus memetik sebanyak mungkin poin untuk menjadi juara."
Marseille meraih gelar tersebut pada 1993, tahun saat mereka juga mengangkat gelar Liga Champions, tetapi dicoret dari mahkota Prancis menyusul skandal pengaturan pertandingan.
Auxerre, yang merebut satu-satunya gelar domestik mereka pada 1996, berada pada posisi lolos ke Liga Champions karena mereka unggul atas tim urutan keempat Montpellier, yang dijadwalkan menjamu Lyon pada Minggu, dengan selisih tujuh poin.
Marseille dominan
Dua tim teratas otomatis lolos sementara tim ketiga harus melalui playoff.
Kiper Marseille Steve Mandanda sama sekali tidak melakukan penyelamatan pada Jumat karena timnya mendominasi sepanjang pertandingan.
Kapten Auxerre Benoit Pedretti mendapat kartu kuning karena menjegal Mathieu Valbuena dan beruntung lolos dari kartu merah setelah berikutnya menerjang Lucho Gonzalez.
Marseille mendapat peluang terbaik pada babak pertama ketika Valbuena melaju di kanan pada menit ke-21 dan tendangan voli Lucho yang kaku dengan mudah dihadang.
Ketegangan meningkat setelah jeda pertandingan ketika Brandao menyikut Pedretti tetapi wasit tidak memberi pemain asal Brazil itu kartu merah yang pantas diterimanya.
Brandao nyaris mencetak gol setelah pertandingan berlangsung satu jam ketika sundulannya atas hasil tendangan pojok Lucho menyerempet tiang gawang.
Pelatih Marseille Didier Deschamps mengganti Mamadou Niang dan Valbuena dengan Bakari Kone dan Hatem Ben Arfa berturut-turut tetapi itu tidak terlalu berpengaruh ketika Auxerre, yang mempunyai pertahanan terbaik dalam liga, tetap bertahan. (ant/cax)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 20:31Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 14 Mei 2026 05:21Selamat! PSG Juara Ligue 1 untuk Kelima Kali Beruntun
-
liga eropa lain 12 Mei 2026 19:37Prediksi Lens vs PSG 14 Mei 2025
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 21:22Listrik Padam di Depok hingga Bogor, Ini Penyebabnya
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:17Diisukan Gantikan Menkeu Purbaya, ini Jawaban Budi Gunadi
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:02Usai Menghadap Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Kursi Menkeu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095099/original/035419100_1736914807-Screenshot_20250115_094031_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6623642/original/025605300_1779454461-IMG_6940.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8159681/original/005529400_1781014180-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_20.21.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8147456/original/007172100_1781000534-IMG-20260609-WA0044.jpg)
