Indonesia Belum Tambah Medali di Penang

Indonesia Belum Tambah Medali di Penang
- Memasuki hari keenam, atlet angkat besi Indonesia belum menambah medali lagi di Kejuaraan Dunia Junior di Penang, Malaysia, Rabu, setelah Ines Nurnaesa yang tampil di kelas 58 kilogram hanya berhasil pada angkatan snatch seberat 80 kilogram dan menempati peringkat 10.

Pada angkatan clean & jerk, Ines terdiskualifikasi karena dalam tiga kali percobaan gagal mengangkat barbel secara sempurna 92 kilogram sehingga tersisih dari perebutan ranking total angkatan.

Sebagaimana disampaikan Koordinator Cabang Terukur Satlak Prima, Hadi Wihardja, Rabu, pada kejuaraan dunia junior yang merupakan ke-37 untuk putra dan ke-17 untuk putri itu di kelas 58 kilogram Indonesia menurunkan dua atlet.

Selain Ines, Dwi Atika Sari berhasil menduduki ranking ke-9 pada angkatan snatch seberat 80 kilogram. Dalam hal ini, berat badan dwi lebih ringan dibandingkan Ines. Sedangkan pada clean & jerk, Dwi menempati peringkat kedelapan dengan angkatan seberat 98 kilogram. Dalam total angkatan Dwi Atika menepati posisi delapan besar dunia.

Di kelas 63 kilogram dan 69 kilogram Indonesia tidak menurunkan lifter putri.

Sementara itu di kelas 75 kilogram, lifter Maharani hanya berhasil menempati juru kunci Grup A dan B dengan angkatan snatch 80 kilogram dan menempati peringkat ke-16. Pada clean & jerk ia mengangkat 111 kilogram menempati rangking ke-11 dan total lift pada urutan ke-16.

"Hal yang cukup menggembirakan adalah lifter putri yang turun dikelas 75+ kilogram adalah Riska Anjani yang berhasil masuk tujuh besar dunia dengan angkatan snatch seberat 101 kilogram, clean & jerk 122 kilogram, dan total 223 kilogram. Catatan ini masih terpaut 47 kilogram dengan juara dunia di kelas super berat untuk putri ini," ujarnya.

Pada bagian putra, lifter Muhamad Anwar yang tampil di kelas 77 kilogram hanya berada pada posisi ke-14 (125 kilogram). Sedangkan untuk clean & jerk terkena diskualifikasi ketika melakukan angkatan 144 kilogram gagal dalam tiga kali usahanya.

Di kelas 85 kilogram, lifter Imam Jamaludin masuk peringkat 11 dunia dengan angkatan snach 132 kilogram, clean & jerk 168 kilogram dan total angkatan 300 kilogram.

Di kelas 94 kilogram putra, Indonesia juga tidak menurunkan lifternya.

Dalam lanjutan kejuaraan Kamis (7/7), Bayu Saputra akan bertanding di kelas 105 kilogram.

Hadi mengatakan dari catatan angkat besi putri, yang perlu diwaspadai adalah kelas 69 kilogram, dimana hasil pencapaian juara atas nama Wirya Suran (19) dari Thailand berhasil mengangkat barbel total angkatan 240 kilogram.

"Ini telah melampaui pencapaian medali perak Asian Games yang diperoleh lifter Indonesia Sinta Darmariani (238 kilogram), yang artinya kuda hitam dari Thailand ini perlu diwaspadai dengan saksama," kata Hadi Wihardja. (ant/fjr)

Berita Terkait